Menuju Ketahanan dan Swasembada Energi: Peran Pertamina Wujudkan Asta Cita Pemerintah

IMG-20251110-WA0101

BISAKAH Indonesia swasembada energi ? Tidak diragukan lagi ! Sebab, sejak era pemerintahan di tangan Prabowo Subianto sebagai presiden RI ke-8, optimisme menuju mimpi besar itu dipastikan terwujud untuk pemenuhan kebutuhan konsumtif energi nasional di waktu mendatang dengan memperkokoh produksi energi domestik melalui industri hulu migas tanpa campur tangan luar.

Dalam pidato perdana sejak dilantik menjadi orang nomor satu republik ini bersama wakil-nya Gribran Rakabuming Raka dalam forum sidang Paripurna MPR – Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden (Wapres) terpilih periode 2024 – 2029 di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD 20 November 2024, Prabowo sudah lebih awal berkomitmen membangun bangsa menuju ‘Indonesia Emas 2045’ (Usia 100 tahun Indonesia merdeka) melalui berbagai strategi.

Mantan Panglima Komando Khusus (Kopasus) dari kesatuan TNI AD ini sangat lantang menyoroti berbagai persoalan yang ditengarai selama ini menjadi pengganjal Indonesia bangkit menjadi sebuah negara maju. Ia pun menyoroti Sumber Daya Alam (SDA) melimpah ruah di tanah air yang bisa dikelola secara mandiri demi kesejahteraan bangsa tanpa harus bergantung dari pihak luar. Satu diantaranya menyangkut swasembada energi sesuai visi Asta Cita Pemerintah. Itulah mengapa, prioritas untuk meningkatkan ketahanan energi nasional yang juga termasuk di dalamnya memaksimalkan produksi Minyak dan Gas (Migas) mencakup energi terbarukan melalui industri hulu migas, menjadi faktor penting sebagai salah satu modal penyokong mencapai swasembada energi.

Kini, langkah menuju arah itu, di mana ketahanan energi atau kondisi di mana pasokannya tersedia secara stabil, terjangkau dan berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lebih terbuka lebar menuju swasembada energi yang sedang bergerak maju.

Proses menuju puncak impian sedikit demi sedikit mulai terlihat nyata. Bahkan Prabowo optimis sebelum habis masa kepemimpinannya bersama Gibran berakhir empat tahun mendatang, swasembada energi nasional bisa digapai. Alasan ini tentunya didasari potensi ketersediaan sumber energi dalam kandungan perut bumi negara kita sudah ada, tinggal dikelola dengan baik dan tertanggung jawab serta didukung teknologi tepat untuk mengelola energi nasional, sebagaimana ditegaskan Prabowo ketika meresmikan Pembangunan dan Pengoperasian Energi Terbarukan di 15 provinsi dan Peningkatan Produksi Minyak Blok Cepu pada tanggal 26 Juni 2025.

Baca juga :   Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Jamin BBM di SPBU Tersedia

Prabowo membeberkan Indonesia memiliki sumber energi yang luar biasa. Selanjutnya tinggal dikelola secara baik menuju swasembada energi. Bahkan Ia menyatakan optimistisme- nya bahwa target swasembada energi bisa dicapai dalam waktu singkat, mengingat ada cadangan migas negara kita begitu besar. Apalagi ditambah teknologi untuk memproduksinya sudah dimiliki bangsa Indonesia, sehingga bisa mempercepat laju pembangunan sejumlah proyek yang mampu menghasilkan energi untuk kebutuhan nasional tanpa harus bergantung pada impor.

Menyikapi upaya ketahanan migas nasional menuju swasembada energi, peran industri hulu migas dalam hal ini SKK Migas atau Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) atau pihak yang melaksanakan eksplorasi, eksploitasi dan produksi, dalam hal ini Pertamina dan pihak lainnya sangat memainkan peran penting menyokong program pemerintah (Swasembada Migas). Mengapa demikian ? Sebab industri hulu migas menjadi pilar penting menggerakkan roda ketahanan energi nasional mulai dari kegiatan eksplorasi, eksploitasi hingga lifting migas atau produksi.

