OJK Maluku Catat Aset LKM dan Nasabah PNM Meningkat, Pembiayaan Perusahaan Leasing Melambat

oplus_0

AMBON, MMN- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku terus memantau perkembangan industri jasa keuangan nonbank di daerah, mulai dari pasar modal, lembaga keuangan mikro (LKM), perusahaan pembiayaan, hingga industri asuransi.

Kepala Kantor OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan pertumbuhan industri jasa keuangan tetap terjaga dan mampu mendukung perekonomian Maluku.

Haramain menyebutkan, perkembangan pasar modal di Provinsi Maluku juga terus dipantau, termasuk aktivitas perusahaan sekuritas yang beroperasi di daerah. Dari sisi industri keuangan mikro, jumlah aset LKM tercatat mengalami peningkatan dan menunjukkan pertumbuhan positif.

Pembiayaan Kendaraan Mengalami Perlambatan

Berbeda dengan LKM, kinerja perusahaan pembiayaan di Maluku mengalami sedikit penurunan. Kondisi tersebut, menurut Haramain, tidak terlepas dari tren nasional yang menunjukkan perlambatan pembiayaan kendaraan bermotor.

“Kalau kita lihat tren nasional, pembiayaan kendaraan roda dua maupun roda empat juga tumbuh melambat. Ini mempengaruhi pertumbuhan pembiayaan perusahaan pembiayaan,” jelas Haramain, kepada media di Kantor OJK Maluku, Rabu (12/8/2026).

Baca juga :   Tangguh dan Mandiri : Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Tahan Tahan, PTBI 2025 Digelar

Menurutnya, sektor pembiayaan kendaraan roda dua dan roda empat selama ini menjadi salah satu segmen utama yang dibidik perusahaan pembiayaan. Karena itu, perlambatan pertumbuhan kredit kendaraan secara nasional turut memberikan dampak terhadap kinerja perusahaan pembiayaan di daerah.

OJK Maluku akan terus mencermati perkembangan tersebut dan melihat langkah yang dapat dilakukan industri pembiayaan untuk menjaga pertumbuhan di tengah perubahan tren pasar.

Nasabah PNM di Maluku Terus Bertambah

Sementara itu, untuk PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Haramain menyampaikan bahwa jumlah nasabah mengalami peningkatan.

Meski demikian, dari sisi pertumbuhan pembiayaan, terjadi sedikit perlambatan. Kondisi tersebut menjadi perhatian OJK agar peningkatan jumlah nasabah dapat diikuti dengan pertumbuhan pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan.

PNM dinilai memiliki peran penting dalam memperluas akses pembiayaan kepada pelaku usaha mikro dan masyarakat yang membutuhkan dukungan permodalan.

Premi Asuransi Tumbuh, Klaim Juga Meningkat

Di sektor industri asuransi, Haramain menyebutkan pertumbuhan premi menunjukkan kinerja yang cukup baik, baik pada asuransi jiwa maupun asuransi umum.

Baca juga :   Kredit Perbankan Maluku Tumbuh 5,84 Persen, OJK Dorong Pembiayaan UMKM dan Ekonomi Syariah

Namun, pada saat yang sama, nilai klaim juga mengalami peningkatan. Kondisi ini menjadi bagian yang terus dipantau OJK untuk memastikan industri asuransi tetap tumbuh secara sehat.

“Untuk asuransi jiwa, premiumnya tumbuh baik, begitu juga asuransi umum. Tetapi total klaim juga meningkat,” ujar Haramain.

Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas masyarakat dalam memanfaatkan produk perlindungan asuransi masih memiliki ruang yang cukup besar untuk ditingkatkan.

OJK Maluku akan terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan, sehingga semakin banyak masyarakat memahami manfaat produk asuransi dan layanan jasa keuangan lainnya.

Haramain menegaskan, penguatan sektor jasa keuangan nonbank menjadi bagian penting dalam memperluas akses pembiayaan dan perlindungan keuangan masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku. (MMN)