Jalan Lingkar Pulau Sermata Rusak Parah, Wakil Rakyat MBD Jangan Tutup Mata

Oplus_131072

MediatorMalukuNews.com_Masyarakat yang mendiami Kecamatan Pulau Luang – Sermata, Kecamatan Mdona Hyera, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) memohon perbaikan ruas jalan lingkar di pulau itu yang kini rusak parah, khususnya ruas jalan yang menghubungkan Desa Mahaleta ke Desa Rotnama hingga Desa Pupuliora dan Regoha (Pulau Sermata) kepada pihak-pihak terkait di kabupaten bertajuk ‘kalwedo’ itu untuk disikapi.

Bahkan, mereka meminta wakil rakyat asal Pulau Luang -Sermata, MBD jangan tutup mata dan tutup telinga mendengar permohonan masyarakat setempat.

Persoalannya, pengguna ruas jalan di wilayah itu mengaku kondisi jalan lingkar ini sangat mempengaruhi arus mobilisasi
barang dan jasa yang juga imbasnya turut menggangu keberadaan
perekonomian masyarakat setempat.

Informasi yang diperoleh, di pulau kelahiran Ketua DPRD MBD As Tunay itu, ruas jalan lingkar digusur sejak tahun 2019 ketika memasuki momen Pilkada. Sayangnya, hingga kini kondisi jalan tersebut tak lagi tersentuh APBD Kabupaten MBD. Akibatnya infrastruktur publik ini rusak parah dan dikeluhkan oleh masyarakat. Pasalnya, ruas jalan lingkar ini sangat dibutuhkan untuk aktivitas masyarakat.

Baca juga :   Wawali Tual Lantik 402 PPPK Tahap II

Salah satu warga Pulau Sermata, pulau terjatuh di kecamatan kepulauan itu, dalam laporannya mengatakan terjebak akibat lumpur kerika melakukan perjalanan ke Desa Rotnama untuk tugas mengajar sebagai guru di SMP Satap Desa Rotnama.

Salah satu warga Desa Mahaleta yang juga melalui akun WhatsApp melaporkan, ruas jalan Mahaleta ke Desa Rotanama sangat menyengsarakan warga bila mereka bepergian menggunakan kendaraan bermotor melintasi ruas jalan lingkar menuju desa-desa sekitar atau ke pusat ibukota kecamatan setempat.

Dia mengungkapkan ketika musim kemarau warga yang melintasi sepanjang ruas jalan itu mandi debu akibat jalan belum diaspal sebagaimana layaknya.
Sebaliknya, pada musim penghujan warga pengendara kendaraan roda dua mandi lumpur akibat banyak kubangan menganga di samping kiri kanan ruas jalan.

Kata dia, fenomena ruas jalan ini berdampak buruk bagi aktivitas masyarakat karena kondisi infrastruktur tersebut memprihatinkan akibat tak ada perhatian serius pemerintah daerah.

Senada dengan itu, salah satu warga Desa Romkisar, Obed Nego Delly yang menghubungi wartawan Mediator Maluku News baru-baru ini menuturkan, sebenarnya ruas jalan lingkar ini sangat dibutuhkan masyarakat, sayangnya tetapi keberadaan ruas jalan tersebut kini kondisinya memprihatinkan. Bukan saja itu, kondisi jalan yang buruk kerap kali banyak terjadi kecelakaan hingga menelan korban.

Baca juga :   Pertamina Patra Niaga Dorong Pendidikan Berbasis Lingkungan Ajak PAUD Sadar Lingkungan Sejak Dini

Oleh karena itu, sebagai masyarakat kecil, dia meminta perhatian para wakil rakyat di DPRD dan Pemerintah Daerah Kabupaten MBD secepatnya menyikapi penderitaan masyarakat di kecamatan yang berkategori Tertinggal, Terjauh, Terdepan atau 3T itu.

“Jangan sampai ada kepentingan politik untuk mau duduk di DPRD baru datang buat janji-janji manis. Lalu habis kepentingan politik, terus lupa dengan janji-janji kepada masyarakat,” kesal warga desa tersebut.(Gys)