Tentang Pertamina. Pihak ini menjadi salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sangat memainkan peran strategis melaksanakan eksplorasi, ekploitasi dan produksi migas.

Baca juga :   Ini Daftar 21 Koperasi Open Loop yang Diterima OJK dari Kemenkop

Sebagai perusahaan pelat merah, Pertamina dinilai berperan besar mendukung program pemerintah tersebut. Hal ini bukan tanpa bukti, sebab kinerja BUMN energi ini – dari hulu sampai hilir, sepak terjangnya tidak bisa diragukan lagi. Selama ini Pertamina terpantau selalu men-support upaya yang digalakkan Pemerintah menuju swasembada energi. Mengingat tujuan mencapai swasembada energi menjurus kepada ketahanan energi atau tercapainya pemenuhan kebutuhan konsumtif energi nasional dengan mudah bagi seluruh lapisan masyarakat di pelosok tanah air yang begitu banyak pulau ini, sudah mampu terlaksana dengan baik.

Mengutip pernyataan Direktur Utama (Dirut) PT. Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri sejak dilantik 4 November 2024 menggantikan Nicke Widyawati, Ia menandaskan, pihaknya mendukung penuh Asta Cita Pemerintah mewujudkan swasembada energi nasional.

Perusahaan pelat merah yang dipimpinnya, kata dia, terus berkomitmen memproduksi migas.

Dan, produksi BBM Kilang Pertamina saat ini, lanjutnya, sudah memenuhi hampir 70 persen kebutuhan BBM nasional, bahkan kebutuhan avtur dan diesel 100 persen dipenuhi dari kilang domestik.

Sebagaimana dikutip dari Kompas.Id, Dirut Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri dalam acara Peringatan Satu Tahun Kepemimpinan Prabowo – Gibran di Jakarta, Senin (20/10/2025), mengatakan, Pertamina bersama KKKS Minyak dan Gas Bumi memiliki target mencapai produksi minyak bumi hingga 1 juta barrel per hari dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya untuk pencapaian ketahanan energi dengan menerapkan strategi pertumbuhan ganda (Dual growth strategy). Tentunya Pertamina melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pasokan migas, dan memastikan tercapainya target ketahanan dan swasembada energi sesuai program pemerintah. Apalagi negara kita masih menyimpan banyak potensi migas di perut bumi negeri ini, dimana sebagian besarnya berasal dari Indonesia bagian timur. Dan juga mendorong energi hijau sebagai energi baru untuk masa depan.

Baca juga :   Operasi Zebra Salawaku 2025 di Tual Dimulai

Pada sisi hulu migas, jelas dia, berbagai upaya dilakukan demi mendorong kenaikan produksi migas di lapangan, di antaranya, melakukan pemanfaatan teknologi terkini, serta inisiatif dan intervensi terhadap sumur-sumur eksplorasi untuk menambah balance dan produksi energi. Sehingga pada 2029, Pertamina bersama KKKS Minyak dan Gas Bumi memiliki target untuk mencapai produksi minyak bumi hingga 1 juta barrel per hari. Dan ini adalah modal besar untuk swasembada energi.

Oleh karena itu, Pertamina berkomitmen meningkatkan eksplorasi dan produksi, dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada. Hingga kini, baru sekitar 65 cekungan eksplorasi dan 20 cekungan produksi yang sudah dimanfaatkan di Indonesia dari sekitar 120 cekungan yang ada.

Dari segi keuangan, lanjutnya, Pertamina ikut memberikan kontribusi bagi negara hingga 225 triliun rupiah dalam bentuk pajak, dividen dan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga Juni 2025.

Dikatakan, untuk mengoptimalkan peran badan usaha negara ini, Pertamina terus berbenah dan berinisiatif mendorong kemandirian bangsa melalui kinerja keras mewujudkan mimpi besar bangsa menuju swasembada energi.

(Penulis: Elis Souhuken, Wartawan Mediator Maluku News.Com)