Kondisi Pustu Desa Wasarily Memprihatinkan, Pemda MBD Harus Sikapi ini
MediatorMalukuNews.com_ Kondisi bangunan Pusat Kesehatan Masyarakat Pembantu (Pustu) di Desa Wasarily, Kecamatan Wetang, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) kini terlihat memprihatinkan.
Pasalnya, kondisi bangunan yang dipakai untuk melayani kesehatan masyarakat di wilayah kepulauan terluar itu, selain sudah terlihat kusut termakan usia, bangunan inipun terlihat kurang terurus sehingga dibutuhkan campur tangan Pemerintah Kabupaten MBD menyikapinya untuk membangun gedung baru atau sekurang-kurangnya merenovasi sarana kesehatan tersebut.
Pasalnya, bangunan pustu Itu sudah berdiri sejak tahun 1993 silam dimana MBD masih dibawah Pemerintahan Kabupaten Maluku Tenggara.
“Bangunan ini sudah sejak katong (Kami) masih di bawah naungan Kabupaten Maluku Tenggara. Jadi wajarlah Pustu ini sekarang mengalami kerusakan karena termakan usia, tanpa dipedulikan Pemda Kabupaten MBD saat ini,” tutur sejumlah warga desa setempat kepada wartawan media ini, Rabu (10/7/2024).
Salah satu warga Wasarily mengungkapkan sejak era Bupati MBD, Barnabas Orno, pernah bangunan Pustu ini direhabilitasi, akan tetapi, kontraktor yang menangani pekerjaan rehab bangunan dengan anggaran ratusan juta rupiah tahun 2016 kala itu, tak membayar biaya pembuatan pintu depan sebanyak dua buah, akibatnya pihak pekerja (Tukang bangunan) kemudian melepaskan kedua pintu depan Itu.
Bukan saja itu, upah para pekerja termasuk dua orang tukang juga tidak diberikan upah, termasuk anggota Jemaat Unit Tiberias yang mengangkut daun senk dan tripleks ketika proyek itu dikerjakan.
Akibat ulah kontraktor yang diketahui berinisial ZD itu benar-benar membuat para pekerja dan tukang pusing kepala dan resah. Sebab kontraktor itu hanya memberikan janji kosong dan tidak merealisasikan pembayaran upah pekerja dan tukang tersebut, malah belakangan diinformasikan kontaktor nakal ini kabur dan menetap tinggal di Jakarta hingga kini.
“Awalnya Itu kedua pintu depan sudah terpasang bersama jendela-jendela dan terlihat bagus. Akan tetapi kontraktor ZD tidak bayar biaya kerja tukang dan pekerja Itu sehingga mereka marah besar lalu lepas dua pintu depan itu, dan menaruh di rumahnya dengan maksud supaya kontraktor ZD bayar ongkos kerja baru dua pintu itu dipasang kembali. Tetapi sampai saat ZD ini kontraktor itu kabur ke Jakarta. Dan saat ini Pustu Itu terlihat seperti demikian,” ujar JL, salah satu warga yang mengaku diri sebagai tukang yang menangani proyek rehabilitasi itu.
Di tempat berpisah Kepala Pustu Wasarily, N
Laisoka mengaku dia baru menjabat sebagai Kepala Pustu itu tahun 2022 sehingga dia tak tahu persis persoalan renovasi bangunan tersebut, tetapi mengenai pintu depan tersebut, sudah ada kebijakan dari Kepala Desa setempat untuk memberikan dua buah pintu, tetapi belum terpasang dengan alasan tidak ada tenaga kerja yang mau bekerja.
“Saya seorang perempuan, mana boleh bisa pasang dua buah pintu depan yang merupakan hibah pimpinan desa itu,” imbuh kepala pustu.NL kepada wartawan media ini.
Di tempat terpisah, sebagian besar warga Wasarily mengatakan, untuk bangunan Pustu tersebut sudah seharusnya mendapat perhatian dari pemerintah Daerah Kabupaten MBD untuk membangun Pustu yang baru, sebab sudah sekian lama termakan usia.
” Bangunannya sudah tidak bisa direhab. Harus mestinya harus dibangun gedung pustu baru, tetapi ini berpulang kepada Pemerintah Daerah. Mereka peduli atau tidak,” tandas mereka.
“Bagaimana masyarakat datang berobat ke Pustu pada musim hujan, atap bocor masuk ke dalam ruangan. Jadi harus bangun baru,” tambah warga desa lainnya. ( Ebeth Palpialy)
