Pemkot Tual Sosialisasi Pemanfaatan Pekarangan Melalui ‘Urban Farming’

IMG-20260624-WA0017

MediatorMalukuNews.com_ Pemerintah Kota (Pemkot) Tual baru -baru ini (22/6/2026) menggelar Sosialisasi Pemanfaatan Pekarangan Rumah Melalui ‘Urban Farming’.
Kegiatan ini berlangsung di
di ruang rapat TPID Kantor Wali Kota Tual, dan
menghadirkan narasumber Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung Ir. Gin Ginanjar, M.Eng, serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang Endang S. Setyawulan.

Wakil Wali Kota Tual Amir Rumra yang mewakili Wali Kota A.Yany Renuat pada acara pembukaan kegiatan tersebut mengatakan, urban farming merupakan solusi krusial, mengingat luas daratan Kota Tual hanya 1,33 persen dari total wilayah, sisanya 98,67 persen lautan.

“Potensi lahan pertanian sangat sempit, ditambah alih fungsi lahan untuk pemukiman dan sarana umum. Urban farming lewat pemanfaatan pekarangan lahan sempit/kosong jadi strategi memperkuat kemandirian pangan keluarga, edukasi siswa, dan ekonomi masyarakat,” ujar Amir Rumra.

Kegiatan ini dihadiri pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, Tim Penggerak PKK, masyarakat, sekolah, dan tokoh agama.

Dikatakan, Pemkot Tual akan mengoptimalkan program melalui pembekalan teknis dan pendampingan lapangan berkelanjutan, serta dukungan stimulant bibit dan kompos.

Baca juga :   Polres Tual Rakor Linsek Operasi Mantap Praja 2024 Jelang Pilkada Serentak

Model yang diadopsi fokus pada Pekarangan Pangan Lestari/P2L. Tekniknya meliputi vertical garden, hidroponik, pot, polibag, dan media tanam ramah lingkungan.
Hasil panen diarahkan untuk program Pemberian Makanan Tambahan/PMT lokal guna cegah stunting, sekaligus menekan inflasi dengan mengalihkan konsumsi sayur keluarga dari pasar ke panen mandiri.

Amir Rumra mengapresiasi kehadiran narasumber dari Bandung dan Semarang yang dinilai sukses mengembangkan urban farming.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Ketahanan Pangan Kota Tual dan CSR Perusahaan Fatnim atas kolaborasi ini.

Di akhir sambutan, Amir menyebut Kota Tual 2026 meraih juara Terbaik I Pengendalian Inflasi wilayah Maluku-Nusa Tenggara pada Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi. Deviasi inflasi Kota Tual tercatat 1,021, terendah secara nasional. Capaian ini berkat kerja efektif TPID Kota Tual.

Pemkot mendorong penataan desa, RT, dan dusun dengan lingkungan bersih serta pekarangan termanfaatkan menjelang agenda Sail Indonesia, MPL-GPM, Lomba Desa Tingkat Provinsi Maluku, dan Program Indonesia.(Al)