Bendahara Desa Luang Timur MBD Bertindak “Nakal,” Salurkan BLT dari Rumah ke Rumah Tanpa Diketahui Pimpinan & Unsur Terkait
MediatorMalukuNews.com_ Sejumlah warga Desa Luang Timur, Kecamatan Pulau Mdona Hyera, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) mempertanyakan kebijakan subjektif yang dilakukan oknum Bendahara Desa Luang Timur berinisial S.O.K.
Persoalannya, bendahara ini diduga bertindak “Nakal” saat menyalurkan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) di desa tersebut.
Bagaimana tidak, bendahara ini dilaporkan menyalurkan uang bantuan pemerintah itu tak sesuai prosedur, karena diduga mau “Mengail di air keruh.”
Akibatnya, persoalan penyaluran BLT ini jadi buah bibir masyarakat desa setempat.
Beberapa warga Luang Timur via telepon seluler dengan wartawan mediatormalukuews.com baru -baru ini, melaporkan bahwa, proses penyaluran dana BLT kepada warga desa setempat menimbulkan sejumlah kejanggalan yang di-otak-i bendahara S.O.K.
Diungkapkan, ketika bendahara tiba dari Tiakur, pusat ibukota Kabupaten MBD, dia langsung bergerak diam-diam bersama beberapa orang konco-nya membagikan dana BLT dari satu rumah ke rumah lainnya tanpa diketahui Pelaksana Tugas (Plt) Kades dan sejumlah Kepala Urusan (Kaur) Desa Luang Timur serta pihak lainnya, sebagaimana aturan penyaluran dana BLT.
Perlakuan yang dimotori oknum bendahara ini, oleh sejumlah pihak di desa tersebut diduga keluar dari aturan prosedural pendistribusian dana bantuan pemerintah untuk warga ekonomi lemah. Padahal sesuai sumber, yang sebenarnya adalah, penerima manfaat (BLT) harus diundang datang ke Kantor Balai Desa, kemudian disaksikan para staf desa terkait, termasuk pihak Babinsa maupun Babinkamtibmas.
Akan tetapi fenomena tersebut berbanding terbalik dari prosedur itu, sehingga menjadi pertanyaan warga di desa setempat – soal pembagian dana BLT yang dinilai penuh dengan trik dugaan akal-akalan akalan bendara tersebut.
Dilaporkan, bahkan ada penerima manfaat, seperti para janda, dan masyarakat berkebutuhan khusus tidak lagi diberikan dana bantuan pemerintah tersebut.
Informasi yang dilaporkan, ketika aksi pembagian dana BLT yang diduga liar itu tersalur; tiba – tiba mencuat berbagai komplain warga, bahkan sempat terjadi kericuhan akibat ulah bendahara nakal tersebut.
Akibatnya kegiatan penyaluran dana BLT yang diduga liar itu
dihentikan.
Kemudian bendahara dipanggil dan dimintai pertanggungjawaban oleh unsur desa terkait, dalam hal ini oleh Kaur Pemerintahan Desa Luang Timur yang saat ini ditunjuk menjabat posisi Pelaksana Tugas Pemerintah Desa Luang Timur, mengingat karateker desa setempat tidak berada di tempat.
Sebagaimana laporan yang dietahui, dalam pertanggung jawaban dari bendahara itu, dia beralibi bahwa pengeras suara rusak alias tidak berfungsi untuk memberikan informasi kepada warga penerima manfaat. Makanya bendahara mengambil inisiatif sendiri untuk menyalurkan BLT dari rumah ke rumah.
Atas pernyataan Bendahara di hadapan Plt Desa Luang Timur, sejumlah warga desa kemudian mencurigai ada dugaan perihal tak beres dalam proses pembagian dana BLT oleh oknum bendahara tersebut.
“Sungguh alasan bendahara itu tidak masuk di akal,” lapor warga tersebut.
Untuk mengetahui kebenaran laporan warga, maka wartawan media ini menghubungi Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Luang Timur, Serda A Seralurin.

Hasil konfirmasi dengan Seralurin, anggota Babinsa ini mengakui kebenaran laporan warga desa tersebut.
Dalam keterangan Serda A Seralurin, selain dia membenarkan laporan warga Desa Luang Timur, dia pun menyampaikan ketika penyaluran dana BLT oleh bendahara dilakukan pada sore hari/perang menjelang malam hari.
Dan, diakui sempat terjadi ketegangan dan timbul perdebatan bahkan nyaris timbul aksi “Baku pukul’ antar warga. Sehingga kegiatan penyaluran BLT untuk sementara dihentikan sambil mengunggu arahan selanjutnya.
Dan, pada ke-esok-kan harinya baru bendahara desa dipanggil untuk mempertanggung jawabkan kegiatan yang diduga liar tersebut.
Di depan Plt. Pemerintah Desa Luang Timur, bendahara nakal ini beralasan bahwa akibat pengeras suara rusak makanya BLT ini ia mengambil keputusan untuk membagikan dana tersebut dari satu rumah warga ke rumah warga lainnya yang namanya terdaftar dalam data penerima manfaat dana BLT.
Seralurin juga mengakui mempertanyakan kegiatan yang dilakukan bendahara tersebut. Sebab selaku Babinsa, dan rekan-nya dari pihak Babinkamtibmas Desa Luang Timur pun tak mendapatkan pemberitahuan soal penyaluran dana BLT dimaksud.
“Nanti warga desa sudah kacau soal pembagian dana BLT ini baru kami tahu,” ujar anggota TNI AD itu.
Dikatakan, kejadian tersebut terjadi sekitar tanggal 25 Oktober 2024, namun masyarakat baru melaporkan pada 7 November 2024.
Dilain pihak warga desa juga meminta pihak BPMD (Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa) Kabupaten MBD bisa menyikapi fenomena di desa tersebut. Apalagi Kepala Desa Luang Timur yang sudah terpilih hampir dua tahun ini; entah kenapa belum juga dilantik hingga saat ini. Akibatnya, semua sistem pemerintahan desa Luang Timur tak terkontrol dengan baik, bahkan berjalan pincang.
Demikian tambah beberapa warga Desa Luang Timur yang enggan namanya dipublikasi.
Sementara itu, Plt. Kepala Desa Luang Timur, dan pihak bersangkutan belum berhasil dikonfirmasi. (Eky)
