Poltekes Kemenkes Maluku Mewisuda 53 Lulusan Keperawatan Tual, Tiga Mahasiswa Raih IPK Tertinggi

IMG-20251102-WA0036

MediatorMalukuNews.com_ Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekes Kemenkes) Maluku mewisuda 53 lulusan dari lembaga pendidikan tinggi kesehatan itu bertempat di Bell Room Hotel Villia, Langgur, pusat ibukota Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) Sabtu (1/11-2025).

Ada hal menarik dalam lulusan kali ini sebab tiga mahasiswa dinyatakan lulus dengan nilai terbaik karena meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi dari sejumlah angkatan kelulusannya. Ketiganya antara lain, Nada Syauqi Taqiyyah, Amd.Kep meraih IPK 3,87, disusul
Nasyawaa Syauqi Taqiyyah, Amd. kep dengan IPK3,85 dan
Rachel Renhungan, Amd. Kep meraih IPK 3,86.

Direktur Poltekes Kemenkes Maluku, Dr. Betty A. Sahertian, S Pd M.Kes dalam laporannya pada acara acara wisuda, pelantikan dan pengambilan sumpah lulusan keperawatan Diploma III Program Study Keperawatan Tual
mengatakan, Poltekkes adalan ‘Rumah Basudara’ Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan – Maluku. Lembaga pendidikan kesehatan ini merupakan institusi pendidikan tinggi vokasi yang memiliki komitmen kuat menyiapkan dan mencetak tenaga kesehatan profesional, kompeten dan berkarakter unggul sebagai bagian integral dari sistem pendidikan tinggi kesehatan di Indonesia.

Dikatakan, Poltekes Kemenkes Maluku terus berupaya menjaga relevansi dan mutu pendidikan melalui penguatan kurikulum, peningkatan kualitas dosen dan pengembangan sarana – prasarana pembelajaran yang adaptif terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan.
Olehnya, dengan mengusung semangat ‘Rumah Basudara’ Poltekes Maluku, lembaga ini tak hanya menjadi tempat menuntut ilmu, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter bagi generasi muda Maluku agar tumbuh nilai-nilai persaudaraan, saling menghormati dan gotong royong.

Menurutnya, filosofi ‘Rumah Basudara’ merepresentasikan identitas kolektif colegial masyarakat Maluku yang hidup harmoni dalam kebersamaan, yang kemudian diinternalisasikan dalam budaya akademik kampus sebagai dasar membangun etika profesional, empati dan solidaritas sosial dalam Pelayanan Kesehatan
di Luar Kampus Utama (PSDKU). Nilai-nilai tersebut menjadi landasan penting dalam pelaksanaan pendidikan keperawatan yang kontekstual dengan kebutuhan masyarakat lokal.

Dikatakan, keberadaan PSDKU Tual memperluas jangkauan layanan pendidikan Poltekes Kemenkes Maluku, sehingga putra-putri daerah dapat mengakses pendidikan berkualitas tanpa harus meninggalkan wilayahnya. Dengan demikian, semangat ‘Rumah Basudara’ tak hanya menjadi slogan, tetapi terwujud-nyata dalam harmoni antara kampus, masyarakat dan pemerintah daerah dalam upaya bersama membangun derajat kesehatan masyarakat Maluku yang lebih baik dan berkeadilan.

Baca juga :   PPS se-Kabupaten Malra Selesai Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPSHP

Penyelenggaraan pendidikan sejak mulai beroperasi, program studi Keperawatan Tual, program studi di luar kampus utama Politeknik Kesehatan Kemenkes Maluku. program ini menujukan perkembangan signifikan dalam upaya mencetak tenaga keperawatan propesional, beretika dan berorientasi pada pelayanan kemanusiaan.

Saat ini, program study keperawatan Tual telah memperoleh status akreditasi baik sekali sebagai bukti komitmen terhadap mutu pendidikan dan tata kelola akademik berstandar nasional.
Proses pembelajaran diselenggarakan berdasarkan ‘autcom based educational’ sebagaimana diamanatkan dalam Permendikbud Ristek nomor 53 tahun 2023, dengan total beban studi sebanyak 122 SKS yang ditempuh selama 6 semester.
Sistim ini dirancang mengintegrasikan aspek pengetahuan, ketrampilan dan sikap profesional melalui pembelajaran yang kolaboratif dan reflektif.

Antara pembelajaran di kelas, laboratorium, dan lapangan mahasiswa memperoleh pengalaman klinik dan komunitas di berbagai fasilitas kesehatan dengan bermitra antara lain RSK Karel Sad Suitubun Langgur, RS Hi Noho Maren Tual,RS Hati Kudus Langgur PKM Watdek, PKM Kolser, PKM Ngilngof PKM Tual,PKM Un dan PKM Taar,PKM Ohoitahit PKM Fiditan PkM Tamedan.

