Pilkada Serentak Jadi Cermin Hidup Peradaban Politik di Malra
MediatorMalukuNews.com_ Sebuah ungkapan penuh haru dan pengharpan mendalam disampaikan Melkior Roy Renel, Kepala Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) kepada rekan-rekan Media Center KPU di wilayah tersebut- atas kerja sama yang dinilai luar biasa selama proses pentahapan Pilkada serentak untuk memilih Bupati dan Wakil Bupati Malra serta Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2024 – 2029.
Dalam pernyataannya, Melkior mengaku, perjalanan panjang Pilkada serentak ini bukan-lah tanpa tantangan, melainkan penuh dengan warna yang tak bisa dilupakan. Namun terlepas dari itu, dirinya merasa bangga sebab pesta demokrasi ini sudah berjalan dengan baik; dimana didukung berbagai pihak sehingga berlangsung baik, dan mendapatkan pemimpin baru menahkodai daerah tersebut untuk lima tahun mendatang. Sehingga bilamana ada perihal atau sikap dari pihaknya yang kurang berkenan selama momen tersebut, dimohon maaf
“Selama tahapan berlangsung, mungkin saja melalui tutur kata atau tingkah laku saya, ada yang menyinggung dan melukai hati rekan-rekan, pers (Dan lainnya) saya memohon maaf atas segala kekhilafan,” ucapnya dengan nada tulus kepada awak media, baru-baru ini.
Melkior juga mengungkapkan kebanggaannya kepada semua pihak khusunya terhadap dedikasi tinggi yang ditunjukkan para insan Pers di Malra dan Kota Tual. Sebab
berkat kerja keras para kuli tinta ini, seluruh tahapan Pilkada Serentak dapat terdokumentasi dan terpublikasikan dengan baik kepada masyarakat di kabupaten julukan ‘Larvul Ngabal’ bahkan Provinsi Maluku dan umumnya di tanah air.
“Layaklah jika orang berkata: Mau belajar politik, datang-lah ke Maluku Tenggara,” ujarnya bangga.
Dinamika Pilkada kali ini, kata dia, menjadi cerminan hidupnya peradaban politik di Kabupaten Malra, mulai dari peluncuran tahapan, sosialisasi, pemutakhiran data pemilih, hingga puncaknya pada hari pemungutan dan penghitungan suara, seluruh proses berjalan penuh warna. Bahkan, tantangan besar seperti demonstrasi, ancaman, hingga aksi pengurungan di Kantor KPU selama tiga hari dua malam, menjadi bagian dari dinamika yang menunjukkan kuatnya partisipasi dan antusiasme masyarakat di pesta demokrasi kali ini.
“Pemungutan Suara Ulang (PSU) di beberapa TPS, seperti di Ohoi Mun Ohoiir dan Ohoi Danar Ternate, menjadi bagian dari pembelajaran demokrasi. Semua ini adalah bukti bahwa dinamika politik dan demokrasi di Maluku Tenggara benar-benar hidup,” tuturnya.
Melalui refleksi ini, Melkior berharap warisan ini menjadi sejarah membanggakan dalam perjalanan peta politik di Kabupaten Malra.
“Terima kasih atas semuanya. Semoga kita bisa bertemu kembali di Pemilu dan Pilkada mendatang,” tandasnya.
Pernyataan ini mengingatkan semua pihak, bahwa politik bukan-lah sekadar perebutan kekuasaan, melainkan juga proses pembelajaran dan penguatan demokrasi yang membawa masyarakat menuju kemajuan serta kebaikan bersama.(Al)
