Keuskupan Amboina Rayakan Tahun Yubelium Ordinari 2025 & Persiapan HUT ke-125
MediatorMalukuNews.com_ Uskup Amboina, Mgr.Seno Ngutra mengatakan, tahun 2025 ini pihak Keuskupan Amboina bersama gereja universal se-dunia merayakan tahun yubelium ordinari atau tahun kudus/suci yang ditetapkan sesuai kalender liturgi Gereja Katolik.
Selain itu, pihak Keuskupan Amboina pun sementara mempersiapkan diri menyongsong Yubileum Keuskupan Amboina ke-125, dimana berpatokan dari kehadiran Agama Katolik yang dirintis bangsa Portugis – Santo Fransiskus Xaverius ketika masuk ke daerah penghasil rempah- rempah ini pada era 1500-an, sekaligus juga mempersiapkan Hari Ulang Tahun (HUT) Keuskupan Amboina ke-125 yang jatuh pada tahun 2027, dimana ditandai berdirinya keuskupan ini sejak petapan Prefektur Apostolik Nugini Belanda tanggal 22 Desember 1902 ditambah beberapa perayaan, seperti: HUT episkopal ke-5 Mgr. Seno Ngutra menjabat Uskup Amboina pribumi pertama asal Maluku pada tahun 2027, dan juga perayaan HUT ke-100 tarekat biarawati pribumi Maluku – Maria Mediatrix (TMM) yang didirikan Mgr. Arts.
“Sehingga tahun tersebut menjadi moment berarti bagi Keuskupan Amboina,”
ungkap pemimpin Katolik wilayah Maluku – Maluku Utara dalam jumpa pers bersama sejumlah awak media di Kantor Keuskupan Amboina, Jumat (21/2/2025).
Untuk perihal dimaksud, Uskup Seno Ngutra menguraikan makna, tujuan, serta rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan selama tiga tahun ke depan, terhitung dari 2025 hingga tahun 2027.
Intinya dikatakan, Keuskupan Amboina menyambut Tahun Yubelium Ordinari 2025 diisi dengan semangat pertobatan dan pengharapan, sekaligus mempersiapkan umat yang dipimpinnya menuju perayaan Yubelium Keuskupan Amboina pada tahun 2027 serta beberapa perayaan lainnya.

Dikatakan, makna dan dasar tahun yubelium
berarti tahun kudus atau suci merupakan momentum penting bagi umat Katolik memperoleh indulgensi penuh melalui pertobatan, amal kasih, dan pengampunan atas dosa-dosa yang diperbuat. Sehingga, tiap 25 tahun sekali gereja Katolik di seluruh dunia merayakan tahun yubileum. Sebab ini sudah dijadikan tradisi Gereja Katolik, dimulai sejak tahun 1300, dimana kala itu, untuk pertama kali yubelium dirayakan atas gagasan Paus Bonifasius VIII, dan terus dipertahankan hingga dewasa ini.
Perayaan yubileum atau tahun yobel/yoel, lanjut Uskup, sudah ada sebelum kemunculan gereja perdana. Ini diadopsi dari tradisi Yahudi sebagai simbol berkumpul untuk menyembah Tuhan, sekaligus memohon kepada-NYA melepaskan dosa-dosa sebagaimana termaktub dalam Kitab Imamat 25:10 dan Kitab Yesaya 61: 1-2. Oleh Karena itu, dengan mengusung tema umum: Peziarah Pengharapan atau “Pilgrim of Hope” dalam tahun yubelium 2025 merupakan momentum penting mendapatkan indulgensi penuh atau pertobatan, dan juga pengampunan dosa sebagaimana tertuang dalam “Bulla” Paus Fransiskus “Spes non confundit” yang mengajak seluruh umat memperkuat harapan kepada Yesus Kristus, Sang Pintu Keselamatan menuju surga.
Perihal ini sebagai tanda pembebasan serta pembaruan relasi dengan Tuhan. Apalagi geraja Katolik pun percaya ketika manusia mengakui seluruh dosa yang diperbuatnya secara tulus maka pasti diampuni Allah yang maha berbelas kasih, walaupun dalam praktek perjalanan hidup tiap hari, manusia sering berbuat dosa akibat kerapuhan dan kelemahannya sendiri.
“Tahun 2025 ini seluruh Gereja Katolik laksanakan Yubileum Ordinari. Itu dimulai sejak 24 Desember 2024 dengan pembukaan ‘porta sancta’ atau pintu suci, dan nanti ditutup tahun 2026, tanggal 6 Januari. Dan nanti ‘porta sancta’ dibuka kembali tahun 2050 atau 25 tahun mendatang lagi,” tandas Uskup.
Sementara itu, menyangkut persiapan Yubileum Keuskupan Amboina, kata Uskup, sudah dibuat sebuah tema, yakni: “Gereja Keuskupan Amboina Berziarah dalam Pengharapan Menuju Gereja Mandiri”.
Sehingga, terkait dengan perihal dimaksud, akan dibuat agenda atau sejumlah rangkaian program kegiatan agar terhubung dengan visi misi keuskupan yang dicita-citakan selama ini, sebagaimana sudah dibahas pada tahun 2019 dalam sinode/pertemuan antara para imam dan umat yang mau menjadikan Keuskupan Amboina sebagai keuskupan mandiri di tahun 2043. Dimana visi-nya adalah: “Menuju Keuskupan Amboina yang Mandiri”. Dan misi-nya: “Terwujudnya Gereja Keuskupan Amboina yang Mandiri di Tahun 2043.”
Sehubungan dengan itu, maka untuk rangkaian kegiatan pada tahun pertama (2025), dilakukan kunjungan ke “Porta sancta,” melakukan pertobatan, meminta berkat, berdoa dan berziarah ke sejumlah tempat suci dalam lingkup Keuskupan Amboina, dan karya karitatif.
Dan pada tahun kedua (2026): berfokus pada karya amal kasih, kegiatan perlombaan, serta menyiapkan persiapan Yubileum Keuskupan Amboina ke-125.
Sementara untuk tahun terkahir (2027), akan dilakukan pengembangan iman, kegiatan perlombaan, dilanjutkan dengan penyelenggaraan puncak perayaan Yubelium Keuskupan.
Dikatakan, semua perihal ini intinya bertujuan meningkatkan iman umat melalui pertobatan, doa, ziarah, dan penghayatan hidup kudus. Sekaligus
mendorong tindakan belas kasih dan kegiatan karitatif, mempererat solidaritas, persaudaraan serta militansi iman umat.
Untuk itu, Uskup Seno Ngutra berharap seluruh umat Katolik di wilayah Maluku -Maluku Utara yang berada dibawah naungan Keuskupan Amboina diminta berpartisipasi aktif dalam dalam hal ini sekaligus berpengharapan menuju gereja mandiri dan penuh kasih. (****)
