Dua Oknum Anggota TNI AD di Ambon Berlagak “Cowboy” Aniaya dan Nyaris “Dor” Kepala Warga

IMG-20240328-WA0084

MediatorMalukuNews.com- Dua oknum anggota TNI AD dari Kesatuan Denma- Kodam XVI Pattimura, Kopda (Kopral dua) Nirwan Umasugi dan satu rekannya (Juga oknum anggota TNI AD-belum diketahui namanya) dilaporkan bertindak bak “Cowboy” alias main hakim sendiri, sembari melakukan aksi dugaan penganiayaan sambil nyaris “Dor” kepala salah satu warga Desa Rumahtiga- Ambon menggunakan pistol.

Kejadian ini dilaporkan Ayub Tatiratu yang menjadi korban kekerasan oknum anggota itu, tepatnya di dalam rumah korban berlokasi di belakang Politeknik Negeri Ambon yang berada di Dusun Wailela, Desa Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon.

Akibat laporan dugaan tindakan main hukum rimba oleh dua oknum aparat ini, dikabarkan korban kini mengalami sejumlah luka di bagian tubuh, dan ada juga tulang korban dilaporkan mengalami patah, bahkan korban mengaku nyaris meregang nyawa.

Kronologis kejadian dilaporkan korban berawal dari sejumlah pemuda sering mabuk-mabukan Minuman Keras (Miras) di lokasi tempat Kos- kosan Hitimala milik Abu, salah satu warga setempat – yang nota bene mempunyai seorang anak mantu oknum anggota TNi AD, bernama Nirwan Umasugi yang berpangkat Kopda.

Dilaporkan korban, saat sekelompok orang anak muda berada di depan rumah-nya (Rumah milik almarhum Bapak Lodewik Tatiratu) yang tak jauh dari tempat kosan pada tanggal 26 Maret 2024.
Sekelompok pemuda itu membuat onar dan menjadikan suasana gaduh dengan mengeluarkan suara bernada besar, sembari melontarkan kata-kata makian yang tak senonoh didengar telinga orang. Dan oleh korban- Ayub Tatiratu menegur agar suara diperkecil dan meminta kelompok orang itu supaya tidak ribut di depan rumah milik orang tuanya, lagian ibu korban – Ny. Tapiratu sedang dalam kondisi sakit. Tetapi kelompok pemuda itu tak terima ditegur dan malah balik mengajak korban berkelahi.

Baca juga :   Dorong Rekonsiliasi Dua Negeri, Gubernur Maluku Fasilitasi Pertemuan Damai Hitu Meseng dan Morela

Akibat perihal tersebut, mengakibatkan korban dan sekelompok pemuda itu berurusan sampai ke Kantor Polsek Teluk Ambon – Kota Jawa.

Dan masalah tersebut diketahui sudah diselesaikan di hadapan polisi, kemudian kelompok orang pembuat masalah ini sudah diberi surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya kembali dan disuruh pulang.

Akan tetapi, persoalan ini kembali diperlebar, karena rupanya selesai persoalan itu diselesaikan di kantor Polsek Teluk Ambon tanggal 26 Maret 2024, tersimpan dendam kesumat merasuki otak oknum anggota TNI AD itu. Dan, puncaknya terjadi sore hari di tanggal 27 Maret 2024.

Diungkapkan korban bahwa oknum anggota TNI AD berjumlah dua orang (Kopda Nirwan Umasugi beserta satu rekan oknum anggota itu yang belum diketahui identitasnya) bersama sekelompok orang yang diperkirakan sekitar 16 orang datang menghampiri rumah korban sekira pukul 18:30 wit, dan disambut baik oleh ibu Tapiratu (Ibu korban) untuk dipersilahkan masuk ke dalam ruang tamu untuk bicara, sebab ibu Tapiratu mengetahui pokok masalah yang sudah diselesaikan pada tanggal 26 Maret 2024 di Polsek Teluk Ambon.

