Gadis Disabilitas Yang Ditemukan 14 Hari Hilang di Hutan Pulau Babar, Butuh Penanganan Medis

IMG-20230615-WA0924

Tepa, MediatorMalukunews.Com – Endergeta Popena, gadis berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas asal Dusun Iwliar, Desa Nakramto, Kecamatan Babar Timur, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) yang dinyatakan hilang selama 14 hari di hutan petuanan dusun tersebut, kini sudah ditemukan dalam kondisi masih hidup dan lemah.

Khabar yang diterima media ini, Kamis (15//6/2023) menyebutkan, sejak menghilang dari kediamannya tanggal 30 Mei 2023 lalu, gadis ini akhirnya baru ditemukan pada Rabu (14/6/2023) sekitar pukul 13.00 wit oleh dua warga pemburu babi hutan.
Penemuan gadis malang ini pun juga tak disangka sebelumnya, sebab dua pemburu, yakni Sosori Teurupun dan Dany Pipiana hendak menelusuri hutan untuk melihat jerat babi hutan yang mereka pasang, namun tiba-tiba mereka mendapati gadis disabilitas dalam kondisi lemas, namun masih hidup.

“Kami menyusuri aliran sungai dan jembatan sepanjang sepuluh meter. Lokasi ini jaraknya kurang lebih enam kilometer arah timur dari Dusun Iwliar. Di sana kami terkejut karena temukan dia (Korban) dalam keadaan terduduk, lemas,” kata dua pemburu tersebut.

Baca juga :   Pasar Ikan Higienis Tiakur Segera Dibangun

Kemudian mereka melaporkan perihal ini kepada warga Iwliar untuk bersama membawa korban ke kediamannya.

Simon Devis dan Mariana Popena, orang tua korban kepada media ini, mengakui anaknya sejak lahir sudah menyandang sebagai anak berkebutuhan khusus. Dan selama dua minggu menghilnag dari rumah tanpa mereka ketahui kemana perginya. Sehingga mereka dan warga dusun terus mencari keberadaannya. Untunglah anaknya bisa ditemukan selamat, walalupun dalam kondisi lemah tak berdaya.

“Pokoknya, kami sebagai orang tua bersyukur kepada Tuham karena anak kami bisa ditemukan, dan kami juga tak lupa berterima kasih kepada warga yang menemukan dan juga semua pihak dari Desa Nahakramto yang terlibat menemukan anak kami,” ujar orang tua korban.

Menjawab media ini tentang penanganan medis dari pihak terkait, kedua orang tua korban mengaku belum ada pihak medis yang datang ke kediamannya untuk memeriksa kondisi kesehatan korban.

“Untuk itu kami berharap ada perhatian medis untuk menangani kondisi kesehatan anak kami,”pinta orang tua korban.

Kepala Dusun Iwliar, Fredy Lussy yang dihubungi media ini terkait upaya penanganan kesehatan warganya ini mengaku akan secepatnya menghubungi pihak medis di tingkat kecamatan untuk menyikapi pemulihan kondisi kesehatan gadis penyandang disabilitas tersebut. (Eky)