Investor Muda Maluku Tumbuh Signifikan
Ambon, MMN- Pertumbuhan investor di Maluku menunjukkan tren yang menggembirakan. Dalam periode Januari hingga pertengahan tahun 2026, jumlah investor mengalami peningkatan yang signifikan.
Hal ini disampaikan Plt. Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Maluku dan Maluku Utara, Rahma Artika Salampessy kepada awak media di Hotel Bitz Ambon, Senin (24/8/2026).
Generasi muda menjadi kelompok yang mendominasi pertumbuhan investor saham di Maluku.
Berdasarkan kelompok usia, investor saham di Maluku paling banyak berasal dari kelompok usia 18 hingga 25 tahun, dengan komposisi sekitar 38 persen.
Selanjutnya, kelompok usia 26 hingga 30 tahun serta kelompok usia produktif lainnya juga memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan investor pasar modal.
Menurut Rahma, dominasi generasi muda menjadi sinyal positif bagi perkembangan pasar modal di Maluku.
Kemudahan transaksi digital, pembukaan rekening secara online serta nominal investasi yang semakin terjangkau menjadi faktor utama meningkatnya jumlah investor dari kalangan pelajar dan mahasiswa.
Dari sisi profesi, investor pasar modal di Maluku dan Maluku Utara masih didominasi oleh karyawan swasta.
Kelompok pelajar dan mahasiswa juga menjadi salah satu kontributor terbesar dalam pertumbuhan jumlah investor.
Rahma menjelaskan, perubahan sistem transaksi menjadi serba digital membuat generasi muda semakin mudah mengakses pasar modal.
“Dulu transaksi masih dilakukan secara manual dan proses pembukaan rekening membutuhkan berbagai tahapan. Sekarang semuanya semakin mudah dan dapat dilakukan secara digital,” jelasnya.
Sementara itu, di wilayah Maluku Utara, jumlah investor pasar modal telah mencapai sekitar 73.960 investor, sedangkan jumlah investor saham berada di kisaran 19.594 investor.
Pertumbuhan investor tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap instrumen investasi pasar modal terus meningkat.
BEI Maluku dan Maluku Utara juga terus mendorong pemerataan literasi pasar modal hingga ke berbagai kabupaten dan kota.
Saat ini, penyebaran investor saham masih terkonsentrasi di sejumlah wilayah perkotaan, termasuk Kota Ambon yang menjadi salah satu pusat aktivitas pasar modal di Maluku.
Sekitar 51 persen investor saham di Maluku masih terkonsentrasi di Kota Ambon.
Karena itu, BEI terus berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pemerintah daerah, perguruan tinggi dan sekolah untuk memperluas edukasi investasi hingga ke daerah-daerah.
BEI Maluku dan Maluku Utara juga mencatat pencapaian positif terhadap target program kerja tahun 2026.
Target penambahan investor pasar modal yang ditetapkan sebanyak sekitar 52.000 investor baru telah mengalami perkembangan positif, bahkan pencapaiannya telah melampaui target yang ditetapkan.
Selain itu, target penambahan enam Galeri Investasi baru juga telah terealisasi.
Dalam bidang edukasi, BEI menargetkan sebanyak 127 kegiatan edukasi pasar modal sepanjang tahun 2026. Namun hingga pertengahan tahun, jumlah kegiatan yang telah dilaksanakan telah mencapai sekitar 174 kegiatan.
Kegiatan tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan OJK, pemerintah daerah, perguruan tinggi, sekolah dan berbagai komunitas.
Sementara itu, jumlah masyarakat yang mengikuti kegiatan edukasi dan sosialisasi pasar modal juga telah mencapai sekitar 8.000 peserta, melampaui target awal yang ditetapkan.
Rahma berharap pertumbuhan investor di Maluku dan Maluku Utara dapat terus meningkat seiring dengan semakin luasnya akses informasi dan edukasi mengenai pasar modal.
BEI juga mengingatkan masyarakat agar memahami instrumen investasi sebelum mengambil keputusan untuk berinvestasi.
Peningkatan jumlah investor, khususnya dari kalangan generasi muda, diharapkan dapat menjadi modal penting dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
Dengan dukungan teknologi serta kolaborasi bersama berbagai pihak, BEI Maluku dan Maluku Utara optimistis pasar modal dapat semakin dikenal dan diakses oleh masyarakat hingga ke seluruh kabupaten dan kota. (MMN)

