Warga Desa Bomaki Tanimbar Sempat Blokir Ruas Jalan Masuk PT. Taka dan Inpex Masela Gara-gara Hak-haknya Belum Terlunasi

IMG_20240421_220006

MediatorMalukuNews.com – Warga Desa Bomaki, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar sempat memblokir ruas jalan masuk ke perusahan INPEX Masela dan PT.Taka yang melakukan aktivitas melewati jalur desa tersebut. Bahkan rencana aksi blokir ruas jalan ini akan dilakukan kembali oleh warga apabila pihak terkait belum merealisasi janji pembayaran hak-hak milik warga Desa Bomaki yang sudah belasan tahun tak dibayar, padahal sudah ada kesepakatan sebelumnya untuk melunasi hak- hak warga desa tersebut. Ironisnya, kesepakatan pembayaran hak-hak warga ini belum ditindaklanjuti, dan imbasnya pihak perusahaan besar itu menjadi sasaran aksi warga desa tersebut.

Namun, baru -baru ini pihak perusahaan dikabarkan sudah kembali lagi beraktifitas melintasi ruas jalan yang menjadi lahan hak ulayat adat warga setempat.

Sumber yang diperoleh, sudah 12 tahun hak milik tanaman dan lahan masyarakat yang telah menjadi badan jalan belum direalisasi pembayarannya oleh pihak Pemda Kabupaten Kepulauan Tanimbar sehingga timbul kekesalan dan berujung dilakukan aksi pemblokiran ruas jalan guna menarik perhatian pihak Pemda Tanimbar segera menyelesaikan hak-hak masyarakat yang sebenarnya telah dimediasi pada bulan Oktober tahun 2023 untuk siap dibayarkan tetapi pihak Pemda Tanimbar disebut ingkar janji, bahkan kini setelah aksi itu dilakukan barulah hak-hak warga Bomaki dijanjikan akan segera diselesaikan pada tahun ini.

Perihal ini ditegaskan kembali oleh Kepala Desa (Kades) Bomaki, Kecamatan Tanimbar Selatan, Vigilius Lamere.

Baca juga :   Inspektorat Tanimbar Ungkap Fakta Baru Kasus Dugaan Penyimpangan Bantuan RTLH Desa Welutu

Dia mengungkapkan hak-hak masyarakat sudah 12 tahun diabaikan sehingga menimbulkan kejengkelan dan imbasnya timbul insiden pemblokiran jalan secara spontan sekitar bulan lalu.

Kata Kades, pemblokiran atau pemalangan ruas jalan masuk ke wilayah perusahaan INPEX dan PT Taka oleh sejumlah warga Bomaki, sebab warga sudah tak sabar lagi menanti janji realisasi hak-hak masyarakat yang sudah lama terabaikan.

Demikian kata Kades tersebut kepada wartawan belum lama ini, yang juga diterima media ini, akhir pekan kemarin (20/04/24).

Dikatakan, iring-iringan mobilisasi peralatan survey dari pihak PT. Taka sebanyak 4 unit truck yang melintas di ruas jalan desa tersebut, sempat terhalang palang jalan di sepanjang akses lokasi Air Kaca, yang merupakan wilayah petuanan adat Desa Bomaki.
Ini dipicu pula oleh bahu jalan yang dipenuhi rerumputan lebat membuat akses jalan semakin sempit sehingga sempat juga terjadi salah paham antara pengguna lalu lintas jalan di ruas jalan itu bersenggolan antara kendaraan roda dua maupun roda empat. Sempat pula terjadi perang mulut dan saling klaim kebenaran saat berlalu-lintas di ruas jalan desa tersebut.

Mengamati kondisi yang tak nyaman bagi pengguna jalan, Kades Bomaki, Vigilius Lamere bersama perangkat desa-nya berinisiatif meminta bantuan Bhabinkamtibmas Desa Bomaki, Bripka Kaitanus Fenanlampir memberikan arahan kepada warga agar membuka palang jalan yang diblokir, sembari membubarkan kerumunan warga di areal ruas jalan yang diblokir tersebut.

