Bank Indonesia Maluku Perluas Edukasi Rupiah hingga Desa dan Wilayah 3T
Ambon, MMN – Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Maluku terus memperluas jangkauan edukasi tentang uang Rupiah hingga ke tingkat desa, termasuk wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya penggunaan Rupiah.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Dhita Aditya Nugraha, mengungkapkan bahwa pada pekan lalu pihaknya telah melaksanakan kegiatan edukasi yang menyasar masyarakat hingga ke desa-desa.
Menurutnya, ke depan program ini akan semakin diperkuat melalui keterlibatan aparatur desa seperti raja dan kepala desa dalam program bertajuk Duta Marinyo.
“Kami ingin melibatkan aparat desa untuk menjadi bagian dari edukasi kepada masyarakat melalui Program Duta Marinyo,” ujarnya di Ambon beberapa hari lalu.
Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, tim Bank Indonesia Maluku turun langsung ke sejumlah desa di Kota Ambon, antara lain Hutumuri, Leihari, Rutong, dan Hukurila. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya Rupiah dan cara penggunaannya yang tepat.
“Kami bahkan turun langsung bersama tim ke empat desa untuk memberikan edukasi secara langsung,” tambah Dhita.
Tidak hanya fokus di daratan, Bank Indonesia Maluku juga akan melaksanakan program Ekspedisi Rupiah Berdaulat pada akhir April hingga awal Mei. Program ini bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut untuk menjangkau wilayah kepulauan, khususnya daerah 3T.
Melalui program ini, sekitar 60 pulau di wilayah Maluku akan menjadi sasaran distribusi dan edukasi Rupiah.
“Melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat, kami tidak hanya menjangkau Ambon, tetapi juga pulau-pulau di wilayah 3T,” jelasnya.
Bank Indonesia berharap seluruh rangkaian kegiatan edukasi ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, baik di wilayah perkotaan, pedesaan, maupun pulau-pulau terluar di Provinsi Maluku.
“Mudah-mudahan pesan edukasi ini dapat diterima oleh seluruh masyarakat di Maluku, dari kota hingga desa dan pulau terluar,” tutup Dhita. (MMN)
