OJK Maluku Gelar TOT Penyuluh Agama Islam dalam KOLAK, Perkuat Literasi Keuangan Syariah Lewat GERAK Syariah 2026

Oplus_131072

Ambon, MMN– Kantor Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Maluku menggelar kegiatan Kajian dan Obrolan Seputar Keuangan Syariah (KOLAK) berupa Training of Trainers (TOT) bagi Penyuluh Agama Islam di Kota Ambon, Kamis (12/02/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Gebyar Ramadhan Keuangan (GERAK) Syariah 1447 Hijriah.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat ekosistem keuangan syariah sekaligus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah masyarakat di Provinsi Maluku.

Indonesia Peringkat Tiga Ekonomi Syariah Dunia

Kepala OJK Maluku, Andy Yusuf, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perkembangan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia menunjukkan tren yang sangat positif di tingkat global.

Berdasarkan State of Global Islamic Economy Report (SGIE) 2024/2025, Indonesia menempati peringkat ketiga dunia berdasarkan Global Islamic Economic Indicator (GIEI), setelah Malaysia dan Arab Saudi. Capaian ini meningkat signifikan dari peringkat ke-10 pada tahun 2018.

Selain itu, Indonesia juga berada pada:

Peringkat kedua Global Muslim Travel Index (GMTI) 2025

Peringkat ketiga Islamic Finance Development Indicator (IFDI)

Menurut Andy, capaian tersebut menjadi momentum penting untuk terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di daerah, termasuk di Maluku.

Baca juga :   Ini Dia Para Juara Kompetisi Cerdas Cermat Digital “Clash of Class” Telkomsel di Ambon

Literasi Tinggi, Inklusi Masih Rendah

Berdasarkan Survei Literasi dan Inklusi Keuangan 2025 yang dilakukan BPS dan OJK, tingkat literasi keuangan syariah nasional mencapai 43,42%, sementara tingkat inklusi keuangan syariah baru 13,41%.

Kesenjangan ini menunjukkan bahwa meskipun pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah sudah cukup baik, namun pemanfaatan produk dan layanan keuangan syariah masih terbatas. Beberapa faktor penyebabnya antara lain keterbatasan akses layanan serta persepsi terhadap daya saing produk syariah.

GENCARKAN dan GENCARKAN EDUKASIKU di Maluku

Sebagai upaya mengatasi kesenjangan tersebut, OJK telah mencanangkan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) pada 22 Agustus 2024 dengan tema “Masyarakat Cerdas Keuangan Menuju Indonesia Emas 2045”.

Di Provinsi Maluku, program ini dijalankan melalui GENCARKAN EDUKASIKU, yang menargetkan 118 kecamatan dan 1.235 desa melalui kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan.

Sementara itu, GERAK Syariah merupakan kampanye nasional literasi dan inklusi keuangan syariah yang dilaksanakan selama bulan Ramadan 1447 Hijriah dengan melibatkan berbagai pihak.

Penyuluh Agama Jadi Duta Literasi Keuangan Syariah

Baca juga :   Kuasa Hukum Paslon Cabup Aru No Urut 1 Datangi Bawaslu Aru, Ini Tujuannya

Melalui kegiatan TOT ini, para Penyuluh Agama Islam yang menjadi peserta akan tergabung dalam program OJK PEDULI dan diharapkan menjadi Duta Literasi Keuangan Syariah di tengah masyarakat.

Peran penyuluh agama dinilai strategis dalam menyampaikan edukasi keuangan syariah secara langsung kepada masyarakat, sehingga mampu meningkatkan pemahaman dan kepercayaan terhadap produk serta jasa keuangan berbasis syariah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut:

Kepala Kementerian Agama Provinsi Maluku

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Maluku (diwakili)

Ketua Ikatan Da’i Indonesia Wilayah Maluku

Dewan Pengurus Wilayah BKPRMI Provinsi Maluku

Pimpinan Lembaga Jasa Keuangan Syariah

Dengan sinergi berbagai pihak, OJK Maluku optimistis literasi dan inklusi keuangan syariah di Provinsi Maluku akan terus meningkat, sejalan dengan visi Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah global. (MMN)