OJK Maluku Ajak Media Jadi Duta Literasi Keuangan Hingga Pelosok Desa

oplus_0

MediatorMalukuNews.com-  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku mengajak insan pers untuk tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi edukator dan duta literasi keuangan bagi masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan dan daerah terpencil.

Ajakan tersebut disampaikan Kepala OJK Provinsi Maluku, Andi Muhammad Yusuf dalam kegiatan Edukasi dan Training of Trainess Media Massa Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia, yang berlangsung di Kantor OJK Provinsi Maluku, Kamis (15/1/2026).

Menurutnya, kolaborasi antara OJK dan media sangat strategis dalam memperluas jangkauan edukasi dan sosialisasi sektor jasa keuangan, mengingat luasnya wilayah kepulauan Maluku yang memiliki tantangan geografis tersendiri.

“Kami berharap insan media tidak hanya menduplikasi informasi, tetapi ikut terlibat langsung sebagai edukator literasi keuangan bersama OJK dan sektor jasa keuangan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan, indeks literasi keuangan nasional berada di angka sekitar 65 persen, sementara inklusi keuangan mencapai 87 persen. Meski tergolong cukup baik secara nasional, kondisi di wilayah Indonesia Timur, termasuk Maluku, masih menghadapi tantangan besar.

Baca juga :   Pertamina Patra Niaga Bersama Instansi Lintas Sektoral Pantau Langsung Penyaluran BBM Subsidi di Kota Ambon

Di Provinsi Maluku sendiri, terdapat enam kabupaten yang masih tergolong daerah tertinggal. Selain itu, baru sekitar 70 persen kecamatan yang memiliki kantor lembaga jasa keuangan, sehingga masih ada sekitar 30 persen wilayah yang belum terjangkau layanan keuangan formal.

“Kondisi ini meningkatkan risiko masyarakat terjerat investasi ilegal, pinjaman online ilegal, dan berbagai bentuk penipuan keuangan,” jelasnya.

Dalam konteks perlindungan konsumen, Andi menegaskan bahwa tugas OJK bukan sekadar kewajiban kelembagaan, melainkan juga panggilan hati dan panggilan jiwa.

Ia menyebutkan, sejak 2017 hingga kini, kerugian masyarakat akibat investasi ilegal secara nasional mencapai ratusan triliun rupiah, bahkan menimbulkan dampak sosial serius bagi korban.

Pada awal Januari 2026, OJK mencatat kerugian masyarakat akibat penipuan keuangan dan kejahatan digital hampir mencapai Rp95 triliun, sementara tingkat pemulihan dana korban masih di bawah 20 persen.

“Oleh karena itu, pencegahan melalui literasi keuangan menjadi kunci utama, dan di sinilah peran media sangat dibutuhkan,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, insan media dibekali berbagai materi, antara lain: Pengenalan fungsi dan tugas OJK, Produk dan layanan jasa keuangan, Perlindungan konsumen, Waspada investasi ilegal dan pinjaman online ilegal, Pemanfaatan kanal pengaduan OJK melalui Kontak 157 dan website resmi.

Baca juga :   Hampiri Kades Wasarily, Sekdes Amoral Cek Rencana Pemberhentian

Ia berharap, media dapat menyebarluaskan informasi ini secara berkelanjutan hingga ke tingkat desa, sehingga masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik dalam mengelola keuangan, termasuk pengelolaan utang dan perencanaan keuangan keluarga.

“Kami ingin literasi keuangan tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga berkualitas dan merata di seluruh Provinsi Maluku,” katanya.

Ke depan, OJK Maluku berkomitmen melaksanakan kegiatan edukasi keuangan secara berkelanjutan di seluruh 11 kabupaten dan kota di Maluku dengan melibatkan media dan berbagai lapisan masyarakat.

Menutup sambutannya, Andi Muhammad Yusuf berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh di lapangan.

“Semoga kolaborasi OJK dan insan media ini menjadi kekuatan bersama dalam melindungi masyarakat dan meningkatkan literasi keuangan di Maluku,” pungkasnya. (MMN)