Launching Peta Ketahanan dan Keretanan Pangan, Bupati SBB Nyatakan Momen Penting Bagi Warga Rawan Pangan

IMG-20250911-WA0021

MediatorMalukuNews.com_ Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menggelar kegiatan Launching Peta Ketahanan Pangan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vurnerability) Atlas FSVA Tahun 2024 dan Rapat Koordinasi Penyusunan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di lantai 3, Ruang Pertemuan Utama Kantor Bupati SBB, Jalan JF Puttileihalat, Kota Piru, baru-baru ini (9/9/2025).

Hadir dalam kegiatan itu, Bupati SBB, Asri Arman, Perwakilan Badan Ketahanan Pangan Nasional, Dr Tono Sp, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku, Faradilla Attamimi, Asisten II Setkab SBB, Jan Soukotta, Plt .Kadis Ketahanan Pangan SBB, Aisha Djais Ahmad, para perwakilan Dinas Kabupaten/ Kota se-Maluku dan peserta.

Bupati SBB, Asri Arman dalam sambutannya menyatakan, kegiatan Launching Peta Ketahanan Pangan dan Keretanan Pangan (Food Security and Vurnerability) Atlas FSVA Tahun 2024 dan Rapat Koordinasi Penyusunan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan 2025 merupakan momen yang sangat penting bagi warga masyarakat SBB terutama masyarakat yang rentan rawan pangan.

Baca juga :   Hasil Tanam Jagung Perdana di Mornateng SBB Hasilkan 8 Ton, Warga Jemaat Diharapkan Termotivasi

” Ketahanan pangan selalu menjadi isu strategis, karena pemenuhan pangan merupakan hak setiap warga pada Tahun 2025, untuk mengevaluasi pencapaian akhir ketahanan pangan” ujarnya. 

Menurut Asri Arman, peta ketahanan pangan dan keretanan pangan selalu diupdate setiap tahun, pada tingkat kabupaten dan kecamatan hingga desa, sehingga permasalahan dan tantangan yang menyebabkan terjadinya masalah pangan dapat diintervensi melalui program dan tindakan lebih tepat sasaran, efektif dan efisien.

Tak hanya itu, Bupati menambahkan, dengan peta ketahanan pangan dan kerentanan pangan pemantauan ini, dapat lebih ditingkatkan agar laporan atas rawan pangan dapat diintervensi lebih dini.

Asri Arman menandaskan, selaku pimpinan daerah Kabupaten bertajuk ‘saka mese nusa’ itu selalu menjadi tantangan agar potret ketahanan pangan dan kerentanan pangan terkini, dapat mencerminkan kondisi dan fakta terbaru sebagai hasil dari pembangunan yang telah dilakukan.

Selanjutnya, lintas sektor perlu ditingkatkan dalam program intervensi ketahanan pangan agar seluruh wilayah ini menjadi lumbung ketahanan pangan sehingga setiap individu menjadi cerdas aktif dan produktif.

Baca juga :   Angka Stunting Kabupaten SBB Tertinggi, Kepala BKKBN Maluku Saran Pencegahan Lewat MBG & GENTING

Bupati juga, berterima kasih kepada Badan Pangan Nasional, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku maupun Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten SBB serta instansi teknis yang telah bersedia mendukung dan bekerjasama yang baik, dalam kegiatan penyusunan peta kerawanan pangan.
Sekaligus berharap semoga dengan komitmen dan kesungguhan yang telah ditunjukkan, maka, langkah selanjutnya adalah meraih keberhasilan dan meningkatkan program ketahanan pangan kabupaten SBB, sehingga masyarakat dapat terbebas dari kerawanan pangan dan akhirnya semakin mandiri, sejahtera dan berdaya saing.(Nicko Kastanja)