Pemkot Tual Beri Perhatian bagi SMPN 13, Kepsek: Dewan Guru Siap Genjot Kualitas Pendidikan

Oplus_131072

MediatorMalukuNews.com_ Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 13 Kota Tual, Nathalie Rengier mengaku setelah bertugas di Kota Tual kurang lebih setahun, tak lama kemudian dia dilantik menjabat posisi Kepsek di sekolah yang dia pimpin saat ini, disusul adanya pembangunan gedung SMPN ini.

“Oleh karena itu, sebagai kepala sekolah, saya bersama dewan guru SMP Negeri 13 menyampaikan ucapan terimakasih kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Tual yang sudah memberikan perhatian penuh bagi SMP Negeri 13 Tual,” ujar Rengier akhir pekan kemarin.

“Selama kurang lebih satu tahun kami sekolah siang. Kami pinjam SD Negeri 34 sebagai tempat kami melaksanakan proses belajar- mengajar. Namun kini lewat bantuan Pemerintah Kota (Pemkot) Tual, sudah memberikan kepada kami satu buah gedung baru dengan tiga ruangan. Maka saya bersama dewan guru di sini optimis siap menggenjot kualitas pendidikan di SMP Negeri 13.
Kami bersyukur meskipun gedung baru ini hanya tiga ruangan tapi kami akan memanfaatkanya ini sebaik mungkin untuk melaksanakan proses belajar mengajar,” timpal kepsek bersahaja ini.

Baca juga :   Wali Kota Tual Serahkan Bantuan kepada Siswa/i Kurang Mampu Kecamatan Toyando Tam

Selain itu, lanjut Kepsek, yang menjadi kebutuhan mendesak di SMP Negeri 13 saat ini adalah MCK atau toilet dan lainnya, karena itu, diharapkan bilamana Pemkot terutama Dinas Pendidikan Kota Tual berkenan, maka sangat diharapkan supaya anggaran perubahan nanti, seyogianya bisa mengalokasikan sedikit dana bagi pembangun sarana pendidikan tersebut untuk dipergunakan oleh para siswa dan para guru yang bertugas.

Rengier pun mengaku kalau saat ini jumlah peserta didik di sekolah yang dia pimpin sudah mencapai 62 orang siswa ditambah para guru sebanyak 20 orang. Namun diakuinya masih terdapat kekurangan guru atau tenaga pendidik.

Selain proses belajar mengajar di sekolah, lanjut Kepsek, para siswa juga bakal diajak untuk setiap hari Sabtu manfaatkan pekarangan sekolah yang masih kosong untuk merubah cara berpikir para siswa untuk bercocok tanam.

“Sedangkan untuk meningkatkan kualitas anak didik, para guru juga kita ajak supaya tidak sekedar jadi pengajar tetapi juga bisa jadi pendidik,” ungkap Kepsek yang akrab disapa ibu Nathalie ini.(Al)