Kontraktor Santai, Komite & Ortu Disuruh Bersihkan Lokasi Proyek Pembangunan Ruang Guru SDN Wasarily
MediatorMalukuNews.com – Pekerjaan proyek pembangunan ruang guru SD Negeri (SDN) Wasarily, Kecamatan Wetang, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) terpantau mulai dikerjakan, Selasa 9/7/2024. Anehnya saat pembersihan lokasi proyek lembaga pendidikan dasar ini, pihak kontraktor pelaksana diduga santai-santai saja, sementara pihak Komite Sekolah bersama sejumlah Orang Tua murid (Ortu) yang anaknya bersekolah di sekolah ini disuruh bekerja tanpa diberikan upah, sehingga menjadi suatu pertanyaan sejumlah pihak. Padahal pengerjaan paket proyek tersebut diketahui sudah ada anggarannya senilai Rp.284, 2 juta.
Terpantau, pekerjaan proyek ini dimulai dari pengumpulan material lokal berupa batu dan pasir hingga pembersihan lokasi proyek (Satu paket). Akan tetapi, yang jadi pertanyaan adalah kegiatan pembersihan lokasi proyek, bukan pihak kontraktor yang meng-handle melainkan pihak Komite Sekolah bersama orang tua murid disuruh turun tangan bekerja. Sayangnya, pihak Komite Sekolah bersama orang tua murid tak diberikan upah alias gratis. Sebaliknya, informasi dari berbagai sumber menyebutkan, kegiatan pembersihan lokasi proyek sudah ada anggarannya, dimana termasuk dalam total nilai satu paket proyek pembangunan ruang guru SD tersebut.
Sehingga seharusnya itu menjadi tanggung jawab penuh kontraktor pemenang tender proyek, bukan sebaliknya menyuruh pihak Komite Sekolah dan orang tua murid bekerja.
“Jadi apabila pekerjaan pembersihan lokasi proyek dikerjakan oleh pihak Komite Sekolah dan orang tua murid, maka itu jadi tanggung jawab kontraktor untuk membayar mereka yang membersihkan lokasi proyek itu,” ungkap sumber kepada wartawan baru -baru ini.
CV. Karya Buana Persada, Milo Zalemudin yang mengaku sebagai pemenang tender proyek pekerjaan tersebut – ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp-nya, Selasa 9/7/2024 mengatakan, pihaknya sama sekali tak pernah meminta pihak Komite Sekolah dan orang tua murid melakukan pekerjaan pembersihan lokasi proyek tersebut.
“Setahu bt (Kontraktor) sng (Tak) perna bt bicra terkait pembersihan lahan. Lahan kan ada bersi itu buat apa orang tua murid kasih bersih lahan,” tulis Milo Zalemudin.
Pantauan wartawan media ini di lokasi proyek, orang tua murid yang tergabung dalam pihak Komite Sekolah turut mengangkut puluhan dahan pohon yang ditebang. Selanjutnya, usai kerja mereka hanya dikasih minum teh, oleh pengawas proyek bernama Budi, sembari memberikan tambahan dua bungkus tembakau serta satu bungkus rokok sebagai bentuk ucapan terima kasih.
Pengawas lapangan- Budi yang dikonfirmasi di sela-sela pekerjaan itu mengaku, pemberian minum dan tembakau- rokok tersebut merupakan inisiatifnya sendiri.
“Kalau soal biaya pembersihan lokasi proyek itu memang ada anggarannya. Jadi harusnya Komite Sekolah bertemu dan bicarakan dengan kontraktor,” imbuh Budi.
Di tempat terpisah Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SD Negeri Wasarily, Marlina Somey/ Oraplean menjelaskan, pembersihan lokasi proyek (Penebangan pohon Sukun) tersebut, merupakan inisiatif pihaknya bersama Ketua Komite
Sekolah untuk mengantisipasi terjadinya keretakan keramik atau pondasi bangunan akibat akar pohon sukun yang menjalar.
“Itu kontraktor tidak pernah meminta untuk Komite kerja. Itu merupakan inisatif saya (Plt) dan Ketua Komite, sebab bangunan kalau sudah bagus kemudian ada akar pohon sukun menjalar, pasti terjadi kerusakan khususnya pondasi bangunan,” cetusnya.
Dikatakan, kepedulian pemerintah membangun rumah dinas guru perlu ditunjang, mengingat tak setiap waktu bangunan tersebut dianggarkan perbaikannya.
‘”Jadi kalau pemerintah sudah ada peduli, taking (Kami) guru dan orang tua harus berikan dukungan, seperti melihat hal-hal seperti penebangan pohon tersebut. Karena ke depannya akan merusak bangunan yang bagus. Tidak punya manfaat, baiknya ditebang untuk menjaga keutuhan bangunan, Jangan nanti sudah bikin rusak, baru Katong menyesal,” tambahnya.
Sementara itu, terpantau, Koordinator Dinas Pendidikan Kecamatan Wetang, Ahas Damamain, selain melakukan pengawasan dan pemantauan, dirinya juga ikut serta mengangkut dan membuang ranting pohon kayu yang berserakan.
Di lain pihak, dipantau dari tayangan LPSE MBD, untuk SD Negeri Wasarily, mendapat proyek pembangunan Ruang Guru, dan tendernya dimenangkan oleh CV Berkat Persada, Sumber Dana DAK, dengan pagu anggaran Rp.284, 2 juta, sementara untuk pemenang tender proyek pembangunan Rumah Dinas Guru dimenangkan oleh CV Eulogia beralamat di Arbes -Kota Ambon, dengan pagu anggaran Rp.284, 2 juta (Tim).
