Hehanussa : QRIS Memiliki Manfaat dan Tips Keamanannya 

oplus_0

Ambon, MMN- Perkembangan sistem pembayaran non tunai di Indonesia terus menunjukkan peningkatan signifikan seiring dengan digitalisasi ekonomi.

“Sebagai bank sentral, Bank Indonesia memiliki peran penting yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2004 yang telah diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK),” kata Roynald O. Hehanussa dalam pemaparannya terkait sistem pembayaran digital dan perlindungan konsumen, Senin (13/4/2026).

Bank Indonesia bertugas menjaga stabilitas nilai rupiah, mengatur kebijakan moneter, serta memastikan kelancaran sistem pembayaran, baik tunai maupun non tunai.

Dalam sistem pembayaran, terdapat dua jenis utama yaitu:

1. Pembayaran Tunai

Menggunakan uang fisik seperti uang kertas dan koin yang masih umum digunakan masyarakat.

2. Pembayaran Non Tunai

Meliputi:

Kartu ATM/debit

Kartu kredit

Uang elektronik (e-money)

Mobile banking dan dompet digital seperti OVO, GoPay, dan DANA

QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) merupakan standar kode QR nasional yang diluncurkan oleh Bank Indonesia pada 17 Agustus 2019 dan berlaku secara nasional sejak 1 Januari 2020.

Baca juga :   Indosat Ooredoo Hutchison Manfaatkan AI untuk Hadang Spam dan Scam, Lindungi Ratusan Juta Masyarakat Indonesia

Sebelum adanya QRIS, setiap penyedia layanan pembayaran memiliki kode QR masing-masing, sehingga menyulitkan transaksi lintas aplikasi. Kini, dengan QRIS, satu kode QR dapat digunakan untuk semua aplikasi pembayaran.

Jenis QRIS:

QRIS Statis: Nominal pembayaran diinput oleh pengguna

QRIS Dinamis: Nominal otomatis muncul, meminimalkan kesalahan transaksi.

QRIS memiliki berbagai keunggulan, antara lain:

Universal: Bisa digunakan semua aplikasi pembayaran

Mudah: Transaksi cukup dengan scan QR

Untung: Lebih efisien dan praktis

Langsung: Transaksi real-time

QRIS juga mendukung transaksi lintas negara dan dapat digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat.

Manfaat QRIS bagi Pelaku Usaha (Merchant)

Penggunaan QRIS memberikan banyak keuntungan bagi pelaku usaha, seperti:

Meningkatkan penjualan (cashless lebih diminati)

Mengurangi biaya pengelolaan uang tunai

Tidak perlu menyediakan uang kembalian

Transaksi langsung masuk ke rekening

Terhindar dari risiko uang palsu dan pencurian

Pencatatan transaksi otomatis dan rapi

Jenis Layanan QRIS

Beberapa jenis layanan QRIS yang berkembang antara lain:

QRIS MPM (Merchant Presented Mode)

QRIS CPM (Customer Presented Mode)

Baca juga :   Pemkot Ambon Fokus Perbaiki Ketepatan Penyaluran Bantuan Sosial Berbasis Teknologi Digital

QRIS TTM (Tap to Mobile)

QRIS Antar Negara

QRIS TTS (Tanpa Tatap Muka)

Tips Keamanan Transaksi QRIS

Bagi Merchant:

Simpan kode QR di tempat aman dan mudah diawasi

Jangan meminjamkan QRIS ke pihak lain

Lindungi QR dengan bahan seperti akrilik atau kaca

Segera lapor jika QR hilang atau rusak

Pahami cara penggunaan QRIS

Pastikan notifikasi transaksi diterima sebelum menyerahkan barang

Bagi Pengguna: Ikuti petunjuk pembayaran dari merchant, Periksa detail transaksi di aplikasi, Pastikan nama merchant sesuai, Hindari transaksi jika ada kejanggalan.

Dengan meningkatnya penggunaan transaksi digital, masyarakat juga diimbau untuk lebih waspada dan memahami sistem pembayaran agar terhindar dari penipuan.

Bank Indonesia terus mendorong penggunaan QRIS sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi digital serta memberikan perlindungan kepada konsumen. (MMN)