Tim SAR Saumlaki Tanggapi Tudingan Lambat Tangani Insiden Laka-Laut

IMG-20240222-WA0001

MediatorMalukuNews.com –  Tim SAR (Search And Rescue) menanggapi tudingan bahwa mereka diduga lambat menangani kasus kecelakaan laut (Laka laut) yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar belum lama ini.

Koordinator Kantor SAR Saumlaki, Jezriel Leleury kepada wartawan menepis tegas tudingan itu yang dialamatkan kepada tim SAR Saumlaki – Tanimbar oleh sejumlah pihak keluarga korban, warga Luang Sermata – Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), sembari enggan mempublikasikan namanya yang menyebutkan bahwa mereka (Tim SAR) diduga lambat
merespon laka laut itu sehingga mengakibatkan ada korban jiwa Laka-laut di perairan Kepulauan Tanimbar, baru-baru baru ini (17/02/24).

Lelewury mengakui secara umum sarana prasarana untuk tim SAR Saumlaki masih terbatas, namun dalam pelaksanaan tugas operasi SAR tentunya direspon cepat dengan saling berkomunikasi dan berkoordinasi bersama pihak berwenang seperti Polairud Polres Kepulauan Tanimbar dan POSAL Selaru dan pihak lainnya.

Dikatakan, saat ini Alat Utama (Alut) dalam penanganan operasi pertolongan hanya ada satu unit speedboat saja yang sedang mengalami kendala, sempat mengalami kebocoran pada lambung karet sebelah kanan, saat pelaksanaan operasi pencarian korban di laut.

“ Alut saat operasi pencarian kami
dihadapkan dengan tiga musibah sekaligus pada saat yang bersamaan dengan cuaca sangat ekstrim. Tim SAR keluar sudah beberapa hari, dan musibah bukan hanya di seputaran Pulau Ariama, tapi ada juga satu korban warga kampung Babar, Saumlaki yang kecelakaan di Pulau Matakus – Tanimbar, speed boat tidak bisa operasi lalu gunakan speed milik SatPolair. Dan ada juga insiden kapal tanker yang tenggelam, penumpangnya sekitar 18 orang, lokasi pencarian sama-sama di posisi selatan pulau Selaru.” jelasnya.

Baca juga :   Ini Rilis Pemkot Tual Soal Pelantikan Pj Sekot

Diakuinya, sudah ada ketegasan Kantor SAR Ambon bahwa tidak dianjurkan untuk pencarian korban pada malam hari, mengingat pernah terjadi insiden ada anggota tim SAR menjadi korban ganasnya cuaca laut di malam hari mengakibat ada personil tim SAR meninggal dunia dalam proses pencarian, sehingga dibatasi waktu operasi pencarian sampai jam 6 sore waktu setempat, dan pihaknya juga selalu libatkan pihak keluarga korban sebagai perwakilan dalam proses operasi pencarian korban.

“ Kami tetap totalitas melakukan pencarian, dalam real insiden-nya kami nyata kerja untuk misi kemanusiaan, tim SAR laporan ke Ambon setiap hari, bahkan bukan kapal-kapal Indonesia saja, tapi juga kapal-kapal asing seperti kapal Australia dan lainnya.” tutur Jezriel.

Dikatakan, saat musibah 6 warga pulau Luang Sermata, team SAR dan team SatPolair Polres Kepulauan Tanimbar yang berada di Landen sempat sangat terbantu atas petunjuk Tim Ciber dari Polda Maluku yang menentukan titik koordinat kontak terakhir satu korban Hamdani (37) di sekitar pulau Ariama dengan kondisi cuaca ekstrim, tim SAR bersama SatPolair Polres Kepulauan Tanimbar kemudian mengarahkan korban ke pulau Ariama dan meminta bantuan Pemerintah Desa Lingat, Kecamatan Selaru – Tanimbar turut memantau situasi pesisir pantai dan sekitarnya, dan akhirnya korban ditemukan warga Desa Lingat yang sementara melaut.

Baca juga :   Jemaat Sumber Kasih Gelar Persidangan Perdana, Ini Pesan Pj. Walikota Ambon

Setelah tim SAR meminta keterangan satu korban, Hamdeni (37) perihal keberadaan 5 korban lainnya, Hamdeni sampaikan bahwa masih di rakit, maka tim SAR dan Satpolair kembali melakukan pencarian hingga petang hari kemudian keesokan harinya pencarian korban dilanjutkan lagi.

Perkiraan posisi dua korban yang hingga saat ini belum ditemukan, Jezriel akui belum bisa diketahui pasti, sebab perlu menghitung arah angin yang benar namun tim SAR membuat dan mengirim berita mapelnya ke kapal-kapal yang melintas di seputaran perairan tersebut.

Dari rangkaian operasi pencarian dan penyelamatan, berhasil menemukan satu korban warga kampung Babar, Saumlaki, 18 korban dari kapal tangker tenggelam, karena titik koordinatnya sudah ada dan para korban masih diamankan di penginapan Kharisma Saumlaki, sementara tiga korban selamat yang lainnya berhasil diamankan Pemerintah Desa Lingat dibantu Anggota POSAL dan Kesyahbandaran Selaru, satu korban meninggal dunia dan 2 korban lainnya masih dalam proses pencarian.

“ Saya akan berupaya untuk penambahan personil lagi di Saumlaki, selama ini saya dibantu tujuh personil, kita melihat kondisi geografis Kepulauan Tanimbar untuk masalah lautan sangat beresiko, apalagi pada saat cuaca musim barat. Jadi diupayakan ada penambahan personil untuk membantu pencarian, kalau seandainya terjadi musibah atau orang hilang.” tutupnya. (Jk)