KM Sabuk 104 Kotor dan Bau, Diduga Bisnis Oknum ABK Diutamakan di Atas Kapal Ketimbang Penumpang
MediatorMalukuNews.com_ KM. Sabuk Nusantara 104 yang melayari rute pulau-pulau di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan pulau-pulau sekitarnya hingga ke Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terlihat kotor dan kurang terawat, bahkan mengeluarkan bau busuk menyengat hidung. Fenomena ini memunculkan spekulasi sejumlah penumpang bahwa bisnis oknum Anak Buah Kapal (ABK) lebih diutamakan di atas kapal itu ketimbang pelayanan dan kenyamanan penumpang.
Kondisi tersebut cukup menggangu aktivitas pelayaran penumpang yang menggunakan moda transportasi laut tersebut.
Padahal kapal ini seharusnya selalu bersih sehingga memberikan kesan nyaman bagi para penumpang.
Pantauan wartawan media ini ketika mengikuti rute pelayaran kapal Sabuk 104 baru -baru ini tujuan Pulau Moa – Luang – Sermata, terlihat kondisi kapal jorok karena berbagai jenis sampah dan kotoran lainnya berserakan dimana-mana. Bahkan sampah dibiarkan menumpuk begitu saja oleh Anak Buah Kapal (ABK), sehingga bau busuk tak bisa dihindari, terutama di bagian WC dan kamar mandi. Di dua lokasi tersebut, tak ada penanganan kebersihan yang layak sehingga bau kotoran manusia dan bekas urine menyengat hidung. Bahkan aromanya sangat menggangu kenyamanan penumpang.
Sejumlah penumpang menduga oknum-oknum ABK atau oknum pengendali di atas kapal ini lebih mengutamakan bisnis pribadi ketimbang pelayanan dan kenyamanan para penumpang.
Di lain pihak, para pedagang, terutama penjual sayur dan buah-buahan dibiarkan bebas berkeliaran menggelar dagangan dibatas kapal. Ini berjalan mulus lantaran ada dugaan uang setoran masuk ke kantong pribadi oknum yang punya otoritas di atas kapal.
Di lain pihak, para pedagang tak mempedulikan sisa dagangannya yang rusak usai berjualan. Sehingga
aroma tak sedap menyebar di atas kapal, Akibatnya bau busuk melebar kemana-mana membuat penumpang marah-marah sebab merasa tak nyaman.
Terkait Persoalan ini, sejumlah penumpang meminta pimpinan pihak pengelola atau Nahkoda Sabuk Nusantara 104 menerapkan aturan yang lebih mengutamakan kenyamanan dan keselamatan penumpang, bukan sebaliknya mengutamakan pedagang atau oknum-oknum yang punya kepentingan bisnis pribadi di atas kapal.
“Kita minta kalau boleh pihak pengelola menertibkan para pedagang di atas kapal khususnya mereka yang jual sayur, bawang, buah-buahan dan lainnya,” tandas Gay,
salah satu penunjang kapal perintis itu.
Dikatakan, selain buah, sayur-sayuran, bawang ditumpuk pada lorong lorong kapal menyebabkan pergerakan penumpang di atas kapal terhalang.
Selain itu, penumpang minta pengelola kapal memperbaiki blower atau pendingin ruang tidur penumpang karena panas dan menyebabkan penumpang tak nyaman dalam pelayaran.
“Jangan hanya mau mengambil uang atau subsidi kapal perintis tapi tidak memperhatikan kebersihan kapal,” ungkap salah satu penumpang yang engan nama-nya dipublikasikan.
Penumpang ini berharap KM Sabuk 104 pun bersih seperti kapal Penumpang atau kapal perintis lainya, supaya pemandangan itu tak terlihat seperti pada era beberapa dekade lalu.
Sementara itu, pihak PT.Pelni Cabang Saumlaki yang disebut -sebut sebagai pihak pengelola KM.Sabuk Nusantara 104 belum berhasil dikonfirmasi terkait persoalan dimaksud. (gys)