Sebagai bentuk penguatan kompetensi dan pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa juga melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di wilayah Ohoidunuhan yang menjadi wahana penerapan ilmu khususnya pada sub paru, pengembangan soft skill, serta pembentukan karakter kepemimpinan dan empati sosial.
Dalam menjamin mutu pembelajaran, tenaga pendidik dan pembimbing klinik di program studi keperawatan tual berasal dari berbagai latar belakang profesional -baik akademis dari berbagai lingkungan Poltekes Kemenkes Maluku maupun praktisi kesehatan dari ‘Rumah Basudara’ Poltekes Kemenkes medan. progam ini kerja sama dengan kedutaan besar Jerman dan goethe-institut. Dengan bangga 1 mahasiswa dari Program Pendidikan (Prodi) Keperawatan Masohi berhasil lolos mengikuti cikal bakal program tersebut.kami berharap kedepan, di Prodi Keperawatan Tual semakin banyak yang bisa ikut dalam program kelas internasional.
tingkat kelulusan ujian kompetensi nasional mahasiswa prodi Keperawatan Tual juga sangat membanggakan, mencapai 88,2%, mahasiswa yang telah lulus UKOM barulah bisa di yudisium untuk diwisuda pada hari ini.jumlah wisudawan dan wisudawati yang diwisudakan pada program studi Keperawatan Tual politeknik kesehatan Kemenkes Maluku tahun akademik 2024/2025 sebanyak 53 orang.

Baca juga :   Unpatti Ambon Kembali Kukuhkan Dua Guru Besar

Sebagai prestasi akademik, tiga lulusan terbaik pada wisuda periode ini adalah:
1.NADA SYAUQI TAQIYYAH,Amd.kep (IPK 3,87)
2. NASYWAA SYAUQI TAQIYYAH Amd.kep (IPK3,85)
3. RACHEL RENHUNGAN ,Amd .Kep (IPK,3,86).
Terbaik I dan II merupakan sudara kembar. Selamat untuk para orang tua lulusan terbaik ini.
Kontribusi dan peluang kerja lulusan saat ini Kementerian Kesehatan RI telah memberikan kesempatan sekaligus tantangan bagi Poltekes Kemenkes se-Indonesia untuk dapat mengirimkan para alumni perawat agar bisa bekerja di Jerman melalui program ‘government to government’ atau G to G pada tahun 2025 sebanyak 1000 orang dan target 2030 adalah sebanyak 5000 orang
Kami telah berupaya mendorong pencapaian ini melalui berbagai kerja sama termasuk dengan daya lima. Saat ini sudah terdaftar sebanyak 90 alumni Poltekes Kemenkes Maluku yang siap berproses untuk bekerja ke Jerman dan 18 alumni untuk bekerja di Jepang. Beberapa diantaranya adalah anak -anak yang hari ini diwisuda. Salah satu persyaratan penting bagi lulusan pendidikan keperawatan agar dapat terserap di dunia kerja, selain ijasah dan legalitas akademik, adalah kepemilikan kompetensi khusus menjadi standar profesional kesehatan. Kompetensi ini menunjukkan kesiapan seorang perawat dalam memberikan pelayanan yang aman, efektif, sesuai kebutuhan masyarakat.

Dalam konteks kebutuhan lapangan kerja saat ini, salah satu kompetensi yang sangat dibutuhkan kemampuan penanganan, politeknik kesehatan Kemenkes Maluku, melalui kegawatdaruratan (emergency care) yang menjadi kualifikasi penting bagi tenaga keperawatan di berbagai fasilitas kesehatan baik di rumah sakit, klinik , maupun layanan gawat darurat masyarakat.
Untuk mendukung pencapaian kompetensi tersebut politeknik kesehatan Kemenkes Maluk melalu lembaga latihan yang telah terakreditasi oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, secara rutin menyelenggarakan pelatihan ‘basic trauma and cardiac life support’ (BTCLS). Pelatihan ini dirancang untuk membekali calon perawat dengan ketrampilan praktis dalam menghadapi kondisi darurat medis, sekaligus memperkuat profesionalisme dan daya saing lulusan di dunia kerja. Oleh karena itu, kami sangat berharap seluruh wisudawan mengikuti pelatihan BTCLS sebagai langkah lanjutan setelah meraih gelar ahli madya keperawatan.

Baca juga :   Kontraktor Santai, Komite & Ortu Disuruh Bersihkan Lokasi Proyek Pembangunan Ruang Guru SDN Wasarily

Bagi para lulusan, kami tengah berupaya agar pelaksanaan pelatihan BTCLS dapat dilaksanakan langsung di Langgur sehingga dapat meminimalisir biaya transportasi dan kebutuhan hidup selama pelatihan.kami juga memohon dengan hormat dukungan dari para orang tua wali untuk mendorong putra putri mereka mengikuti program ini demi memperkuat kompetensi dan kesiapan mereka dalam dan kesiapan mereka dalam menapaki karir sebagai tenaga keperawatan profesional yang tangguh dan berdaya saing di era global.
Kami juga berharap Pemerintah Kabupaten Malra dan kota Tual dapat memberikan dukungan melalui inegrasi program pendidikan keperawatan dalam rencana pembangunan daerah (APBD) guna memajukan Sumber daya manusia kesehatan sebagai ujung tombak pembangunan di kota Tual dan di Malra yang sehat produktif serta berdaya saing,” timpalnya.

Hadir pada acara wisudah tersebut perwakilan Pemerintah Tual dan Kabupaten Malra bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta tamu undangan lainya.(Al)