Ambruk Hampir Satu Dekade, Talud Penahan Ombak Desa Yaltubung MBD Tak Diperbaiki, Pemukiman dan Nyawa Warga Terancam

IMG-20241119-WA0016

MediatorMalukuNews.com_ Sudah ambruk diterjang ombak pesisir serta badai musim barat hampir satu dekade ini, namun talud penahan ombak di Desa Yaltubung, Kecamatan Pulau Babar, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) yang sebelumnya menjadi sarana pelindung pemukiman warga yang tinggal di bibir pantai desa itu, dilaporkan belum juga diperbaiki pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, dalam hal ini pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) MBD. Akibatnya pemukiman warga dan juga nyawa penduduk desa Yaltubung terancam tiap saat. Apalagi di waktu musim angin barat. Sebab talud penahan ombak di desa itu sudah dijebol ombak.

Sejumlah warga Yaltubung kepada wartawan media ini melaporkan, talud penahan ombak di desanya sudah tumbang dihantam ombak saat badai musim barat hampir sepuluh tahun silam. Sayangnya i sarana ini belum juga diperbaiki.

Dikatakan, badai musim barat rutin terjadi tiap tahun. Dan ini sudah menjadi langganan. Sehingga warga kerap kali memilih menjauh atau menghindar untuk beberapa waktu di rumah keluarga lain yang dianggap aman, dari pada mereka mati konyol dihajar terjangan ombak pesisir dan badai angin musim barat.

Baca juga :   Awal Maret, Pemkot Gelar Pasar Murah Sambut Ramadhan, 2. 000 Paket Disiapkan

“Saya suda delapan tahun hidup selalu pindah-pindah tempat, karena takut nanti ombak hantam rumah kami. Kami cukup menderita kalau datang musim ombak. Semoga Pemerintah Daerah bisa mendengar keluhan kami masyarakat kecil,” ungkap salah satu ibu Desa Yaltubung yang enggan mempublikasikan namanya belum lama ini, sembari memperlihatkan kondisi rumahnya yang nyaris
ambruk akibat hantaman ombak beberapa waktu lalu.

Hal senada disampaikan David Nederupun di Desa tersebut.
Pria yang akrab disapa Pak Dace ini mempertanyakan kebijakan Pemerintah Daerah setempat soal penanganan bencana daerah yang terkesan mandul dengan fenomena di desa tersebut. Karena dia juga merupakan salah satu keluarga yang rumahnya ikut terancam ambruk bila diterjang ombak dan tiupan badai musim barat.

“Mungkin Pemerintah Daerah tunggu kalau sudah ada korban jiwa baru tinggal bayar uang santunan kepada pihak ahli waris,” kesal lelaki tersebut.

Dikatakan, lebih dari delapan tahun lalu, talud penahan ombak ini sudah ambruk. Dan sejak ambruk/roboh hingga kini tak ada perhatian khusus dari instansi teknis terkait untuk merenovasi.

Dia pertanyakan, apakah mungkin Pemerintah Daerah setempat sengaja membiarkan atau dengan kata lain menanti ada korban jiwa kemudian uang santunan menyusul dari belakang ?.

Baca juga :   Diduga Tak Diperhatikan Puluhan Tahun, Kondisi Kantor Pelabuhan UPP Klas II Saumlaki di Tepa Rusak Berat

Dikatakan, talud penahan ombak itu panjangnya 300 meter. Sarana ini roboh diterjang ombak musim barat sejak tahun 2016. Namun hingga kini belum diperbaiki, sehingga masyarakat setempat selalu merasa cemas bercampur takut mendiami rumahnya, terlebih sejumlah keluarga yang rumahnya terletak dekat bibir pantai.

Pak Dace juga menyampaikan: ” Kami selama delapan tahun hidup dalam ketakutan. Karena selalu takut ada ancaman bila ombak dan badai datang.”

Pak Dace yang rumahnya terletak di dekat pantai itu, mengaku kalau tinggal tak lama lagi musim barat mulai datang.

Dia mengaku, kalau tiba musim barat, pasti gelombang keras pecah di bibir pantai. Itu mengakibatkan keluarganya bersama sejumlah tetangga yang bersebelahan dengan-nya dipastikan tak bisa tidur dengan nyama lagi. Bahkan memilih lari menyelamatkan anggota keluarga dan barang berharga lainnya

Kepala Desa (Kades) Yaltubung, Hiskia Kolelupun yang dikonfirmasi perihal talud penahan ombak itu, sekaligus ada upaya pihaknya mengkoordinasikan dengan pihak Pemerintah Daerah MBD untuk usulan perbaikan sarana tersebut, Kades ini menyampaikan bahwa dia baru saja terpilih, dan dilantik menjadi kades definitif pada tahun 2022. Kendati demikian, pada Musrenbang Desa (Musrembang Des) dan Musrembang tingkat Kecamatan tahun 2023 dan 2024 pihaknya selalu mengusulkan Kondisi talud penahan ombak itu untuk diperbaiki.

Baca juga :   Latupati Babar Timur MBD Minta Kapal Sanus 87 Kembali Singgahi Dermaga Koroing

Dan, kata dia, perihal itu menjadi usulan prioritas. Akan tetapi usulan dari pihaknya selaku pemerintah desa hingga kini belum mendapat jawaban berarti.

Kendati begitu, sesuai informasi yang diperoleh pihaknya, talud penahan ombak ini sudah diusulkan oleh pemerintah desa sebelumnya sejak tahun 2017, tetapi perihal itu pun belum juga terjawab dari pemerintah kabupaten setempat. (Eky)