Material Longsor dan Pohon Tumbang di Chek Dam Kopertis Dibersihkan

IMG-20250728-WA0013

MediatorMalukuNews.com _ Material tanah longsor dan pepohonan tumbang yang menutupi bendungan kecil atau Chek Dam Kopertis/ Karangpanjang (Kapan) kini sudah dibersihkan.

Bendungan yang dibangun melintasi sungai kecil di puncak Kecamatan Sirimau, Kota Ambon itu,
dibersihkan dari tutupan material tanah longsor dan sejumlah pohon tumbang pasca terjangan angin kencang disertai hujan deras selama musim penghujan di Kota Ambon belakangan ini.

Sebelumnya, bendungan air Chek Dam Kopertis yang dibangun melintang di tengah sungai berfungsi menahan sedimen dan mengurangi laju aliran air, mencegah pendangkalan sungai, mengendalikan erosi/ sedimen berupa material pasir, kerikil, lumpur yang terbawa aliran air untuk bisa menghindari dampak banjir hingga hilir sungai. Sayangnya, sejak kondisi curah hujan dengan intensitas tinggi menimbulkan tanah longsor disusul sejumlah pohon tumbang menutupi badan bendungan beton itu.

Akibatnya chek dam inipun tak berfungsi normal. Juga, aliran air ikut tak terkontrol di lokasi sekitar. Imbasnya terjadi erosi. Bahkan salah satu bangunan usaha peternakan ayam milik warga yang berdekatan di lokasi chek dam, sebagian ambruk terseret longsor akibat kikisan dari luapan air sungai yang tak terkontrol di wilayah pegunungan itu.

Baca juga :   PT. Indra Karya Konsultan Pengawas Proyek Bendungan Way Apu Pecat Karyawan Tanpa Alasan

Kegiatan pembersihan chek dam ini diapresiasi positif sejumlah warga. Pasalnya, kondisi longsor dan pepohonan tumbang secara sigap dikeluarkan, sehingga tak menjadi hambatan dan aliran air pun kembali stabil.

Pantauan mediatormalukunews.com baru ini, sejumlah pekerja yang dikerahkan pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku berjibaku membersihkan Chek Dam Kopertis/Karpan mengunakan
peralatan kerja yang disediakan, sembari memotong batangan pohon tumbang dan mengeluarkan material longsoran yang menutupi jalur air mengalir. Pekerjaan ini
terlihat cukup sulit dilakukan namun berbekal pengalaman para pekerja di lapangan, kegiatan tersebut berhasil mengendalikan aliran air sungai yang terhalang longsoran tanah serta tumpukan material/sedimentasi dan batangan pohon tumbang.

Sejumlah warga di sekitar lokasi bendungan berterimakasih dengan kegiatan pembersihan lokasi chek dam tersebut.

“Dong (Para pekerja) yang bersihkan ini katong (Kami) boleh bilang akang (itu) bagus. Karena membantu katong di sini. Karena kalau seng (Tak) bersihkan, itu berarti air terus kikis tanah dan bisa longsor lagi,” ujar Melianus Tuka, salah satu warga di lokasi chek dam tersebut.

Baca juga :   OJK Maluku: Aset Perbankan Syariah Capai Rp1,02 Triliun, Potensi Ekonomi Syariah Terus Tumbuh

Dia mengungkapkan, sebelum kejadian tanah longsor yang mengakibatkan pohon tumbang dan menutupi badan chek dam awal Juli 2025, bendungan tersebut dalam kondisi baik-baik saja. Tetapi, ketika hujan deras tiga hari turun tanpa henti, terjadi longsor di bagian permukaan tebing, dimana air sungai mengalir. Longsoran itu kemudian menumbangkan pepohonan dan menghambat laju aliran air. Akibatnya air tak terkontrol lalu mengikis tanah di sekitar lokasi chek dam.

Pria yang juga berprofesi sebagai peternak ayam ini pun mengaku, akibat musibah tanah longsor tersebut, pihaknya mengalami kerugian sebab bangunan usaha peternakan ayam yang berada di sekitar lokasi ‘tanah misi’ itu sebagiannya ikut ambruk.

Dia berharap pihak Pemerintah Daerah (Pemda) pihak Balai Wilayah Sungai Maluku dapat memperhatikan lingkungan sekitar dimana chek dam ini berada. Bila perlu membangun sebuah talud penahan tebing agar dapat melindungi lokasi Chek Dam Kopertis dari terjangan tanah longsor dan robohnya pepohonan rimbun di sekitar wilayah hutan yang masuk dalam wilayah petuanan adat Negeri (Desa) Soya, Kecamatan Sirimau itu.

Baca juga :   Bandara Pattimura Ambon Berbagi Kebaikan Pada Perayaan Natal Dan Tahun Baru

Kontraktor pelaksana lapangan untuk proyek pembersihan Chek Dam Kopertis, Reinhard mengaku, pekerjaan yang ditangani kali ini – medannya cukup berat. Sebab longsoran tanah dari puncak tebing ditambah sejumlah pepohonan tumbang nyaris menutupi permukaan bendungan. Bahkan air mengalir ‘liar’ dan meluap melewati bendungan. Untungnya, para pekerja yang diterjunkan mampu mengatasi kondisi pekerjaan tersebut, sehingga aliran air Vhek Dam Kopertis mengalir kembali normal.

Kata dia, proses pekerjaan dilakukan selama dua hari lebih. Ini berjalan alot dan penuh tanggungjawab. (****)