Korban Gempa Tepa Belum Tersentuh Bantuan Pemkab MBD
MediatorMalukuNews.com – Sejumlah keluarga di Tepa, Pulau Babar, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) mengaku sampai saat ini belum tersentuh bantuan dari pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat pasca gempa bumi tanggal 15 Maret 2024 yang melanda wilayah di kepulauan terluar itu. Akibatnya, warga yang terkena dampak bencana alam ini menderita.
Dilaporkan, akibat bencana alam tersebut, sejumlah rumah warga rusak. Sebab pasca guncangan, kemudian disusul dengan naiknya air di permukaan laut dan disusul hantaman gelombang yang memecah bibir pantai sehingga air laut menerjang masuk ke wilayah pemukiman warga yang kebanyakan tinggal di pesisir pantai.
Informasi yang diperoleh, sebanyak empat rumah warga mengalami kerusakan berat karena diterpa gelombang dan tiupan angin kencang.
Sebagaimana diketahui, empat rumah warga yang mengalami kerusakan berat berlokasi di komplek Toilila, Desa Tepa, Kecamatan Pulau-Pulau Babar.
Manu Unitly, salah satu korban gempa kepada wartawan media Ini akhir pekan kemarin (22/03/2024), mengatakan, pasca gempa, rumahnya diterpa hantaman gelombang air laut dan tiupan angin kencang, akibatnya kediaman miliknya beserta warga lainnya ikut terkena dampak kerusakan, dan kini, dia mengaku, pasca bencana alam itu belum ada pihak pemerintah daerah setempat memberikan perhatian dan bantuan apapun. Sehingga satu pekan lebih ini dia mengaku menderita.
“Sejak kejadian itu, kita yang terkena musibah ini belum terdata dari petugas Pemda MBD,” aku lelaki tersebut .
Padahal menurut Unitly, kerugian warga yang terkena musibah ini, ditaksir bisa mencapai ratusan juta rupiah.
Warga desa ini mengaku akibat musibah tersebut pihaknya kehilangan harta benda dan tempat tinggal.
Dan dilaporkan para korban sementara ini mengungsi ke rumah atau sanak keluarga warga yang jauh dari lokasi kejadian, sembari menunggu uluran tangan Pemerintah Kabupaten MBD untuk membantu membangun kembali rumah mereka yang mengalami kerusakan.
Dikatakan kejadian yang menimpa warga itu- disebabkan jebolnya tanggul yang dibiayai dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten MBD sepanjang 700 meter sudah jebol, padahal diduga masih dalam masa pemeliharaan sejak tanggul.penahan ombak itu dibangun pada tahun 2022.
TANGGUL ASAL JADI Jebolnya tanggul itu- diduga lantaran kontraktor pelaksana pembangunan proyek tanggul penahan ombak itu tak kuat. Dan diduga dikerjakan asal jadi, sehingga tanggul ini tak kuat gelombang musim barat.
Informasi yang diperoleh dari sumber media ini, proyek tanggul atau talud penahan ombak ini diduga dibuat tak sesuai aturan karena diduga menggunakan air laut (air salobar) untuk campuran material pembangunan proyek sehingga sangat mudah retak (konstruksi bangunan tidak kuat) ketika dihantam gelombang pecah di bibir pantai.
Untuk diketahui bahwa tanggul penahan ombak sepanjang 700 meter di sepanjang pantai Toilila itu- didanai dengan APBD MBD tahun anggaran 2022, dan dikerjakan kontraktor pelaksana berinisial JL. ( Pengusaha Yang berdomisili di Desa Tepa.
Hingga berita ini dibeberkan di publik, pihak- pihak bersangkutan belum berhasil dikonfirmasi. (Ateng DJ).
