Festival Benteng Nieuw Victoria Dapat Apresiasi Positif Pemkot Ambon

IMG-20260909-WA0016

MediatorMalukuNews.com_ Festival Benteng  Nieuw Victoria yang baru saja dilaksanakan di Kota Ambon untuk memeriahkan HUT Kota Ambon ke-451 ternyata mendapat apresiasi positif berbagai pihak termasuk pihak
Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon. Bahkan festival ini diharapkan dapat berlangsung setiap tahun di kota julukan ‘Manise’ ini.

“Tolong sampaikan kepada Menteri agar kegiatan ini bisa terus dilaksanakan,” ujar Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena pada penutupan Festival Benteng  Nieuw Victoria di Lapangan Merdeka ,Selasa (8/9/2026).

Menurut Wali Kota Festival Benteng Nieuw Victoria memiliki nilai strategis karena tak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang edukasi publik untuk mengenal sejarah dan warisan budaya yang dimiliki Kota Ambon.

Wali Kota pun memberikan apresiasi kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Maluku yang kembali menggelar Festival Benteng Nieuw Victoria setelah sebelumnya dilaksanakan pada 2024.

Dikatakan, masih adanya  masyarakat yang belum memahami secara mendalam keberadaan sejumlah situs bersejarah di Kota Ambon, termasuk Benteng Nieuw Victoria.
Karena itu, kegiatan ini dinilai penting dalam upaya  menghidupkan kembali ingatan kolektif masyarakat, khususnya generasi muda Maluku.

Baca juga :   Konferda AMGPM Daerah Seram Barat XI, Sekda SBB Harap Momen Ini Jadi Wadah Pembinaan Kader dan Perumusan Arah Gerak Organisasi

“Festival ini mengingatkan kita semua bahwa ada begitu banyak sejarah dan budaya yang mesti terus kita kenal, kita jaga, dan kita lestarikan,” ungkapnya.

Orang nomor satu Kota Ambon pun  menyoroti kekayaan seni dan budaya yang berkembang di Kota Ambon.
oleh sebab itu, Ambon menjadi ruang pertemuan berbagai kebudayaan dari seluruh wilayah Maluku dan daerah lainnya.

Disampaikan, keberagaman tersebut dapat dilihat melalui berbagai pertunjukan seni, tarian tradisional dan penampilan sanggar budaya yang ikut meramaikan festival.

“Ambon adalah pertemuan semua. Sanggar- sanggar dari berbagai daerah hidup dan berkembang di kota ini. Mau menampilkan tarian dari mana pun silahkan, yang penting kita sama-sama melestarikan dan menjaga budaya yang kita miliki,” jelasnya.

Bagi Wali Kota, keberadaan sanggar seni dan komunitas budaya memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan mengembangkan kebudayaan daerah.
Karena itu, pemerintah daerah didorong terus membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, komunitas seni, pelaku budaya, masyarakat dan sektor swasta agar kekayaan budaya Maluku tak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga dapat berkembang menjadi sebuah kekuatan sosial dan ekonomi.

Baca juga :   Direktur Utama Jasa Raharja Hadiri Peresmian Terminal Tipe A Pakupatan oleh Presiden Jokowi

Wali Kota juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan karnaval budaya serta rangkaian kegiatan lainnya yang melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
untuk itu , keterlibatan UMKM dalam kegiatan budaya ini menunjukkan bahwa kegiatan kebudayaan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan ekonomi kreatif.

“Di dalam ekonomi kreatif ada musik, ada UMKM dan berbagai sektor lainnya. Ini yang sementara Pemerintah Kota Ambon kembangkan untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif,” jelasnya.

Mantan Sekretaris Dewan Provinsi Maluku ini menegaskan, pengembangan ekonomi kreatif menjadi salah satu langkah penting untuk membuka peluang usaha UMKM.
Penutupan festival tidak hanya menandai berakhirnya rangkaian kegiatan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap sejarah, kebudayaan, keberagaman seni, serta potensi ekonomi kreatif di Kota Ambon.(****)