Wakili Bupati, Hadi Longa Lantik Pengurus KEK dan Launching Desa Kreatif Kabupaten Buru Selatan
MediatorMalukuNews.com_ Mewakili Bupati Buri Selatan, La Hamidi, Sekretaris Daerah (Sekda) Hadi Longa melantik Pengurus Komite Ekonomi Kreatif (KEK) dan Launching Desa Kreatif kabupaten setempat.
Kegiatan pelantikan pengurus KEK sekaligus melaunching Desa Kreatif ini dilakukan di Rumah Makan Tafana, Kabupaten Buru Selatan, belum Lama ini (6/12/2025)
Diketahui, pelantikan pengurus tersebut berdasarkan SK Bupati Buru Selatan nomor 500.13/ 2025 untuk masa jabatan 2025 – 2027, dimana kegiatan tersebut melibatkan pihak Dinas Pariwisata yang dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ismidin Booy yang nota bene selaku Reformer.
Diketahui pula, sebagai Ketua KEK adalah Safii Onoly, Wakil Ketua, Linda Ch. Lesnussa dan Sekertaris KEK dijabat oleh La Abu Salim Buton.Dan, ada pun beberapa bidang diantaranya, komunitas pelaku bisnis, pelaku seni, akademisi dan media.
Sekda Hadi Longa yang membacakan sambutan Bupati menyatakan,
pelantikan Pengurus KEK dan Launching Desa Kreatif Kabupaten Buru Selatan merupakan suatu momentum berharga, sebab ini bukan sekadar kegiatan seremonial melainkan merupakan tonggak penting dalam perjalanan pembangunan daerah.
Dikatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru Selatan menegaskan komitmennya untuk terus bergerak maju, berbenah dan berinovasi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat sampai ke pelosok desa.
Kabupaten ini dianugerahi kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) luar biasa, khususnya di sektor kelautan dan perikanan, pariwisata, kebudayaan, serta potensi kreativitas masyarakat yang sangat besar. Olehnya itu, pihaknya tak boleh hanya menjual SDA bentuk mentah, tetapi harus menciptakan nilai tambah melalui industri olahan, jasa pariwisata, produk budaya dan ekonomi kreatif berbasis inovasi masyarakat.
Atas dasar pemikiran tersebut, Pemkab Buru Selatan menetapkan empat desa sebagai Desa Kreatif, yaitu:
Desa Wali, Waefusi,
Labuang dan
Desa Elfule.
Keempat desa ini diproyeksikan sebagai pusat inovasi desa, tempat lahirnya gagasan kreatif, sekaligus motor penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Sehingga pada kesempatan ini, Pemkab Buru Selatan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Plt.Kepala.Dinas Pariwisata, Ismudin Booy selaku reformer yang melalui Diklat Kepemimpinan PIM III telah menggagas aksi perubahan ‘Gerakan Akselerasi Pembentukan Desa Kreatif’ untuk pengembangan ekonomi di kabupaten tersebut.
Gagasan ini sejalan dengan visi besar Buru Selatan sebagai kekuatan ekonomi baru yang bertumpu pada pengelolaan SDA secara berkelanjutan dan inklusif.
Disebutkan, gagasan tersebut tak lagi sebatas konsep, tetapi telah diwujudkan menjadi gerakan nyata melalui penetapan desa kreatif sebagai pionir kebangkitan ekonomi rakyat.
Pemkab Buru Selatan berkomitmen mendukung pengembangan desa kreatif melalui:
Penguatan kelembagaan,
peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), pendampingan Usaha Mikro, Kecil Menengah (UMKM),
Pemanfaatan teknologi digital, pengembangan produk unggulan desa.

“Kami berharap Desa Wali, Waefusi, Labuang, dan Desa Elfule menjadi contoh bagi desa-desa lain untuk bangkit, berinovasi dan mengembangkan keunggulan masing-masing.
Penetapan ini adalah sebuah amanah sekaligus tantangan untuk bekerja lebih keras, memperkuat kolaborasi dan menjaga semangat gotong royong,” jelasnya.
Dikatakan, kreativitas dan kebersamaan merupakan kekuatan Kabupaten Buru Selatan. Jika desa maju, maka daerah pun ikut melesat maju.
Untuk itu, pelantikan pengurus KEK ini sebagai lembaga strategis mitra pemerintah dalam
mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif, mendorong inovasi dan kreativitas masyarakat, memperkuat kolaborasi lintas sektor,
menggerakkan pembangunan berbasis potensi lokal.
“Kepada pengurus yang baru dilantik, saya berharap dapat melaksanakan tugas secara profesional, penuh dedikasi dan kreatif. Jadilah jembatan antara pemerintah, masyarakat, pelaku UMKM, pelaku ekonomi kreatif, serta seluruh pemangku kepentingan lainnya,” ingatnya.
Akhirnya, peluncuran Desa Kreatif dan Pengukuhan KEK Kabupaten Buru Selatan dilakukan, dilanjutkan pengukuhan ditandai dengan pemukulan gong oleh Sekda Buru Selatan, Hadi Longa mewakili Bupati.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pariwisata, Ismudin Booy mengatakan, demi kemajuan daerah tercinta, di era digital saat ini, cara semua pihak bekerja dan menjalankan usaha harus berubah.
