Pembukaan Lahan Tanam Padi Gogo di Dusun Melati SBB Dikoordinir Ali Isa

IMG-20251228-WA0034

MediatorMalukuNews.com_ Pembukaan lahan untuk program ketahanan pangan di Dusun Melati, Desa Waisala Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dikoordinir Ali Isa, salah satu warga setempat.

Pembukaan lahan ini sedianya untuk menanam Pagi Gogo di daerah tersebut.

Pembukaan lahan ini didukung faktor historis yang kuat, yakni Dusun Melati di tahun 1980-an dikenal sebagai lumbung Padi Gogo.

Ali Isa dalam keterangannya di lokasi pembukaan lahan, akhir pekan kemarin (20/12/2025) menyatakan, untuk membuka lahan dan mengembangkan kebun ketahanan pangan di Dusun Melati, maka dibentuk Kelompok Tani Berkah I Berkah II dan Berkah III dengan jumlah anggota sebanyak 50 orang.
Untuk pembukaan lahan ada dua titik yaitu lokasi 1 dengan potensi 5-6 hektar, dan lokasi 2 seluas 8 hektar. Tetapi saat ini lokasi 1 lahan yang sudah dibongkar sekitar 3- 4 hektar belum tergarap semua.

Direncanakan, para anggota Kelompok Tani atau Poktan akan bekerja membuka lahan pada setiap Rabu dan Jumat pada setiap minggu.
Tanaman yang ditanam adalah tanaman umur panjang dan tanaman umur pendek, tetapi untuk lokasi yang dibuka ini akan ditanam tanaman umur panjang yakni agung dan Padi Gogo.

Baca juga :   Oknum Guru SMP 1 Kairatu Diduga Lakukan Kasus Amoral dengan Murid

“Memang sejarahnya di Dusun Melati ini, di jaman dulu Kita punya lahan Padi Gogo, dan itu sangat terkenal. Oleh karena itu, Saya sebagai koordinator dengan Pak Suhardy dan Pak Abdul Majid sebagai ketua kelompok punya niat dan rencana untuk mengembalikan sejarah itu.” beber Ali Isa.

Lelaki ini pun menyatakan sangat bersukur dengan respon Pemerintah Daerah dibawah komando Bupati Mansur Tuharea, dimana beliau sudah melakukan lobby – lobby luar biasa ke Pemerintah Provinsi Maluku dalam hal ini, Gubernur Maluku sudah merespon perihal dimaksud, dan itu sungguh luar biasa.

Dikatakan, dengan program Ketahanan Pangan ini, berarti pihaknya pun secara tak langsung mendukung program Pemerintah Kabupaten SBB, dimana salah satu visi misinya adalah di bidang agro marine, yaitu pertanian dan kelautan. Olehnya, Ali Isa mengharapkan kiranya bantuan Pemerintah Daerah berupa alat pertanian. Pasalnya, saat ini anggota kelompok tani masih menggunakan cara tradisional dan manual untuk mengolah lahan pertanian.

“Kita perlu mendapat perhatian yang pertama itu alat berat, untuk membuka lahan, yaitu eksevator karena ada pohon – pohon yang besar dan mungkin juga alat – alat lainnya untuk mendukung program pertanian ini Dusun Melati.” urainya.

Baca juga :   Nahkoda KM.Sabuk Nusantara 87 Apresiasi Kinerja Syahbandar dan KPPP Pelabuhan Koroing, Calon Penumpang & Pengantar Tertib

Dikatakan, untuk kebutuhan bibit, pihaknya membutuhkan untuk tanaman jangka pendek itu Padi Gogo, Jagung dan Sayuran, untuk tanaman jangka panjang: Cengkih Hutan, Pala dan Coklat.

Ketua kelompok Berkah I, Suhardy melalui keterangannya meminta kalau boleh pembagian bibit bisa dipercepat, mengingat saat ini sudah memasuki musim tanam. Selain itu, Ia juga meminta bantuan Jaring / Waring untuk mengatasi hama babi hutan.

Di lain pihak, Ketua Kelompok Tani Berkat II, Abdul Majid meminta bantuan bibit dan Chain Saw atau gergaji untuk penebangan pepohonan di lokasi lahan pertanian.(Nicko Kastanja)