Akan tetapi, pada saat itu oknum anggota Kopda Nirwan Umasugi
melihat kemunculan sosok korban – Ayub Tatiratu sembari kemudian tak tahan emosinya dan melontarkan pertanyaan seperti dikutip korban: Ini laki-laki kemarin yang bermasalah kah !?.”

Dan tanpa banyak kata lagi, oknum anggota ini langsung bergerak cepat sembari memukuli korban berulang kali hingga luka berlumuran darah dan patah tulang hingga nyaris kehilangan nyawa.

Baca juga :   Bandara Udara Pattimura Ambon Resmi Tutup Posko Monitoring Angkutan Udara Nataru

Bukan itu saja, oknum anggota TNI AD arogan yang satu ini kemudian bertingkah seperti ‘Cowboy’.

Korban mengatakan oknum anggota ini mencabut pistol dan langsung menodongkan senjata api ini di kepala korban, akan tetapi sempat dihalangi oleh teman korban bernama Samuel. Tetapi teman korban ini pun dipukuli dengan berondong pukulan.

Tak hanya itu, dua oknum anggota ini mengancam akan membakar rumah korban.

Mendengar dan menyaksikan peristiwa kekerasan itu, sontak salah satu perempuan bernama Ibu Anneke Susan Nikijuluw berteriak minta tolong kepada warga sekitar. Karena mendengar jeritan minta pertolongan maka dua oknum anggota TNI AD sempat berhenti melakukan aksi kekerasan, dan sekelompok orang tak bertanggungjawab yang datang beramai-ramai itu sempat tak berkutik dan separuh dari mereka angkat kaki meninggalkan rumah korban.

“Dua oknum pelaku tentara itu todong pistol di kepala sambil dong (Mereka) bilang beta (Saya) bunuh se (engkau),dan temannya todong beta dengan pistol juga di leher,” beber korban.

Dari penodongan tersebut, saksi dari pihak korban sekitar lima orang yang lihat secara langsung dan berada di lokasi pada saat kejadian mengaku itu merupakan tindakan tidak manusiawi.

Atas kejadian tersebut pihak korban dan saksi kembali mendatangi Polsek Teluk Ambon untuk melaporkan perihal kasus tersebut.

Korban pun dibawa pergi untuk divisum ke Rumkit Bhayangkara Ambon. Dan hasil rontgen bahu kanan korban patah dan kaki dijahit dengan lima jahitan akibat luka robek.

Baca juga :   Sukses Pilkada, KPU Maluku dan Kejaksaan: Perkuat Penanganan Hukum

Pihak korban dan keluarga langsung tak tunggu lama juga. Mereka juga melaporkan kasus kekerasan Oknum anggota tentara ini ke pihak POMDAM XVI Pattimura.

Korban kemudian dimintai keterangan terkait dua oknum anggota TNI atas nama Kopda Nirwan Umasugi dan salah satu temannya juga yang terlibat dalam penganiayaan bersama dan penodongan mengunakan senjata laras pendek (pistol).

Terhadap persoalan ini, keluarga korban meminta Pangdam XVI Pattimura dan Pihak POMDAM XVI Pattimura segera menyikapinya. Bila tidak pihak korban dan keluarganya akan melaporkan perihal ini ke pimpinan TNI AD di tingkat pusat.
Karena hal ini telah mencoreng nama baik institusi TNI, padahal TNI merupakan junjungan rakyat dan menjadi contoh dan mengayomi perannya, bukan malah menakut nakuti rakyat, dan sok jagoan kepada rakyat tak berdaya.

“Kami minta pihak Kodam XVI Pattimura u memberikan efek jera terhadap oknum anggota tersebut, dan temannya yang telah mencoreng nama baik TNI AD terkhusus Kodam XVI Pattimura,” pinta keluarga korban.

Sementara itu, pihak Kodam dan Pomdam XVI Pattimura belum berhasil dikonfirmasi terkait persoalan ini (Tim)