“Kita tak bisa lagi hanya mengandalkan cara-cara lama. Media sosial dan teknologi digital bukan sekadar alat hiburan, tetapi harus kita jadikan sebagai sarana utama untuk bekerja, memasarkan produk, dan memperluas pasar usaha rakyat.
Sebagai contoh sederhana, sebuah rumah makan yang selama ini tutup jam 12 malam, seharusnya tak berhenti melayani pelanggan hanya karena jam operasional tutup. Dengan digitalisasi, rumah makan tetap bisa menerima pesanan dari rumah melalui media sosial dan aplikasi digital,” ujarnya.
“Proses produksi, menu dan pelayanan dapat kita tampilkan secara digital, sehingga masyarakat bisa memesan kuliner tanpa harus datang langsung.
Ke depan, sistem pemesanan ini juga akan kita upayakan agar terintegrasi dengan layanan transportasi lokal, seperti ojek, kendaraan darat hingga transportasi laut agar produk yang dipesan bisa sampai ke pelanggan dengan cepat dan aman,” tambahnya.
Menurutnya, inilah transformasi ekonomi desa yang dicita-citakan: orang tak lagi harus memasang papan jualan, cukup dari rumah, dengan kreativitas, mereka dapat menghasilkan pendapatan.
“Ekonomi kreatif telah menjadi tulang punggung penciptaan lapangan kerja dan penopang ekonomi keluarga di Kabupaten Buru Selatan.
Para pelaku UMKM kecil telah berjuang menghidupi keluarga, membuka peluang kerja, serta menjaga perputaran ekonomi daerah, meskipun di tengah keterbatasan fiskal. Namun fakta yang harus kita jujur akui adalah masih banyak pelaku usaha yang: Belum memiliki legalitas usaha,
belum memahami manajemen keuangan,
belum menguasai pemasaran digital,
belum terhubung dengan akses perbankan dan pembiayaan seperti KUR. Di sinilah peran pemerintah daerah menjadi sangat penting:
melindungi, membina dan menumbuhkan ekonomi rakyat agar menjadi pelaku usaha kreatif mandiri, kuat dan berdaya dalam membangun ekonomi kreatif. Kita tidak bisa bekerja sendiri. Karena itu, kita mengembangkan konsep kolaborasi lima unsur utama pembangunan, yaitu:
Akademisi,
Dunia usaha,
Pemerintah daerah,
Regulasi,
Masyarakat,” jelas Plt. Kepala Dinas Pariwisata ini.
Kelima unsur ini, lanjut dia, harus duduk bersama, bergerak bersama dan mengambil peran masing-masing dalam membangun pondasi ekonomi daerah.
“Untuk itu, kami juga melibatkan tenaga ahli dari Provinsi Maluku, yaitu Dr. Rais Patilo, sebagai bagian dari tim ekonomi kreatif. Keterlibatan beliau bukan hanya memenuhi unsur administrasi reformasi birokrasi, tetapi sebagai bentuk komitmen nyata untuk mendorong kemajuan ekonomi daerah secara profesional dan terarah,.
Kami juga memahami kondisi fiskal daerah belum ideal. Namun dari tempat ini, kami menyampaikan harapan besar kepada DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah agar ekonomi kreatif dijadikan sebagai prioritas pembangunan. Karena sektor ini terbukti mampu menjawab:
Pengangguran generasi muda, keterbatasan lapangan kerja formal,
tantangan ekonomi masa depan,” jelasnya.
“Berdasarkan hasil survei terhadap 50 responden, sebanyak 90 persen memberikan tanggapan positif terhadap gerakan percepatan pembentukan desa kreatif. Ini menunjukkan bahwa masyarakat siap, tinggal bagaimana kita memfasilitasi dan membimbing.
Sebagai bentuk keseriusan Pemkab Buru Selatan, telah diterbitkan sejumlah kebijakan strategis, antara lain:
SK Tim Kerja Internal,
SK Penetapan Tim Teknis, SK Penetapan Desa Kreatif, Peraturan Kabupaten tentang Desa Kreatif,
Penetapan ruang ekonomi kreatif daerah,
Penguatan sektor ekonomi kreatif daerah,
digital branding ekonomi kreatif Kabupaten Buru Selatan. Brand ekonomi kreatif ini nantinya akan kita patenkan sebagai hak Kekayaan Intelektual Kabupaten Buru Selatan, sehingga dapat digunakan secara sah oleh para pelaku usaha dan dicantumkan pada seluruh produk lokal sebagai identitas ekonomi kreatif daerah,” timpalnya.
Plt.Lepala Dinas Pariwisata ini mengajak
semua pihak terutama pengurus KEK harus jadikan ekonomi kreatif bukan sekadar program, tetapi sebagai gerakan perubahan.
Gerakan untuk bangkit, mandiri, dan sejahtera.
Usai kegiatan yang dilakukan ini, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepada pengurus oleh Sekda mewakili Pemerintah Daerah Buru Selatan kepada Ketua Komite KEK, Safii Onoly, dan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama.
Sebagaimana diketahui, selain dihadiri Sekda Kabupaten Buru Selatan, hadir pula Plt. Sekretaris Bappeda,
Kepala Dinas Kesehatan,
Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Waesama,
para Kepala Desa (Kades)
Pelaku UMKM,
Reformer Ismudin Booy, beserta tim,
Pengurus Komite Ekonomi Kreatif yang baru dilantik,
rekan-rekan Organisasi Kepemudaan (OKP) dan para undangan lainnya.
(yanto)


