Gereja Katolik St. Lidia Stasi Pulau Banda Besok Diresmikan

IMG-20241017-WA0009

MediatorMalukuNews.com – Gereja Katolik Santa (St) Lidia Stasi Pulau Banda, Paroki St Fransiskus Xaverius, Keuskupan Amboina tanggal 18 Oktober 2024 besok bakal diresmikan menjadi tempat ibadah resmi umat Katolik yang berada di wilayah tersebut.

Momen ini merupakan peristiwa bersejarah bagi umat Katolik di Stasi Pulau Banda, Paroki St Fransiskus Xaverius Katedral Ambon.

Waktu tersebut dipilih untuk momen peresmian sarana tempat peribadatan ini, mengingat tanggal dimana Gereja Katolik St. Lidia Pulau Banda di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) ini akan ditahbiskan, dan diresmikan Uskup Diosis Keuskupan Amboina, Mgr Senno Ngutra dalam perayaan misa kudus.

Diketahui, proses pembangunan hingga pentahbisan dan puncak acara peresmian Gereja St. Lidia ini, merupakan kontribusi dan dedikasi penuh pihak keluarga Ronny Rambitan, salah satu pengusaha ternama asal Paroki St. Fransiskus Xaverius Katedral Ambon sebagai bentuk ungkapan kasih atas penyertaan dan kemurahan Tuhan bagi kehidupan keluarganya.

Sebelum ditahbiskan dan diresmikan Uskup Senno Ngutra, sebanyak tiga anak di Stasi Pulau Banda sebelumnya menerima sakramen komuni suci pertama dalam perayaan Ekaristi Kudus dipimpin Pastor Paroki St Fransiskus Xaverius Katedral Ambon, RD Paul Kalkoy didampingi RD Paul Titirloloby, Minggu (13/10/2024) malam, dihadiri umat Katolik Banda dan pihak panitia peresmian dari Paroki Katedral Ambon.

RD Paul Kalkoy dalam kotbah-nya mengajukan dua pertanyaan.
Pertama, dikatakan siapa yang baru pertama kali datang ke Banda?
Sutan Syahrir mengatakan: “Jangan mati sebelum datang di Banda.”
‘ Jadi sudah boleh mati karena sampai di Banda,”jawaban Pastor disambut umat dengan senyum dan tertawa lepas

Pastor lantas bercerita awal berkunjung ke Pulau Banda, Bulan Oktober tahun lalu bersama beberapa umat paroki Katedral, dan melihat kondisi umat Katolik yang selama ini mendiami Pulau Banda.

Baca juga :   Abaikan Edaran Menteri, BPMD MBD Diduga Setujui BPD Wasarily Terima BLT Dana Desa

“Jadi setelah kunjungan pertama itu, kemudian diikuti dengan kunjungan-kunjungan berikutnya oleh Pastor Paul Titirloloby l, dan beberapa frater yang bergantian mengunjungi Banda Naira untuk melakukan misa dengan umat,”jelasnya, seraya menambahkan, saat itu gedung gereja yang lama hanya tinggal reruntuhan dan kita berproses hingga saat ini sudah berdiri gedung gereja yang megah yang akan ditahbiskan dan diresmikan Mgr Seno Ngutra.

Dan pertanyaan yang kedua, sambung Pastor Paul Kalkoy, berhubungan dengan Firman Tuhan hari ini (Markus 10 :17-30), Paus Fransiskus dalam kunjungan apostolik-nya ke Indonesia kemarin, minimal di dua tempat. Beliau mengulangi kata-kata yang sama di Katedral Jakarta maupun di stadium GBK, berkaitan dengan uang dalam arti yang luas dan arti yang sempit.

“Uang dalam arti yang luas bisa menjadi setan yang merusak hidup kita. Saya selalu menasehati orangtua jangan utamakan kerja untuk kasih uang kepada anak-anak, tetapi yang paling utama adalah kasih spiritualitas, kasih moral, kasih ajaran iman untuk anak-anak,” ungkap Pastor Paul.

Bukan saja itu, imam Katolik ini juga mengajak umat bukan cuma memberi uang tetapi sentuhan tangan.

“Tidak cukup membawa sumbangan untuk orang miskin, tetapi menyentuh mereka dengan kasih, karena sentuhan itu sangat penting. Sebab Firman Tuhan hari ini mengatakan bahwa kalau Kitab Isa tiba pada perilaku Kristiani yang seperti itu, maka Kerajaan Allah yang menjadi tujuan hidup kita itu pasti akan kita miliki,”ungkap Pastor.

