Pembersihan Tumpukan Material Sedimen di Sabo Dam Air Kaki Setan, Warga Berterimakasih Karena Tak Terancam Banjir

IMG-20250721-WA0014

MediatorMalukuNews.com_ Sampah dan material sedimen yang selama ini tertumpuk, dan nyaris menutupi jalur aliran air di Bendungan Sabo atau Sabo Dam Wae (Air) Kaki Setan, RT.001/RW.01, Kelurahan Batumeja, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon akhirnya dibersihkan untuk menahan ancaman terjangan banjir atau luapan air memasuki pemukiman penduduk di lokasi sekitar Sambo Dam hingga hilir sungai itu bermuara.

Kegiatan pembersihan tersebut diapresiasi positif warga setempat. Mereka berterimakasih sebab merasa tak terancam banjir.

Pantauan mediatormalukunews.com akhir pekan kemarin (19/7/2025), puluhan pekerja yang dikerahkan pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku diterjunkan membersihkan Sabo Dam Air Kaki Setan akhirnya mampu mengendalikan aliran air yang terhalang sampah dan tumpukan material/ sedimentasi yang sudah sekian lama terendap di sana.

Tumpukan material berupa pasir, kerikil/bebatuan, lumpur, batangan kayu dan berbagai sampah serta material lainnya yang terbawa dari hulu sungai, terlihat ramai-ramai diangkut dan dibersihkan di lokasi tersebut.

Para pekerja yang membawa peralatan kerja terpantau berjibaku mengeluarkan material sedimen yang menjadi halangan.

Baca juga :   Wali Kota Ambon Harapkan Warga Berikan Keterangan Benar kepada Petugas Sensus Ekonomi

Usai pekerjaan dilakukan, beberapa warga di lokasi sekitar mengaku kini luapan air bisa terkendali dengan baik. Mengingat sebelumnya, ketika musim penghujan seperti saat ini, lokasi Sambo Dam Air Kaki Setan tak mampu menahan ancaman laju aliran air serta tingginya tingkat permukaan air yang kerap lolos memasuki pemukiman penduduk, diakibatkan batangangann kayu besar dan material lainnya yang datang dari hulu sungai terkadang menghalangi aliran air.
Perihal ini sering dikawatirkan warga setempat. Apalagi, ketika lebatnya tingkat curah hujan yang terus mengguyur kota julukan manise ini.

“Sebelumnya, katong (Kami) berterimakasih kepada atas pekerjaan ini. Pekerjaan pembersihan Sabo Dam Air Kaki Setan kali ini menurut katong paling bagus, kalau dibandingkan dengan orang yang kerja Sabo Dam ini pada tahun 2019, 2021 dan tahun 2023. Karena tiga kali pekerjaan sebelumnya itu, dong (Mereka) cuma pamiri (Bersihkan) rumput dan buka lubang air saja yang tertutup. Juga, dong tidak angkat sedimen atau gali untuk turunkan gundukan (Pasir, bebatuan sampah, dan lainnya). Jadi tiap musim hujan Katong rasa terancam dan takut kena banjir. Tapi pekerjaan kali ini Katong nilai paling bagus. Jadi katong tidak kuatir,” ujar Rony Hitijaubessy, salah satu tokoh masyarakat yang dituakan di lokasi Air Kaki Setan.

Baca juga :   OJK dan Kantor Perwakilan BI Maluku Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Keuangan kepada 150 Ibu Rumah Tangga dan Pelaku Usaha Mikro Kota Ambon

Lelaki lanjut usia ini mengharapkan, pihak Pemerintah melalui pihak Balai Wilayah Sungai Maluku dapat memperhatikan keselamatan warga yang mendiami lokasi dekat bibir Sabo Dam Air Kaki Setan agar mereka tak terus -menerus merasa terancam ketika musim penghujan tiba, apalagi kini di lokasi bendungan tersebut sudah ada empat titik patahan besar pada badan bendungan itu. Sehingga air sering menerobos masuk. Mengingat ditakutkan sebagian dinding bendungan Sabo Dam itu bakal roboh dan bisa berimbas buruk bagi lingkungan dan rusaknya pemukiman penduduk.

Sementara itu, Kontraktor pelaksana lapangan untuk pekerjaan Sabo Dam Air Kaki Setan, Reinhard kepada media ini di lokasi mengatakan, sebelum melaksanakan kegiatan proyek pekerjaan tersebut, pihaknya lebih awal sudah melakukan pengamatan lokasi kerja. Kemudian pihaknya mempersiapkan peralatan dan para pekerja untuk diterjunkan mengerjakan pekerjaan tersebut.

Dikatakan, proses pekerjaan pengangkatan material sedimen yang mereka lakukan untuk menormalkan aliran air menuju hilir tak ada halangan, semuanya dapat dilakukan dengan lancar. Pekerjaan tersebut dilakukan selama tiga hari, melibatkan puluhan pekerja yang dikoordinir dirinya. (****)