Bank Indonesia Maluku Perkuat Ekonomi Syariah melalui Program Halal, Edukasi, dan Digitalisasi

oplus_0

Ambon, MMN- Bank Indonesia terus mendorong penguatan ekonomi dan keuangan syariah di daerah melalui berbagai program kolaboratif bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pemerintah daerah, hingga perguruan tinggi.

Hal ini diakui  Athufail Araafi Soeripto salah satu  Narasumber pada  materi Ekonomi dan Keuangan Syariah.

Salah satu upaya nyata dilakukan melalui penyelenggaraan berbagai event literasi dan edukasi, termasuk program yang bertujuan mengakselerasi pemahaman masyarakat terhadap ekonomi syariah dan digitalisasi sistem keuangan.

Dalam pengembangan ekonomi syariah, Bank Indonesia juga mendorong digitalisasi melalui berbagai inovasi, seperti pengembangan aplikasi wakaf digital dan penguatan ekosistem keuangan syariah.

Selain itu, Indonesia juga aktif memperkuat perannya di tingkat internasional dengan bergabung dalam berbagai organisasi global serta membangun kelembagaan ekonomi syariah di tingkat nasional.

Di tingkat daerah, khususnya Provinsi Maluku, Bank Indonesia telah menjalankan berbagai program strategis, antara lain:

Sertifikasi halal UMKM secara gratis bekerja sama dengan lembaga terkait

Edukasi dan literasi ekonomi syariah kepada masyarakat

Pengembangan program wakaf produktif, termasuk bantuan seperti hidroponik

Baca juga :   Pertumbuhan Ekonomi Maluku 2024 Melampaui Nasional,  OJK Targetkan Akselerasi di 2025

Forum diskusi dan pelatihan bagi pelaku usaha dan media

Kegiatan event ekonomi syariah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi

Program-program ini bertujuan memperkuat kapasitas pelaku usaha sekaligus meningkatkan daya saing produk halal dari Maluku.

Konsep gaya hidup halal tidak hanya terbatas pada umat Muslim, tetapi bersifat inklusif dan universal. Prinsip utama dalam ekonomi syariah adalah halalan thayyiban, yaitu sesuatu yang halal sekaligus baik.

Artinya, produk tidak hanya halal dari sisi bahan dan proses, tetapi juga memberikan manfaat dan kebaikan bagi masyarakat luas.

Gaya hidup halal mencakup berbagai aspek kehidupan, antara lain:

Makanan dan minuman halal

Modest fashion (busana sopan)

Pariwisata ramah muslim

Keuangan syariah

Kosmetik halal

Media dan hiburan

Pariwisata ramah muslim merupakan konsep yang memberikan kenyamanan bagi wisatawan muslim tanpa mengubah budaya lokal.

Konsep ini bersifat terbuka dan dapat dinikmati oleh semua kalangan, dengan menambahkan fasilitas seperti makanan halal dan tempat ibadah.

Salah satu sektor yang kini berkembang pesat adalah kosmetik halal. Masyarakat diimbau untuk tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga memperhatikan kandungan dan sertifikasi halal produk.

Baca juga :   Wujud Nyata CSR Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Merauke Dukung Pemberdayaan Kelompok Wanita Papua

Produk yang telah memiliki sertifikat halal umumnya lebih terjamin dari sisi keamanan bahan dan proses produksi.

Menariknya, saat ini sertifikasi halal juga mulai diterapkan pada berbagai produk lain seperti pakaian, sepatu, hingga produk rumah tangga.

Meskipun pertumbuhan ekonomi syariah terus meningkat, literasi masyarakat masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, Bank Indonesia terus menggelar sosialisasi dan edukasi agar masyarakat lebih memahami manfaat ekonomi syariah.

Dengan berbagai program yang dijalankan, Bank Indonesia berharap ekonomi syariah di Maluku dapat berkembang pesat dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (MMN)