Kabulog Tual Bilang RPK Pemasok Beras Bulog “Liar” ke Larat Masuk Daftar Hitam

IMG-20240303-WA0017

MediatorMalukuNews.com – Kepala Perusahan Umum (Perum) Bulog Cabang Tual, Asrul secara blak-blakan membeberkan pihak Rumah Pangan Kita (RPK) yang merupakan mitra Perum Bulog Cabang Tual, diduga sebagai pemasok beras Bulog liar di Larat, Ibukota Kecamatan Tanimbar Utara (Tanut), Kabupaten Kepulauan Tanimbar belum lama ini. Untuk itu dia bilang RPK sudah dimasukkan ke dalam daftar hitam alias di-black list” pihak Perum Bulog setempat dan di-stop membangun hubungan kerjasama, sebab sesuai hasil penelusuran pihak Bulog, diketahui bahwa RPK diduga menjadi pemasok utama beras Bulog ke pelabuhan Larat menggunakan sarana publik – transportasi laut ke wilayah kepulauan terluar tersebut.

Sebagaimana dilansir dari rri.co.id, yang di- share juga ke wartawan, menyatakan,
setelah pemberitaan beras Bulog liar dipasok ke Larat Tanimbar, langsung pihak Perum Bulog Cabang Tual mengambil langkah cepat, sembari menelusuri informasi adanya dugaan pendistribusian beras Bulog liar itu.

Akhirnya, diketahui pihak RPK disebut -sebut menjadi dalang distributor beras Bulog liar ke pelabuhan Larat tanpa mengikuti mekanisme dan aturan yang sebenarnya.

Menyikapi hal itu, pihak Perum Bulog Cabang Tual langsung memasukkan mitra-nya ini ke dalam daftar Hitam Bulog, sebab dinilai melanggar ketentuan yang sudah disepakati bersama Bulog sebagai Mitra perusahaan umum milik negara.

Baca juga :   MxTrend Hadir untuk Berbagi: Memberi Senyum kepada Anak Yatim dan Lansia

“Kami sudah telusuri hal ini dan ternyata harga beras yang dijual pengusaha lokal di Kota Larat meresahkan masyarakat, apalagi harganya di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), baik beras Premium maupun beras Medium,” ungkap Asrul.

Asrul juga menjelaskan, mitra Bulog yang menyalur beras bulog ke Larat dengan menggunakan jasa publik transportasi laut , tanpa berkomunikasi terlebih dahulu dengan pihaknya, dan juga tanpa ada izin dari Pemerintah Daerah setempat.

Dan sangat disayangkan tindakan mitra tersebut, sehingga pihaknya sudah memutus hubungan dengan pihak RPK yang disinyalir melakukan konspirasi bersama oknum pengusaha di Kota Larat.

“Sebenarnya harga untuk beras Premium dijual Rp.14.700, sementara untuk beras Medium, harganya Rp. 11.800, jadi kondisi di Larat yang dijual dengan harga Rp. 14.ribu– Rp. 15 ribu, itu tidak sesuai Harga Eceran Tertinggi”, ucap Asrul.

Asrul menilai, kondisi disparitas Harga Beras yang terjadi, dengan alasan stok kebutuhan beras di Kota Makassar mengalami keterbatasan, oleh karena itu, pedagang sering memainkan harga di pasaran, dengan standar harga yang bervariasi, termasuk biaya transportasi yang menjadi pemicu kenaikan harga, jika diperkirakan marginal keuntungan berada di pihak pedagang.

Baca juga :   Inspektorat KKT Klarifikasi Soal RTLH Desa Welutu

Pihaknya berjanji tetap melakukan pengawasan di Kepulauan Kei, Tual – Maluku Tenggara menyangkut standar harga, serta meminimalisir pelanggaran yang dilakukan, sehingga apabila terdapat transaksi perdagangan yang harga jual berasnya di atas HET, masyarakat berhak melaporkan hal itu ke pihak Bulog untuk ditindaklanjuti.

Dikatakan, pihak Bulog selalu melakukan Operasi Pasar, bersama TPID (Team Pengendalian Inflasi Daerah) Kota Tual dan Maluku Tenggara, dalam menstabilkan harga pasar, terkait Kebutuhan Pokok guna memberikan kondisi pasar yang dinamis sehubungan dengan cadangan pangan dan Sembilan Bahan Pokok (Sembako) yang selama ini didistribusi dari Luar daerah ke Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.

Sebelumnya, Kepala Kantor Gudang Perum Bulog Saumlaki Ronald Tuhilatu menanggapi fakta adanya dugaan oknum pemasok beras Bulog liar ke Larat, ibukota Kecamatan Tanimbar Utara (Tanut) dan sekitarnya.

Dia katakan: “Kejadian di Larat sudah saya koordinasikan dengan Kepala Kantor Cabang Bulog Tual, sudah ditelusuri lalu ditemukan mitra yang bersangkutan dan sudah diberhentikan.”

Menurut dia, dengan kejadian ini, dirinya sempat dipanggil menghadap Penjabat Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar melalui Asisten II, Josef James Kelwulan, dan meminta pihak Bulog menyikapi kejadian itu, dan dirinya juga telah menjelaskan upaya-upaya yang sudah dibuat tindakan perbaikan dan pencegahan agar tidak lagi terulang kejadian tersebut.

Baca juga :   Ancam Istri dan Anak di Larat, Pengusaha BBM ini Dilaporkan ke Polisi

“Saya sudah koordinasi dengan Tual dan tindakan tegas kepada mitra binaan Bulog sudah diberhentikan lalu dari Kantor Bulog Tual Kabupaten Maluku Tenggara, akan berkoordinasi dengan pihak ASDP dan pihak PELNI sebagai tindakan pencegahan supaya kalau masih ada lagi pengiriman beras Bulog ke wilayah Tanimbar tentunya ditolak.” jelas Ronald.

“ Beberapa pihak yang membandel saya rasa oknum itu yang harus ditindak, bila dari pihak Polres Kepulauan Tanimbar melihat adanya pelanggaran hukum disitu maka itu adalah ranah kepolisian kita mendukung untuk ditindak supaya memberikan efek jera.” imbuhnya.(JK)