Baca juga :   Menkeu Purbaya Dukung 'Good Journalism' dan Minta Media Terus Kritis

Kendati demikian, kata Kades, berselang dua minggu lalu, terjadi lagi rencana pemblokiran jalan untuk kedua kalinya oleh warga Bomaki, namun hal ini sempat diketahui Koordinator Security PT. Nawakara Perkasa Nusantara – proyek INPEX, Yoseph Hurlatu sehingga pria itu melakukan pendekatan dengan pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Bomaki dan para tokoh adat masyarakat desa setempat supaya bagaimana bisa mengatasi rencana pemblokiran jalan tersebut.

Upaya Yoseph Hurlatu mewakili pihak perusahaan agar tidak terjadi pemblokiran jalan, menuai sambutan baik dari pihak Pemdes dan warga Bomaki sebab Kades Bomaki mengakui bahwa Vigilius Lamere dari sisi adat merupakan salah satu putera Tanimbar, dan dia adalah anak asli adat Tanimbar yang punya hubungan kekeluargaan sangat kental.

“Bapak Yoseph Hurlatu itu kita punya keluarga, jadi kita sudah sampaikan ke masyarakat untuk diselesaikan secara kekeluargaan dan kami berharap bapak Yoseph Hurlatu dapat membantu memperjuangkan ke perusahaan agar tenaga kerja asal Bomaki bisa dilibatkan juga dalam proyek ini, karena desa kami adalah jalur akses utama pintu masuk ke lokasi perusahaan,” imbuhnya.

Kades ini mengutarakan isi hati warganya, bahwa, pertama adalah, warga Bomaki memang sudah sangat resah lantaran proposal yang diberikan untuk perekrutan tenaga kerja yang diberikan melalui pihak Pemdes atau warga Bomaki kepada pihak perusahaan INPEX Masela tidak pernah direspons baik, dan juga sampai saat ini tidak ada perekrutan tenaga kerja kasar dari Desa Bomaki yang diterima dipekerjakan sebagai tenaga fisik (Buruh kasar) di PT. TAKA maupun INPEX Masela, padahal Desa Bomaki sudah memberikan sebagian lahan untuk jalur akses pintu masuk ke lokasi perusahaan migas terbesar di Indonesia tersebut.

Baca juga :   Gelar Coffee Morning, Kapolres Kepulauan Tanimbar : Komunikasi Merupakan Ujung Tombak Jurnalis

Dikatakan, keresahan warga Bomaki berikutnya adalah, bahwa, saat ini pihak perusahaan migas terbesar itu sudah masuk dan memulai aktivitasnya kembali, padahal sudah 12 tahun hak milik tanaman dan lahan masyarakat yang sudah dipergunakan sebagai badan atau ruas jalan belum diberikan kompensasi untuk realisasi pembayarannya oleh pihak Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar sehingga timbul aksi warganya yang nekat warga melakukan pemblokiran jalan masuk ke perusahaan guna menarik perhatian pihak Pemda Tanimbar segera menyelesaikan hak-hak masyarakat yang sebenarnya telah dimediasi pada Oktober tahun 2023 lalu, untuk segera dibayarkan tetapi pihak Pemda Tanimbar hanya mampu berjanji akan diselesaikan pada tahun ini yang juga, namun belum jelas kapan tanggal serta bulan beberapa proses pembayaran hak-hak ini akan dilunasi.

“ Kami sebagai warga negara Indonesia mendukung sepenuhnya proyek nasional ini dan siap mengamankan situasi, atas pertimbangan kekeluargaan, saya sudah pengumuman kepada seluruh masyarakat desa bahwa saat ini tidak boleh ada pemalangan jalan, bila ada yang ingin membersihkan bahu jalan, silahkan saja asal jangan palang jalan,” tandas Lamere. (JK)