Km. Rara Jaya 01 Menghilang di Perairan Tanimbar, Keluarga ABK Lapor Polisi
MediatorMalukuNews.com – Kapal Motor (KM) Km. Rara Jaya 01 dilaporkan menghilang di perairan laut Kabupaten Kepulauan Tanimbar, baru -baru ini dan belum kembali ke daratan.
Sejumlah pihak menduga hilangnya KM. Rara Jaya 01, kapal pencari ikan itu, disebabkan cuaca buruk beberapa beberapa hari belakangan ini.
Kapal ini diketahui. mengangkut lima awak kapal.
Kapal nelayan ini diketahui berbobot 10 grass tonage (GT), yang melaut sejak hari Senin, tanggal 4 Maret 2024, dan hingga saat ini belum terdengar kabar keberadaannya, sehingga menimbulkan kepanikan dari pihak keluarga para pelaut itu.
Chali Rangotwat (54), salah satu keluarga awak KM Rara Jaya 01 kepada media ini di kompleks Kampung Babar, Saumlaki, ibukota Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Jumat (22/03/24), mengaku, menyikapi persoalan tersebut, dia dan pihak keluarganya berinisiatif datang di kantor kepolisian setempat, sembari melaporkan perihal salah satu anggota keluarganya – Noce Rangotwat (50 tahun) yang menjadi salah satu awak di kapal nelayan yang belum kunjung tiba dari kegiatan mencari ikan di laut lepas yang dijabarkan sudah menghampiri satu bulan itu.
Noce Rangotwat (50) yang ikut berlayar dengan KM. Rara Jaya 01 mencari sirip ikan hiu dan telur ikan di arah Tenggara Kepulauan Tanimbar menuju perbatasan NKRI-Australia dan mengaku merasa khawatir akan keberadaan saudaranya itu.
“ Itu adik saya, sebaiknya saya mau lapor Polisi saja, karena ini sudah mau menjelang 3 minggu, perasaan saya kurang bagus, tidak ada harapan lagi, saya biasa di laut juga, jadi saya tahu, sekarang tidak ada kabar apa-apa lagi. Kapal tidak ada radio ssb. Pengalaman saya di Dobo, semua kapal ada radio ssb, jadi kalau hilang begini, mau cari dimana?” tutur Chali cemas.
Mama Rara (50), pemilik Km. Rara Jaya 01 yang berdomisili di belakang Kantor PLN lama, Saumlaki, .kepada media ini melalui rekan kerjanya sebagai penjaga gudang dan yang memfasilitasi Km. Rana Jaya 01 – Slamet (36) menduga bahwa, kemungkinan mereka lagi berteduh atau berlindung di pulau yang belum diketahui.
Kapal itu dinahkodai Ahmad (35) asal Bonerate adalah pelaut berpengalaman sempat dikasih modal sekitar Rp.25 juta untuk mengurus Bahan Bakar Minyak (BBM) dan bahan ransum pangan untuk kebutuhan selama melaut, dan diperkirakan kebutuhan yang para nelayan ini bawa masih bisa bertahan selama sebulan ke depan.
“ Saya selaku rekan kerja Mama Rara, pemilik kapal mempunyai fungsi penjaga gudang dan yang mengurus pelepasan Km. Rara jaya 01, saya cuman dikasih modal saja, utk bahan ransum. Ini kapal baru dari Bonerate dilengkapi pelampung dan pemadam kebakaran, perijinan atas nama Mama Rara.” tutupnya. (Jk)
