Hasil Tanam Jagung Perdana di Mornateng SBB Hasilkan 8 Ton, Warga Jemaat Diharapkan Termotivasi

IMG-20260112-WA0006

MediatorMalukuNews.com_ Setelah sejumlah lokasi di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) giat menggerakkan program ketahanan pangan dengan menaman jagung maupun padi gogo, di lain pihak warga jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Desa Mornateng, Kecamatan Taniwel, Kabupaten SBB pun digerakkan untuk melancarkan program penanaman jagung. Akan tetapi program tersebut bukan-lah bagian dari program ketahanan pangan yang digerakkan pihal lain, melainkan program pemberdayaan warga jemaat setempat.

Penanaman perdana jagung di Desa Mornateng itu dilakukan tanggal 18 Juni 2025, berlokasi di Dusun Sasia, dimana luas lahan yang dipakai untuk lahan tanam jagung itu sekitar 6 hektar. Dan, panen jagung perdana sudah dilakukan pada tanggal 15 Oktober 2025 lalu.

Salah satu sumber dari warga jemaat setempat yang ditemui akhir pekan kemarin (10/1/2026), mengaku, hasil penanaman jagung perdana berupa jagung kering pipil sebanyak 8 ton. Sehingga hasil panen perdana ini dinilai berhasil. Untuk itu, diharapkan dengan adanya antusiasme warga jemaat terhadap hasil panen perdana ini maka warga jemaat diharapkan termotivasi untuk mengembangkan pertanian, lebih khusus untuk tanaman pokok yang satu ini.

Baca juga :   Paud Angkasa Lanud Dominicus Dumatubun Wisuda 19 anak Didik

Sumber yang enggan mempublikasikan namanya di media ini menyebutkan, kegiatan tersebut sinergis dengan penyuluh pertanian dan juga mendapat support Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM).

Sumber menandaskan, antusiasme warga jemaat menyokong program ini sangat baik, mengingat mulai dari penanaman sampai panen, mereka terlibat aktif. Olehnya itu, diharapkan pada panen kedua di tahun 2026, penanaman jagung ini terus berkembang dan memperoleh hasil lebih banyak lagi.

Dikatakan, program ini dilakukan untuk pemanfaatan lahan kosong dan pemberdayaan ekonomi jemaat setempat.
Dan, dalam kegiatan penanaman tersebut sebanyak 6 sektor unit pelayanan GPM – Jemaat Mornateng terlibat. Dan, untuk penanaman yang kedua ini sudah berlangsung di awal Januari 2026.(Nicko Kastanja).