Dana Desa Menyusut, Bodewin Wattimena Minta Pemerintah Desa Cari Sumber Pendapatan Baru

oplus_0

AMBON,  MMN – Penurunan alokasi dana desa menjadi perhatian Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena.

Ia meminta kepala desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) mencari peluang pendapatan baru agar pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan di tengah keterbatasan anggaran.

Hal itu disampaikan Bodewin saat peresmian anggota BPD  Desa Negeri Lama, Desa Poka dan Desa Wayame di Kota Ambon, Senin (12/10/2026).

Ia menegaskan, kondisi anggaran yang semakin terbatas menuntut pemerintah desa untuk lebih kreatif dalam mengelola potensi wilayahnya.

Menurut Bodewin, sejumlah desa yang sebelumnya memperoleh alokasi dana lebih dari Rp1 miliar, bahkan mencapai sekitar Rp2 miliar, kini menghadapi penurunan anggaran yang cukup signifikan. Di beberapa desa, alokasi yang diterima disebut hanya berkisar Rp200 juta hingga Rp300 juta lebih.

Padahal, kebutuhan masyarakat terus bertambah. Perbaikan jalan lingkungan, pembangunan saluran drainase, dan penanganan banjir merupakan sejumlah pekerjaan yang membutuhkan dukungan anggaran.

“Karena itu, kepala desa dan BPD mesti bisa melihat potensi yang dimiliki, kemudian merumuskannya untuk meningkatkan perekonomian di desa masing-masing,” ujar Bodewin.

Baca juga :   4 Tahun Maluku Manggurebe, Bersama - Sama Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan 

Ia menilai, setiap desa memiliki potensi yang dapat dikembangkan sesuai kondisi wilayahnya. Potensi tersebut perlu dikelola secara serius agar mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memberikan kontribusi bagi pendapatan asli desa.

Namun, upaya meningkatkan pendapatan desa harus dibarengi dengan kerja sama yang baik antara kepala desa dan BPD. Bodewin mengingatkan agar kedua unsur tersebut tidak terjebak dalam perbedaan kepentingan yang justru menghambat pembangunan.

Ia menegaskan, BPD bukan lawan kepala desa, melainkan mitra yang memiliki peran penting dalam mengawasi dan menyeimbangkan jalannya pemerintahan desa.

“Duduk bersama, bicara baik-baik, dan selesaikan masalah dengan baik. Yang paling penting adalah memastikan kebutuhan masyarakat terlayani,” tegasnya.

Bodewin juga meminta kepala desa dan BPD segera menyelesaikan persoalan yang muncul di tengah masyarakat. Menurutnya, masalah yang dibiarkan berlarut-larut berpotensi mengganggu stabilitas dan menghambat pelayanan publik.

Selain itu, ia mengingatkan pemerintah desa agar menjalankan pelayanan secara adil, tanpa diskriminasi, serta menjaga kerukunan masyarakat sebagai bagian dari pembangunan Kota Ambon yang inklusif, toleran, dan berkelanjutan.

Baca juga :   OJK Maluku Dorong Investasi Reksa Dana dan Literasi Keuangan di Kampus

Di tengah keterbatasan anggaran, Bodewin turut mendorong masyarakat menghidupkan kembali budaya gotong royong melalui kerja bakti rutin. Partisipasi warga dinilai penting untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mendukung pembangunan di wilayah masing-masing.

Ia berharap anggota BPD Negeri Lama yang baru diresmikan dapat menjalankan amanah dengan baik, memperkuat komunikasi dengan kepala desa, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Bagi Bodewin, tantangan pembangunan desa tidak cukup dihadapi dengan mengandalkan anggaran pemerintah. Diperlukan kolaborasi, inovasi, dan kemampuan menggali potensi lokal agar perekonomian masyarakat tetap tumbuh dan pelayanan publik berjalan optimal. (MMN)