Kader Posyandu di Kecamatan Wetang MBD Harus Kerja Profesional

IMG-20240623-WA0054

MediatorMalukuNews.com_ Kepala Puskesmas (Kapus) Rumahlewang Besar, Kecamatan Pulau Wetang, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Marthen Tiotor kepada media ini di ruang kerjanya, baru-baru ini (20/6/2024) menyatakan, para petugas pendamping Kader Posyandu harus bekerja profesional ketika memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di setiap desa di wilayah kecamatan tersebut.

Demikian disampaikan Kapus Marthen Tiotor, mengingat sejak awal temuan kasus stunting di Kecamatan Wetang sejak April hingga Mei 2024, terdapat 56 orang, namun bisa ditekan hingga angka nol.
Dengan demikian menurut Marthen, untuk tetap mempertahankan predikat positif ini, sekarang dibutuhkan penanganan serius seluruh stakeholder menyangkut masalah penanganan gizi buruk, karena di Kecamatan Pulau Wetang – sesuai temuan tim medis Puskesmas di tiga desa terdapat masalah gizi buruk, diantaranya, Desa Nusiata satu orang, Desa Pota Besar satu orang dan Desa Rumahlewang Kecil satu orang. Sehingga berdasarkan koordinasi bersama Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kabupaten MBD telah disepakati setiap desa harus ada pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk penanganan masalah nasional ini – yang terjadi di kecamatan Pulau terluar itu. Jadi, nantinya setiap Kepala Desa (Kades) yang menyiapkan menu-nya nanti agar para kader posyandu yang mengelolanya, sehingga kader-kader posyandu bekerja harus proporsional bukan asal nama kerja. Olehnya, Kapus menyarankan kepada para kades ketika merekrut kader baru di setiap posyandu desa, harus memakai filter mata, buka asal nama mengangkat kader baru itu.

Baca juga :   Ketua BPD Wasarily MBD Miskin Data

Selain Itu, lanjut dia, Kader yang di-SK-kan juga harus memiliki ijazah setingkat SMA, jangan asal nama mengangkat kader karena faktor kedekatan keluarga. Mengingat kerja Kader turut menghadapi masalah berat yang perlu ditangani secara serius.

“Jadi saya mau bilang untuk para Kades jangan asal nama mengangkat kader karena berpikir keluarga namun mengangkat orang betul- betul kerja profesional bukan abal-abal,” pinta Marthen Tiotor.

Menurut Kapus, bersama para stafnya, dalam waktu dekat akan turun di setiap posyandu untuk melatih para kader tentang penggunaan alat kesehatan yang ada di setiap posyandu yang ada di delapan desa.
(Decius Laisoka, Ateng DJ).