LSM Santa Lusia Prakarsai Kegiatan FGD di Kecamatan Wertamrian Tanimbar

IMG-20240727-WA0008

MediatorMalukuNews.com – Yayasan Santa Lusia memprakarsai kegiatan Focus Group Discusion (FGD) bersama seluruh Kepala Desa (Kades) se- Kecamatan Wertamrian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk merencanakan pengembangan petani kelapa di Kantor Camat Wertamrian, belum lama ini. (24/7/24).

Pelaksanaan FGD analisis potensi produk kelapa bertujuan untuk menyusun master plan pengembangan minyak kelapa murni dan minyak goreng di wilayah kecamatan tersebut.

Direktur Eksekutif LSM Santa Lusia, Paulus Laratmase mengatakan, LSM Santa Lusia memiliki segudang pengalaman di Papua dalam hal pengelolaan dan pengembangan minyak kelapa serta minyak kelapa murni Virgin Coconut Oil (VCO).

“Tujuan penelitian adalah, supaya memiliki data ilmiah valid dari 10 Kecamatan yang harus diteliti. Dan hasilnya akan dipresentasikan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Saya mau hadir di tengah-tengah masyarakat bagaimana berbagai produk dapat menciptakan nilai tambah,” bebernya.

Camat Wertamrian, Nus Batmomolin menyatakan pihaknya siap menjemput aekaligus menyambut kehadiran pabrik minyak kelapa untuk dapat dibangun secepatnya karena masyarakat di kecamatan yang dipimpinnya masuk dalam kategori miskin ekstrim.

Baca juga :   Ucap Selamat Natal, Ketua SBSI Tanimbar Ajak Orang Kristiani Teladani Keluarga Yusuf dan Maria dari Nazareth

“ Kecamatan Wertamrian adalah kecamatan penyangga pusat kota untuk suplai makanan, pengendalian analisis ekonomi pasar tentunya perlu dibangun segera pabrik minyak kelapa demi meningkatkan taraf ekonomi masyarakat, blok masela dibuka dan akan memberi makan ribuan orang. Lapangan pekerjaan terbuka untuk mempekerjakan banyak orang maka harapan dan keluhan masyarakat benar-benar bisa terjawab,” ujarnya.

Konsultan (Peneliti) LSM Santa Lusia
Gundangr Jeter Donald Siwalette melakukan kegiatan pendampingan untuk pemberdayaan masyarakat melakukan FGD & analisis SWOT bersama secara partisipatif & menghitung potensi kelapa serta luas areal kelapa di Kecamatan Wertamrian agar segera dibangun sentra produksi minyak kelapa serta ikutannya.

“Kegiatan ini bersama LSM Santa Lusia sistemnya bottom up. Artinya kegiatan ini masyarakat yang menentukan, mengambil keputusan bersama. Kita tidak hanya berteori tetapi berpraktek, artinya apa yang masyarakat inginkan maka kita akan kembangkan seperti apa kita belajar bersama-
sama untuk menentukan arah kebijakan bersama,” ulasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah kepala desa se- Kecamatan Wertamrian secara spontanitas sangat senang menyambut kegiatan ini. Bahkan mereka menyatakan akan mengadakan peremajaan pohon kelapa demi kesejahteraan masyarakat setempat.

Baca juga :   Bhakti Sosial Donor Darah Sambut HUT ke-52 Basarnas

Pantauan media ini, seluruh kegiatan yang dilaksanakan berjalan alot, diakhiri dengan sesi foto bersama. (Jk)