Rencana Bikin Mosi tidak Percaya untuk Kades Aleksius Damamain, Begini Kata Mantan Kades Wasarily
MediatorMalukuNews.com – Sampai saat ini Aleksius Damamain, Kepala Desa (Kades) Wasarily, Kecamatan Wetang, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) belum juga membuktikan komitmen-nya untuk mengusulkan pemberhentian MT, Sekdes kasus amoral sebagaimana amanat Permendagri no 67 tahun 2017.
Padahal Kades ini telah lantang berjanji kepada publik dan masyarakat Wasarily untuk segera membuat rekomendasi dan melayangkan ke Camat Wetang apabila operator desa – Fendy Lecky kembali ke kampung halaman. Sayangnya, janji kades ini diduga hanya ‘omongan doang’, sehingga mengundang sikap anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Wasarily yang diwakili Sarjono Kerlely mencoba membuat mosi tak percaya kepada sang Kades ini. Sayangnya, wakil rakyat tingkat desa ini pun diduga omongannya mirip kades bersangkutan. Lantaran Kerlely dinilai hanya berani ngomong di belakang layar, dan juga dinilai tak mampu merealisasi janji membuat mosi tidak percaya kepada eksekutif tingkat desa itu. Padahal sebelumnya wakil rakyat tingkat desa ini pun mengaku kepada publik bahwa bakal berkoordinasi dengan Ketua BPD Wasarily untuk secepatnya mengeluarkan putusan resmi dari lembaga perwakilan rakyat tingkat desa ini untuk menyampaikan mosi tidak percaya kepada Kades Aleksius Damamain soal kasus yang melilit Sekdes amoral itu. Padahal realitanya janji itu dinilai hanya kosong belaka.
Sejumlah pihak di Desa Wasarily yang menyikapi sikap ‘asal bunyi’ wakil mereka di lembaga BPD Wasarily mengaku bingung dengan omongan Kerlely yang dinilai plin-plan.
Mereka menduga Kerlely kemungkinan sudah “Masuk angin” karena dia terkesan lari dari komitmen menyuarakan aspirasi warga Wasarily.
Akibat dinilai tidak adanya kejelasan dari komitmen pihak eksekutif maupun legislatif di desa untuk mencopot Sekdes Amoral, akhirnya mendapat sorotan mantan pemimpin Desa Wasarily. Buktinya,
Boby Damamain yang nota bene mantan Penjabat Kades Wasarily mulai angkat bicara. Dia mengatakan, pihak BPD Wasarily harus benar-benar mewujudkan komitmen dan janji mereka. Jangan membuat masyarakat desa kesal, sebab BPD merupakan pihak representasi suara masyarakat.
” Blg bpd ini anjing gonggong kafilah jln terus….klw jago itu diam2 langsung gigit baru bilang.. jangan hanya buat gertakan,” tulis Boby Damamain via pesan WhatsApp-nya kepada wartawan baru-baru ini (18/5 ).
Berbeda dengan Boby, Roby Sua de Fretes, yang notabene
mantan Kepala Desa Wasarily beberapa tahun silam. Dia mengaku terus mengikuti perkembangan dari janji Kades Aleksius Damamain, itu apakah benar-benar mengusulkan pemberhentian Sekdes MT atau tidak (?), namun sejauh ini, Kata Roby, pernyataan Kades Aleksius Damamain hanya sebatas isapan jempol belaka. Hal itu cukup membuat warga Wasarily kesal dengan tipe pemimpin seperti ini- yang hanya berani melontarkan kata-kata tanpa membuahkan hasil.
Menurut Roby, sampai pada digelarnya rapat desa bersama warga Wasarily, baru-lah Roby mempersoalkan komitmen Kades terhadap stafnya (Sekdes MT) yang terang terangan sudah membuat pelanggaran terhadap rakyatnya sendiri dengan perilaku kasus amoral itu. Namun tindakan sang Sekdes-MT, terkesan dipelihara Kades Aleksius Damamain.
Roby berencana sekembalinya dari urusan pribadi di Tiakur, pusat ibukota Kabupaten MBD, dia bersama warga masyarakat lainnya bakal mendesak Kades segera menggelar pertemuan.
Dia menyatakan bila Kades Aleksius Damamain tetap ngotot ingin mempertahankan MT selaku Sekdes Amoral, yang juga perusak rumahtangga rakyatnya, maka tidak menutup kemungkinan dirinya bakal memimpin warga desa menggelar aksi protes terhadap Kades Aleksius Damamain termasuk memprotes Sarjono Kerlely dan anggota BPD Wasarily berserta Camat Wetang. (EbethPalpialy)