*KOMUNI SUCI*
Sementara itu, Perayaan Ekaristi Kudus yang dilaksanakan malam itu diikuti dengan penerimaan Sakramen Baptis (Permandian) dan Komuni Pertama (Perjamuan/Sakramen Ekaristi Kudus) bagi anak-anak dan keponakan dari Daniel Reyaan.

Daniel Reyaan dikenal merupakan seorang petugas Avsec (Aviation Security), salah satu personal Bandara dibawah Kementrian Perhubungan RI yang memiliki tanggungjawab menjaga keamanan dan keselamatan serta ketertiban penerbangan.

Baca juga :   Bawaslu Kabupaten Bursel Gelar Apel Siaga Deklarasi Kampanye Damai

Bayi perempuan yang dibaptis diketahui bernama Felecia Greatania Reyaan. Dan yang menerima Sakramen Ekaristi/ komuni pertama bernama Adrianus Januar Reyaan, Grace Cinska Reyaan, Yohanes Sutrisno Reyaan dan Anggelo Aprilio Rahanluan (Keponakan) Dany Reyaan.

Daniel Reyaan selain diketahui tugas utamanya sebagai petugas keamanan bandara setempat namun dia juga merupakan seorang ayah dan warga Gereja Katolik setempat.
Kesehariannya, dia juga mengajari pelajaran agama untuk anak-anak Katolik yang berada di wilayah kepulauan tersebut.

Dia mengakui, karena tak ada guru Agama Katolik di Pulau Banda maka dia rela membagi waktu mengajar sekaligus menyusun soal-soal agama untuk para siswa/i SD dan SMP yang beragama Katolik.

“Saya berharap kepada Pembimas Katolik, ke depan harus ada guru agama yang ditempatkan di Banda Naira, agar anak-anak kami bisa memperoleh pendidikan agama dengan baik, “pinta Daniel, seraya menceritakan kalau dirinya sudah bertugas di Banda Neira selama 14 tahun, sejak Maret 2011 silam.

“Di sini kami hanya 14 Kepala Keluarga (KK). Ketua Stasinya itu bapak Hary, satuan Polairud Polda Maluku yang diperbantukan di sini, saya lupa marganya. Tapi bapak itu orang Flobomora (Timor),” ujar Dani Reyaan, seraya berharap ke depan Pembimas Katolik menempatkan guru Agama Katolik di pulau bersejarah tersebut.

“SD, SMP tidak ada guru Agama Katolik, jadi saya sering menyusun soal-soal agama untuk mereka jika ada ujian,”ujar Dany yang mengaku kalau isterinya orang Toraja, NiRahel Mongan ini.
Dia dan istrinya telah dikaruniai empat anak. Dua diantaranya perempuan, dan dua putra, juga ditambah lagi salah satu keponakan ikut tinggal bersama keluarga-nya di Banda Neira hingga kini.

Baca juga :   WUJUDKAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN, BANDARA PATTIMURA AMBON TANAM 1.366 BIBIT POHON MELALUI PROGRAM INJOURNEY AIRPORTS ALAM LESTARI

*SEKILAS TENTANG ST. LYDIA*

Lidia dari Tiatira adalah salah satu tokoh perempuan dalam Kitab Suci di Perjanjian Baru, khususnya pada kitab Kisah Para Rasul.

Perempuan yang diberi gelar santa atau orang suci sebab diketahui sebagai penjual kain ungu.

Perempuan ini adalah seorang penganut agama Yahudi yang berasal dari Kota Tiatira (Di wilayah Asia Kecil).
Tiatira adalah sebuah kota kecil yang terletak di Asia Kecil (Asia Minor). Ia bertemu dengan St. Paulus dan St. Silas ketika keduanya hendak meneruskan ajaran Yesus Kristus di Kota Filipi (Benua Eropa).

Awalnya, kota tersebut belum mengenal Kristus dan belum mendapatkan pengajaran tentang Kristen.

St. Lidia kemudian tertarik dengan pengajaran yang diberikan kedua rasul tersebut di sebuah rumah sembahyang warga Yahudi setempat, sekaligus mendengarkannya dengan baik. Rupanya pengajaran St. Paulus membuatnya tertarik menjadi seorang pengikut Kristus yang setia selama masa.hidupnya. Akhirnya, perempuan ini memutuskan dirinya dibaptis beserta seisi rumahnya. Setelah itu, ia memberi tumpangan kepada St. Paulus dan pengikutnya untuk tinggal semalam di rumahnya.

St. Lidia adalah seorang Eropa pertama yang bertobat dan memberi diri dibaptis oleh pengajaran St. Paulus di wilayah Eropa, khususnya di Kota Filipi. (*)