Pemkab Malra Relokasi Dokter Korban Kasus Kekerasan

IMG-20241211-WA0003

MediatorMalukuNews.com_ Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Pemkab Malra) mengambil tindakan cepat merelokasi dokter berinisial MAN yang menjadi korban kasus kekerasan di Ohoi/Desa Mun Werfan, Kecamatan Kei Besar Utara Barat, kabupaten setempat.

Diketahui, dokter muda berusia 26 itu, bertugas di wilayah setempat melalui program Nusantara Sehat. Akibat peristiwa naas itu, dokter tersebut akan dipindahkan ke Puskesmas Kota Langgur untuk melanjutkan sisa masa tugasnya selama enam bulan.

Penjabat Bupati Malra, Samuel Huwae menyatakan keputusan itu saat menjenguk dokter MAN yang dirawat di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur, belum lama ini (9/12/2024).

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan melalui pertemuan daring. Relokasi ini dilakukan demi keselamatan dan pemulihan psikologis korban yang mengalami trauma akibat kejadian tersebut,” kata Huwae.

Orang nomor satu Malra ini pun menegaskan, langkah ini diambil untuk memastikan korban dapat melanjutkan tugasnya dengan kondisi lebih baik.

“Psikologi itu penting, dan kami tidak ingin trauma yang dialami berdampak pada kinerjanya,” ujarnya.

Dalam kunjungannya, Huwae didampingi Pelaksana Harian (Plh) Sekda Malra, Ana Yunus dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Malra.

Baca juga :   KPU Malra Persiapkan Debat Terbuka Tiga Paslon Bupati dan Wabup

Mantan Pj. Sekda Malra, Nico Ubro pun terlihat hadir dalam kesempatan tersebut.

Evaluasi dan Pembenahan Wilayah Tugas

Kekerasan terhadap dokter di Mun Werfan menjadi perhatian serius Pemkab Malra. Untuk itu, menurut Huwae, kejadian yang menimpa dokter muda ini menjadi catatan khusus untuk melakukan pembenahan di wilayah tersebut, baik dari segi keamanan maupun fasilitas pendukung tenaga kesehatan.

“Peristiwa ini adalah pengingat bagi kita untuk memperbaiki hal-hal yang kurang, tidak hanya di Mun Werfan tetapi juga di Maluku Tenggara secara keseluruhan,” tegasnya.

Huwae memastikan Pemkab Malra terus mendukung pemulihan kondisi dokter MAN dan berkomitmen menciptakan lingkungan kerja aman bagi tenaga kesehatan di wilayah tersebut.

Langkah Cepat Pemkab Malra

Tindakan Pemkab Malra ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak yang menilai keselamatan tenaga kesehatan harus menjadi prioritas utama.

Selain menjadi solusi jangka pendek, relokasi ini juga menjadi momen refleksi memperbaiki sistem keamanan dan fasilitas pelayanan kesehatan di daerah terpencil.

Huwae menutup pernyataannya dengan menggarisbawahi pentingnya peran pemerintah dalam memberikan perhatian kepada tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah-wilayah sulit.

Baca juga :   Pj.Bupati Malra Canangkan Makan Siang Gratis Bergizi di Lanud Dumatubun Langgur

“Kunjungan ini bukan hanya untuk melihat kondisi dokter, tetapi juga sebagai bentuk empati dan dukungan moral dari pemerintah,” ungkapnya.(Al)