Ini Kata Pdt. Koljaan pada Persidangan LXXII Klasis Pulau-pulau Kei Kecil & Kota Tual
MediatorMalukuNews.com_ Persidangan gerejawi sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat Klasis merupakan suatu kegiatan Gerejawi GPM (Gereja Protestan Maluku) yang diimani dituntun oleh Roh Kudus untuk menata layani gereja yang menggumuli seluruh tugas pengurusan pemberitaan Injil dengan berbagai dinamika pelayanan dinamis sesuai konteks, historis dan teologis di GPM – Klasis Pulau-pulau Kei Kecil dan Kota Tual.
Ketua Klasis GPM Pulau-Pulau Kei Kecil dan Kota Tual (KKKT), Pdt. Ny. Iren Koljaan dalam pidatonya pada Persidangan Klasis LXXII di gedung Gereja Sinai Jemaat Taar, Klasis Pulau-pulau Kei Kecil dan Kota Tual, baru -baru ini (9/3-2025) mengatakan, melalui persidangan ini kita percaya gereja terus ada dan bertumbuh melewati tiap tantangan zaman dan memberikan buah untuk kehidupan bersama.
Dikatakan, kasih karunia Allah di dalam Yesus Kristus – dalam persidangan klasis merupakan sistim dan mekanisme organisasi GPM yang mengajak kita untuk mengevaluasi seluruh gerak pelayanan sebagai wujud perjalanan bersama memberitakan karya keselamatan Allah bagi dunia.
Dan, Persidangan Klasis yang dibawah sorotan Tema: “Beritakanlah Tahun Rahmat Tuhan dan Kerjakanlah Keselamatanmu”
itu merupakan forum perencanaan serta evaluasi ber-gereja yang dilakukan setiap tahun dengan tugasnya sebagaimana diatur dalam PP tentang Klasis bab VI pasal 14 tentang Tugas Persidangan Klasis dan Memilih MPK (Majelis Pekerja Klasis) sebagai peserta tetap sidang MPL (Majelis Pekerjaan Lengkap).
“Untuk itu, saya mengajak kita bersyukur karena tahun pelayanan 2024 sekalipun kita diperhadapkan dengan agenda negara yakni pemilihan legislatif maupun kepala daerah, pemilihan Penatua dan Diaken gereja GPM, dan kita dapat menata manajemen program prioritas serta disiplin pengelolaan anggaran serta komitmen dari semua pelayanan dan umat sehingga klasis ini dapat merealisasikan 68 kegiatan dari 103 atau 60,82 persen dengan kategori cukup baik, dapat merealisasikan 13 rekomendasi dari 15 rekomendasi dengan capaian realisasi sebesar 89,29 persen,” kata rohaniwan ini.

Dikatakan, realisasi kegiatan dan rekomendasi memberikan kontribusi capaian pada tiga profil ber-gereja, yakni profil umat sebesar 57,50 persen profil pelayanan 45 persen dan profil lembaga 49,97 persen. Ini memberikan kontribusi bagi capaian 9 prioritas pengembangan Renstra (Rencana strategis) Klasis 49,97 persen dan penetapan APBD Klasis tahun 2024 sebesar
Rp. 3.836.285.904, realisasi pendapatan dan realisasi pendapatan Rp. 3.857.983,851atau 100,5 persen dan belanja Rp.3.752.541.324 atau 97,82 persen saldo 31 Desember 2024 Rp.105.442.527.
Capaian tersebut lanjut Koljaan, membutuhkan komitmen bersama untuk meningkatkan capaian kinerja pelayanan di tahun 2025. Karena itu, perencanaan pelayanan di tahun 2025 perlu dilakukan dengan penuh iman dan optimis bahwa Tuhan Yesus yang adalah Kepala Gereja akan berjalan bersama, dan menyediakan segala yang klasis ini perlukan sehingga klasis ini tak berkekurangan, meski mengumpulkan sedikit dan tak berkelebihan dengan cara dan kerja Tuhan yang hebat dan dahsyat meskipun pemerintah sementara melakukan efisiensi anggaran yang berdampak pada semua aspek kehidupan termasuk gereja.
Pada kesempatan itu, pihaknya juga menyoroti masalah konflik sosial antar kelompok yang masih terus terjadi di Kabupaten Maluku Tenggara dan kota Tual, dimana ditemukan ada kelompok tertentu yang sengaja terlibat pada berbagai konflik, dan begitu anak-anak kita terprovokasi sehingga berdampak korban luka-luka termasuk harta benda bahkan nyawa m, serta merusak tatanan budaya yang dijunjung tinggi masyarakat ‘evav.’
Terkait konflik yang sering terjadi, Koljaan mengaku berbagai upaya telah dilakukan oleh para pelayan, baik melalui pembinaan di gereja, sekolah-sekolah. Dan, telah dilakukan audensi dengan pihak kepolisian. Pun sudah dilakukan pergumulan oleh para pendeta di titik-titik rawan konflik dalam upaya ikut membantu pemerintah,TNI/Polri menciptakan rasa aman di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), namun hingga kini konflik itu kerap terjadi.
Pihaknya juga mengajak umat dan pelayan di klasis ini bersyukur sebab proses pemilihan legislatif maupun pemilihan kepala daerah yang telah berjalan damai, dan bahkan telah menghasilkan para pemimpin terbaik memimpin Kota Tual dan Malra di tahun 2025-2030.
Pihaknya juga meminta satukan hati tinggalkan perbedaan dan memberi dukungan kepada para pemimpin terbaik kita yang Allah telah utus untuk membangun negeri ‘evav’. Berseruh nyaring dengan jujur benar dan adil serta sampaikan suara kenabian untuk menghadirkan shalom Allah di bumi.
“Rangkulah yang terpisah satukan perbedaan dan wujudkan kesejahteraan bagi semua orang sebab untuk itulah kamu di utus sebagai pemimpin, usahakanlah kesejahteraan kota dimana kamu – aku buang dan berdoalah untuk kota itu, sebab kesejahteraan-nya adalah kesejahteraan-mu.
Tingkatkan prinsip keluarga menanam, melaut dan keluarga memasarkan untuk menghadapi krisis pangan, efisiensi anggaran yang berdampak pada peningkatan perekonomian rakyat,” ujarnya.
Selain itu, dikatakan, pihaknya juga mengaku selama ini pelayanan klasis juga ditopang oleh Pemerintah Kabupaten Malra dan Kota Tual dalam acara tersebut.
Klasis juga mendapat bantuan dari Ketua DPRD Propinsi Maluku Benhur Watubun Rp 750 juta untuk pembangunan rumah klasis dan merehab infrarstruktur berupa pastori di sejumlah jemaat di Klasis tersebut.
Hadir dalam acara tersebut, pihak Sinode, Wali Kota Tual, Ahmad Yani Renuat, Wakil Wali Kota Tual ,Amir Rumra dan juga Wakil Bupati Malra, Vialy Rahantoknam serta para Forkopimda dan tamu undangan lainnya.(Al).
