Ini Tanggapan Resmi Pemkot Tual Soal Saweran & Informasi Hoax di Medsos

IMG-20250505-WA0026

Tual, Mediator MakukuNews.Com – Beredarnya video berdurasi singkat di Media Sosial (Medsos) Tik Tok mengenai aksi ‘saweran’ yang diduga dilakoni sosok mirip Wali Kota Tual, A.Yani Renuat, akhirnya ditanggapi resmi pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Tual baru -baru ini.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah (Setda) Pemkot Tual, Chen Ohoiwuy mengklarifikasi bahwa, akun di medsos yang pertama kali mengunggah video sosok mirip orang nomor satu Kota Tual itu, tak jelas, bahkan video singkat tersebut sudah dihapus pihak pengunggah.

Kabag Protokol dan Komunikasi Setda Tual menambahkan, apabila dugaan tersebut benar, hal itu merupakan kejadian biasa. Kendati begitu, pihaknya menyayangkan mengapa isu ini baru diangkat dan disebar luaskan ke renah publik melalui media medsos oleh oknum – oknum tertentu yang disinyalir sengaja ingin menciptakan kegaduhan di tengah masyarakat dengan tujuan menghambat proses pembangunan Kota Tual.

Dalam klarifikasinya, Pemkot Tual juga tegas menepis informasi tak benar yang ditambahkan dalam unggahan beberapa oknum tersebut.
Dikatakan, informasi hoax yang menyebutkan Kota Tual memiliki tingkat inflasi tinggi, angka kemiskinan ekstrim tinggi, serta prevalensi stunting tinggi, semuanya itu tak berdasar.

Baca juga :   Cari Bintang Religi Muda, LASQI Kota Ambon Gelar Audisi

Pemkot Tual, kata dia dengan tegas membantah informasi dimaksud, dan mengingatkan masyarakat tak terprovokasi informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan

Pihaknya juga, mengingatkan, penyebaran informasi hoax yang bersifat provokatif dapat dijerat dengan pasal ujaran kebencian.
Untuk memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat, Pemkot Tual menyampaikan data terkini terkait kondisi ekonomi dan kesehatan di Kota Tual:

” Inflasi: Terkini tercatat sebesar 0,26%, menunjukkan kondisi yang terkendali.

* Angka Kemiskinan Ekstrem: Berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), terjadi penurunan signifikan dari 3,36% pada tahun 2023 menjadi 0,66% pada tahun 2024.

Stunting: Pemerintah Kota Tual telah melakukan upaya penekanan angka stunting sejak awal kepemimpinan Walikota H.A. Yani Renuat dan Wakil Walikota H. Amir Rumra.

Berdasarkan data elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) Kementerian Kesehatan RI, jumlah penderita stunting menunjukkan trend penurunan, yaitu 293 kasus pada bulan Februari, 282 kasus pada bulan Maret, dan terus menurun di bulan April.

Dikatakan, sesuai arahan Wali Kota, Pemkot Tual mengimbau masyarakat tak terpancing isu-isu tak penting, sembari mengajak seluruh elemen masyarakat merapatkan barisan bersama pemerintah membangun kota julukan ‘maren’ ini sesuai harapan bersama.(ES)