Energizing Maluku 2026 Jadi Platform Kolaborasi Bangun Ekonomi dan SDM

oplus_0

Ambon, MMN– Ketua Energizing Maluku 2026, Reza Maspaitella, menegaskan bahwa kekayaan sumber daya alam dan sejarah panjang Maluku harus mampu diterjemahkan menjadi masa depan yang lebih sejahtera bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Menurut Reza, tantangan terbesar bukan hanya bagaimana menjaga potensi yang dimiliki Maluku, tetapi bagaimana mengubah potensi tersebut menjadi kapabilitas, produk, usaha yang mampu naik kelas, serta investasi yang menciptakan lapangan pekerjaan nyata bagi masyarakat.

“Potensi yang kita miliki harus diubah menjadi kapabilitas, menjadi produk, dan menjadi usaha yang terus bisa naik kelas. Investasi yang masuk juga harus mampu menjadi lapangan pekerjaan nyata bagi masyarakat,” ujarnya di kantor Gubernur Maluku, Sabtu (12/9/2026).

Ia menekankan, Energizing Maluku 2026 tidak boleh dipandang hanya sebagai sebuah kegiatan atau program yang berakhir setelah acara selesai. Program tersebut harus menjadi sebuah gerakan dan platform kolaborasi yang mempertemukan berbagai pihak.

Reza menyebut pemerintah, sektor industri, lembaga pendidikan, perbankan, teknologi, asuransi, komunitas, hingga masyarakat harus dapat bekerja bersama untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan Maluku.

“Tidak boleh lagi berjalan sendiri-sendiri. Tantangan yang kita hadapi terlalu kompleks untuk diselesaikan secara sendiri-sendiri,” katanya.

Reza mengatakan, pembangunan manusia menjadi salah satu kunci utama dalam mendorong kemajuan Maluku. Karena itu, pendidikan dan kompetensi harus dipertemukan dengan kebutuhan dunia kerja, perkembangan industri, teknologi, perbankan, dan sektor-sektor ekonomi lainnya.

Baca juga :   Atap dan Jendela SD Negeri Pota Besar Rusak Diterjang Angin Kencang, Pemkab MBD Diminta Sikapi

Menurutnya, kolaborasi tersebut diperlukan agar potensi besar Maluku dapat dikonversi menjadi peluang dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya mempertahankan identitas dan modal sosial masyarakat Maluku di tengah perkembangan modern.

“Bagaimana kita membawa kebijakan-kebijakan yang efektif, tetapi tetap membawa identitas dan modal sosial, sehingga kita bisa hidup di masa modern dengan karakter dan tetap menjadi manusia seutuhnya,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Reza juga menyampaikan adanya pengembangan aplikasi teknologi yang secara khusus ditujukan untuk mendukung pendidikan dan pembangunan kualitas SDM Maluku.

Ia berharap pemanfaatan teknologi tersebut dapat menjadi salah satu langkah strategis untuk mempercepat peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di Maluku.

Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi Maluku, Anton Lailosa, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif pelaksanaan Energizing Maluku 2026.

Menurutnya, program tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan tahunan, tetapi dapat menjadi platform kolaborasi pembangunan yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, masyarakat adat, lembaga pendidikan, generasi muda, dan masyarakat.

Anton menilai pendekatan tersebut sejalan dengan agenda pembangunan Provinsi Maluku untuk mewujudkan masyarakat yang lebih maju sekaligus memperkuat posisi Maluku sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi strategis di kawasan timur Indonesia.

Baca juga :   Sukses dan Lancar Pelaksanaan Arus Mudik Nataru 2024/2025, Bandar Udara Pattimura-Ambon Resmi Tutup Posko Monitoring

“Kita menyadari Maluku memiliki potensi sumber daya alam yang besar, baik sektor kelautan dan perikanan, pariwisata maupun energi,” kata Anton.

Namun, kata dia, potensi tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas SDM, penguatan kewirausahaan, inovasi teknologi, serta kemampuan melakukan hilirisasi agar nilai tambah dari sumber daya Maluku dapat dirasakan sebesar-besarnya oleh masyarakat.

Anton menyambut baik pendekatan Energizing Maluku 2026 yang mencakup pengembangan SDM, penguatan ekonomi UMKM dan kewirausahaan, inovasi, serta pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Ia menegaskan, pembangunan manusia dan ekonomi tidak dapat dilakukan pemerintah seorang diri.

Pemerintah membutuhkan dunia pendidikan untuk menyiapkan SDM, dunia usaha untuk membuka ruang ekonomi dan lapangan kerja, masyarakat adat untuk menjaga pengetahuan serta kearifan lokal, sementara generasi muda perlu didorong menjadi pelaku inovasi dan kewirausahaan.

“Pemerintah membutuhkan dunia pendidikan untuk menyiapkan sumber daya manusia. Masyarakat adat memiliki pengetahuan dan kearifan lokal yang harus menjadi bagian dari pembangunan. Sementara generasi muda harus kita dorong menjadi pelaku inovasi dan kewirausahaan,” ujarnya.

Anton berharap Energizing Maluku 2026 dapat menghasilkan aksi nyata berupa peningkatan kapasitas masyarakat, inovasi, investasi, penciptaan lapangan kerja, serta pertumbuhan ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baca juga :   Wamen BUMN Apresiasi Tim Pembina Samsat Nasional Tingkatkan Kepatuhan Pajak Kendaraan

“Kita ingin anak-anak muda Maluku tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga menjadi pencipta lapangan kerja,” tegasnya.

Ia juga berharap UMKM di Maluku tidak hanya mampu bertahan, tetapi dapat berkembang, naik kelas, serta menembus pasar nasional hingga global.

Anton menilai pengelolaan kekayaan sumber daya alam harus dilakukan secara bijak dan berkelanjutan sehingga memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, Energizing Maluku 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat energi kolaborasi, membangun kepercayaan, dan menyatukan berbagai kekuatan di Maluku.

Pemerintah Provinsi Maluku, kata Anton, siap menjadi bagian dari kolaborasi tersebut dan membuka ruang seluas-luasnya bagi seluruh pihak yang ingin berkontribusi terhadap kemajuan daerah.

“Dengan kolaborasi, inovasi, dan komitmen yang kuat, saya yakin kita mampu mewujudkan Maluku yang mandiri dan sejahtera,” pungkasnya. (MMN)