Kredit Perbankan Maluku Tumbuh 5,84 Persen, OJK Dorong Pembiayaan UMKM dan Ekonomi Syariah

IMG-20260812-WA0121

AMBON, MMN-  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku mencatat pertumbuhan kredit perbankan di Maluku terus menunjukkan tren positif dan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi daerah yang mencapai 5,31 persen.

Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, mengatakan pertumbuhan kredit menjadi salah satu faktor yang dapat menopang aktivitas ekonomi di daerah, terutama melalui peningkatan pembiayaan kepada masyarakat dan pelaku usaha.

“Kalau tadi pertumbuhan ekonominya 5,31 persen, pertumbuhan kreditnya juga sejalan. Pertumbuhan kredit ini bisa menjadi salah satu penopang untuk membantu pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku,” ujar Haramain saat kegiatan Maluku Bastori bersama insan pers di Kota Ambon, Rabu (12/8/2026).

Ia menjelaskan, secara struktur, perekonomian Maluku masih banyak ditopang sektor pertanian, kehutanan, perikanan, perdagangan, konsumsi rumah tangga, serta industri pengolahan.

Di sisi lain, sektor penyediaan akomodasi dan makanan-minuman juga menunjukkan pertumbuhan cukup tinggi. Hal ini sejalan dengan semakin berkembangnya usaha restoran dan kuliner di Provinsi Maluku.

Dana Pihak Ketiga Tumbuh 1,51 Persen

Dari sisi penghimpunan dana, Haramain menyebut Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di Maluku tumbuh sekitar 1,51 persen. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan tabungan.

Baca juga :   Wali Kota Ambon Resmi Lantik Raja Negeri Urimessing

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pertumbuhan perbankan yang relatif sehat karena masyarakat masih memiliki kecenderungan menyimpan dana dalam bentuk tabungan maupun deposito.

Namun, persaingan untuk memperoleh dana pihak ketiga saat ini semakin ketat. Perbankan harus mempertimbangkan biaya dana, khususnya ketika menawarkan suku bunga deposito yang lebih tinggi.

Karena itu, perbankan dinilai perlu terus meningkatkan basis nasabah tabungan dan memperluas layanan keuangan kepada masyarakat.

OJK Fokus Dorong Kredit UMKM

Haramain menegaskan OJK Maluku bersama industri perbankan terus mendorong peningkatan penyaluran kredit kepada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Saat ini, pertumbuhan kredit UMKM tercatat masih berada di kisaran 0,78 persen, sehingga diperlukan sinergi antara OJK, perbankan, pemerintah daerah, Bank BPD, maupun lembaga terkait lainnya untuk memperluas akses pembiayaan.

“Bagaimana kita mendorong pembiayaan UMKM, karena UMKM ini yang lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan tentu saja bagi perekonomian di provinsi ini,” katanya.

Haramain menyebut kredit mikro, khususnya pembiayaan dengan nilai di bawah Rp100 juta, menunjukkan pertumbuhan sekitar 6,25 persen. Kondisi tersebut menjadi peluang untuk terus memperkuat pembiayaan bagi pelaku usaha mikro.

Baca juga :   OJK Kembali Raih Predikat Badan Publik Informatif 2024

Menurutnya, penguatan pembiayaan UMKM menjadi penting karena sektor tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat dan penciptaan lapangan usaha.

Potensi Ekonomi Syariah di Maluku Masih Besar

Selain perbankan konvensional, OJK Maluku juga melihat potensi besar pada sektor perbankan syariah.

Haramain mengatakan pertumbuhan perbankan syariah di Maluku relatif lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan perbankan secara nasional. Hal ini menunjukkan masih terbukanya ruang yang besar untuk mengembangkan pangsa pasar ekonomi dan keuangan syariah di daerah.

Karena itu, OJK terus mendorong industri perbankan untuk memperluas layanan dan pembiayaan syariah, sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan syariah.

“Market bank syariah di Provinsi Maluku ini potensinya masih sangat besar. Bahkan pertumbuhannya lebih tinggi daripada pertumbuhan secara nasional,” ungkapnya.

Pasar Modal dan Sektor Keuangan Terus Dipantau

Di luar sektor perbankan, OJK Maluku juga terus memantau perkembangan pasar modal dan industri jasa keuangan lainnya.

Haramain menegaskan, pertumbuhan sektor jasa keuangan harus terus diarahkan agar memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca juga :   Gubernur Maluku Jajaki Kemitraan Strategis dengan ASDP, Perkuat Konektivitas Laut Antar Pulau

OJK bersama seluruh pemangku kepentingan akan memperkuat sinergi untuk memastikan pertumbuhan kredit, penghimpunan dana, pembiayaan UMKM, ekonomi syariah, serta sektor jasa keuangan lainnya dapat berjalan seimbang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Maluku.

Dengan pertumbuhan ekonomi Maluku yang mencapai 5,31 persen, OJK berharap intermediasi perbankan semakin optimal sehingga sektor keuangan mampu menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah. (MMN)