Berita Dugaan Kerja “Asal -Asalan” Proyek Longsegment Jalan Pemda di Dobo, Oknum Timses Cakalda Aru Kebakaran Jenggot
MediatorMalukuNews.com_ Setelah diberitakan sejumlah media massa soal dugaan pekerjaan “Asal -Asalan” proyek Longsegment Jalan Pemda Aru di Dobo, ibukota Kabupaten Kepulauan Aru yang ditangani CV. Varia Karya Teknika pimpinan Salim Pere alias S.P di ranah publik beberapa hari belakangan ini, ternyata ada oknum Tim Sukses (Timses) Calon Kepala Daerah (Cakalda) tertentu di kabupaten julukan Jargaria itu tersinggung sampai “Kebakaran jenggot”, dan mulai berpikiran ‘miring’. Padahal fakta pemberitaan sama sekali tak menyinggung oknum timses bersangkutan, dan juga tak ada hubungan oknum tersebut – dengan dugaan pekerjaan proyek berkualitas rendah yang menelan uang negara bernilai jumbo itu.
Fakta investigasi lapangan yang dihimpun wartawan terkait kondisi proyek dimaksud, disinyalir menyimpang. Sebab paket proyek pekerjaan bernilai Rp.7 miliar lebih itu, diduga tak sesuai spek kontrak kerja yang ditetapkan. Bahkan fakta ini pun diakui salah satu Konsultan Perencanaan. Sumber yang enggan mempublikasikan namanya itu mengaku kalau kondisi proyek Longsegment Jalan Pemda Aru terlihat dari luar begitu ‘cantik nan indah’ dipandang mata, akan tetapi sebenarnya jika menyimak secara teliti, maka boleh dinilai proyek ini “Hancur dalam !.”
Hasil investigasi beberapa wartawan, diduga ada unsur penyimpangan kerja. Sebab material proyek yang dipergunakan diduga menggunakan batu berkualitas rendah atau batu bercampur tanah, atau pun boleh dibilang menggunakan galian endapan kelas C.
Bukan itu saja, beberapa item pekerjaan bahkan diduga tak sesuai petunjuk teknis (juknis) kerja.
Publikasi hasil pemberitaan investigasi wartawan tersebut, rupanya mengorek ketenangan S.P selaku kontraktor pelaksana proyek. Sebab dia diduga menjadi salah satu donatur Calon kada tertentu – yang nanti bertanding di pesta demokrasi serentak 27 November 2024 mendatang.

Dan pemberitaan itu pun juga ikut menyeret oknum timses tersebut.
Sehingga ketika beberapa kali pemberitaan soal dugaan pekerjaan proyek “Asal jadi” yang tampil dinding facebook mendapat reaksi beragam hingga memunculkan subjektif tanpa dasar. Namun reaksi beberapa mencolok datang dari oknum timses Calon kada tertentu yang mendukung pekerjaan proyek yang sarat ‘ dengan dugaan trik ‘akal-akalan’ itu, seolah-olah pemberitaan investigasi wartawan tak sesuai fakta, data dan sumber yang menjadi patokan penulisan berita
investigatif tentang proyek bernilai besar itu.
Bahkan nada subjektif oknum timses tersebut menuding wartawan tak objektif dan punya tendensi subjektif menyerang Balon Kada tertentu yang disebut-sebut terkoneksi dengan dugaan keberadaan. proyek dimaksud.
Fenomena ini kemudian memunculkan pertanyaan beberapa pihak: Ada hubungan apa, antara oknum timses ini dengan isi pemberitaan dugaan paket proyek ‘asal-asalan’, pun dengan Calon kada tertentu itu ?
Padahal di lain pihak, Kontraktor S.P dalam jumpa pers dengan beberapa awak media di Dobo, Selasa (10/9/2024) telah menyatakan bantahannya bahwa pemberitaan proyek dimaksud sama sekali tak ada kaitan apapun dirinya dengan Calon kada tertentu dengan paket proyek pekerjaan tersebut. Apalagi sampai dirinya dikaitkan -kaitkan dengan urusan Pilkada Aru.
“Memang secara kasat mata bahwa alat yang digunakan adalah milik pak T*** tapi itu saya sewa. Di dalam dokumen penawaran pun, itu ada surat sewa antara pemilik dan saya sebagai direktur. Jadi, sebenarnya tidak perlu dikaitkan dengan itu. Tidak ada hubungannya. Semua dokumen jelas bahwa itu ada surat sewanya dalam dokumen saya. Tolong jangan dikaitkan dengan tim sukses-lah. Jangan dikaitkan dengan Pilkada, tidak ada urusan Pilkada dengan saya. Saya juga tidak pernah ikut-ikut Pilkada..Saya cuma untuk bekerja. Kerja saja sesuai dengan kontrak saya,” tegas S.P sebagaimana dilansir media ini dari pemberitaan Media Online: Dharapos.com, Selasa (10/9/2024).
Pernyataan yang sama pula ditegaskan Direktur CV. Varia Teknika itu di beberapa Media Online lainnya, bahwa paket proyek yang dia kerjakan. bukan milik T salah satu oknum Calon kada Kabupaten Kepulauan Aru.
“Saya tidak ada hubungan dengan itu. Apa urusannya politik dengan saya, bahkan pekerjaan itu bukan milik Pak T***. Intinya semua dokumen jelas bahwa itu ada kontrak penyewaan antara pemilik alat dengan saya di dalam dokumen,” tandas S.P sebagaimana dilansir dari pemberitaan Media Online: LEPANews.com, Rabu (11/09/2024).
Dengan demikian, beberapa pihak yang menyikapi sikap oknum Timses itu, menilai ada semacam kegelisahan atau juga terpukul dengan isi pemberitaan sejumlah media massa soal pemberitaan proyek yang disorot itu.
Beberapa pihak itu pun menilai jangan-jangan diduga oknum Cakalda terlibat dalam paket pekerjaan tersebut, tetapi sengaja “Bermain” di belakang layar dan bahkan memunculkan dugaan S.P sebagai ‘tameng’. Sehingga jika ada masalah pada pekerjaan yang berkonsekwensi hukum, tidak berdampak fatal pada prosesi pencalonan yang bersangkutan.
Informasi yang dihimpun dari beberapa sumber terpercaya di Aru, menyatakan, sebenarnya pekerjaan proyek tersebut ada kaitannya dengan oknum Calon kada itu. Sebab, selain alat berat milik oknum Calon kada yang dipergunakan pada pengerjaan proyek tersebut, tetapi juga diduga penggunaan material pasir diambil dari lahan milik oknum calon kada tertentu yang berlokasi di kawasan hutan lindung Belakang Wamar yang belum memiliki izin Galian C.
Sementara itu, pihak bersangkutan dalam pemberitaan ini belum berhasil dikonfirmasi (Tim)


